DETAIL KOLEKSI

Penerapan lean manufacturing dengan waste assessment model dan value stream mapping dalam pencapaian target produksi pompa angguk di PT. Faco Global Engineering


Oleh : Selly Bustami

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Docki Sarawati

Pembimbing 2 : Parwadi Moengin

Subyek : Manufacturing – Companies;Production – Process;Time measurement

Kata Kunci : lean manufacturing, waste assessment model, value stream mapping


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_TI_06309082_Halaman-Judul.pdf 801.75
2. 2014_TA_TI_06309082_Daftar-Pustaka.pdf 54.51
3. 2014_TA_TI_06309082_Lampiran.pdf 5810.84

P PT. Faco Global Engineering merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang alat berat yang salah satunya yaitu Pompa Angguk. Pompa Angguk ini merupakan alat pendukung dalam industri minyak dan gas yang berfungsi sebagai alat untuk memompa minyak mentah. Permasalahan yang sering terjadi yaitu tidak tercapainya target produksi. Target produksi perusahaan yaitu 50 unit Pompa angguk pada periode Agustus 2013 sampai dengan September 2013, sedangkan perusahaan hanya mampu memproduksi 45 unit Pompa Angguk pada periode tersebut. Agar target produksi terselesaikan tepat waktu, Manufacturing Lead Time harus lebih kecil dari Takt Time. Manufacturing Lead Time untuk memproduksi Pompa Angguk saat ini yaitu 549,32 menit/unit. Sedangkan Takt Time nya yaitu 494 menit/unit. Pendekatan Lean Manufacturing digunakan untuk meminimasi pemborosan (waste) sehingga Manufacturing Lead Time dapat berkurang dan target poduksi dapat tercapai tepat waktu. Hal yang pertama kali dilakukan yaitu pembuatan Current State Value Stream Mapping yaitu tool yang digunakan untuk memahami gambaran umum perusahaan melalui aliran informasi dan material di lantai produksi. Setelah itu dilakukan identifikasi waste dengan Waste Assessment Model untuk mendapatkan peringkat waste tertinggi yang akan dijadikan acuan sebagai fokus perbaikan. Waste dengan peringkat tertinggi yang menjadi fokus perbaikan yaitu waste waiting dan waste motion. Perbaikan metode kerja dengan peta tangan kanan dan tangan kiri dilakukan untuk meminimasi waste waiting dan motion. Usulan perbaikan metode kerjanya yaitu penghilangan proses marking pada spot yang cacat pada proses inspeksi. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang membuang-buang waktu, sebab kecacatan sudah dicatat di laporan inspeksi penerimaan bahan baku. Part cacat ini juga selanjutnya akan diperbaiki di proses-proses selanjutnya. Usulan perbaikan yang lain yaitu menghilangkan kegiatan mencari, dengan usulan penempatan plate bahan baku sesuai dengan spesifikasinya. Kegiatan mencari ini merupakan kegiatan yang membuang-buang waktu. Usulan lainnya yaitu membawa part secara sekaligus menggunakan tangan kanan dan tangan kiri, sehingga meminimasi waktu menganggur bagi tangan kanan atau pun tangan kiri. Setelah perbaikan metode kerja, didapatkan bahwa Manufacturing Lead Time untuk memproduksi 1 unit Pompa Angguk yaitu 493 menit, yang sebelumnya 549,32 menit. Sedangkan output produksi dengan metode kerja usulan adalah sebesar 50 unit per periode , maka metode kerja yang baru sudah memenuhi target produksi yang diinginkan.PT. Faco Global Engineering merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang alat berat yang salah satunya yaitu Pompa Angguk. Pompa Angguk ini merupakan alat pendukung dalam industri minyak dan gas yang berfungsi sebagai alat untuk memompa minyak mentah. Permasalahan yang sering terjadi yaitu tidak tercapainya target produksi. Target produksi perusahaan yaitu 50 unit Pompa angguk pada periode Agustus 2013 sampai dengan September 2013, sedangkan perusahaan hanya mampu memproduksi 45 unit Pompa Angguk pada periode tersebut. Agar target produksi terselesaikan tepat waktu, Manufacturing Lead Time harus lebih kecil dariTakt Time. Manufacturing Lead Time untuk memproduksi Pompa Angguk saat ini yaitu 549,32 menit/unit. Sedangkan Takt Time nya yaitu 494 menit/unit. Pendekatan Lean Manufacturing digunakan untuk meminimasi pemborosan (waste) sehingga Manufacturing Lead Time dapat berkurang dan target poduksi dapat tercapai tepat waktu. Hal yang pertama kali dilakukan yaitu pembuatan Current State Value Stream Mapping yaitu tool yang digunakan untuk memahami gambaran umum perusahaan melalui aliran informasi dan material di lantai produksi. Setelah itu dilakukan identifikasi waste dengan Waste Assessment Model untuk mendapatkan peringkat waste tertinggi yang akan dijadikan acuan sebagai fokus perbaikan. Waste dengan peringkat tertinggi yang menjadi fokus perbaikan yaitu waste waiting dan waste motion. Perbaikan metode kerja dengan peta tangan kanan dan tangan kiri dilakukan untuk meminimasi waste waiting dan motion. Usulan perbaikan metode kerjanya yaitu penghilangan proses marking pada spot yang cacat pada proses inspeksi. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang membuang-buang waktu, sebab kecacatan sudah dicatat di laporan inspeksi penerimaan bahan baku. Part cacat ini juga selanjutnya akan diperbaiki di proses-proses selanjutnya. Usulan perbaikan yang lain yaitu menghilangkan kegiatan mencari, dengan usulan penempatan plate bahan baku sesuai dengan spesifikasinya. Kegiatan mencari ini merupakan kegiatan yang membuang-buang waktu. Usulan lainnya yaitu membawa part secara sekaligus menggunakan tangan kanan dan tangan kiri, sehingga meminimasi waktu menganggur bagi tangan kanan atau pun tangan kiri. Setelah perbaikan metode kerja, didapatkan bahwa Manufacturing Lead Time untuk memproduksi 1 unit Pompa Angguk yaitu 493 menit, yang sebelumnya 549,32 menit. Sedangkan output produksi dengan metode kerja usulan adalah sebesar 50 unit per periode , maka metode kerja yang baru sudah memenuhi target produksi yang diinginkan.

P PT. Faco Global Engineering is a manufacturing company engaged in the field of heavy equipment, one of which is Pumps Angguk. The Pump is a support tool in the oil and gas industry that serves as a tool for pumping crude oil. The problem that often happens is not achieving the production target. The company's production target is 50 units of Nursing Pump in the period from August 2013 to September 2013, while the company is only able to produce 45 units of Pumps Angguk in that period. In order for production targets to be completed on time, Manufacturing Lead Time should be smaller than Takt Time. Manufacturing Lead Time to produce the current Anggur Pump is 549.32 minutes / unit. While the Takt Time is 494 minutes / unit. Lean Manufacturing approach is used to minimize waste so that Manufacturing Lead Time can be reduced and production target can be achieved on time. The first thing to do is the creation of Current State Value Stream Mapping is a tool used to understand the general picture of the company through the flow of information and materials on the production floor. After that is done waste identification with Waste Assessment Model to get the highest rank of waste that will be used as reference as focus of improvement. Waste with the highest rating that became the focus of the improvement of waste waiting and waste motion. Improved working methods with right-handed and left-handed maps were done to minimize waste-waiting and motion. The proposed improvement of the working method is the removal of the marking process on the spot that is defective in the inspection process. This activity is a time-wasting activity, since disability has been recorded in the raw material inspection report. Part of this defect will also be fixed later in the process. Another proposed improvement is to eliminate the search activity, with the proposed placement of raw material plate in accordance with its specifications. This search activity is a time-wasting activity. Another proposal is to bring part at once using the right hand and left hand, thus minimizing the idle time for the right hand or left hand. After the improvement of working method, it was found that Manufacturing Lead Time to produce 1 unit of Pump of Angguk is 493 minutes, which was 549,32 minutes before. While the production output with the proposed work method is 50 units per period, then the new working method already meets the desired production target.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?