DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara kadar debu terhadap gangguan pernapasan para pekerja di PT Indocement Tunggal Prakarsa Citeureup Bogor


Oleh : Febrina Tristiani

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : MM. Sintorini

Pembimbing 2 : rer.nat.H.Widyatmoko

Subyek : Respiratory organs - Diseases;Air - Pollution

Kata Kunci : dust levels, respiratory disorders, workers, PT Indocement Tunggal Prakarsa, Citeureup Bogor


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_TL_08211050_Halaman-judul.pdf 2913.86
2. 2017_TA_TL_08211050_Bab-1.pdf 151.55
3. 2017_TA_TL_08211050_Bab-2.pdf 318
4. 2017_TA_TL_08211050_Bab-3.pdf 847.77
5. 2017_TA_TL_08211050_Bab-4.pdf 285.27
6. 2017_TA_TL_08211050_Bab-5.pdf 396.57
7. 2017_TA_TL_08211050_Bab-6.pdf 215.4
8. 2017_TA_TL_08211050_Daftar-pustaka.pdf 255.31
9. 2017_TA_TL_08211050_Lampiran.pdf 638.65

P PT. Indocement Tunggal Prakarsa merupakan perusahaan besar dalam produksi semen di wilayah Citeureup Bogor. Karakteristik industri semen adalah industri yang berpotensi menimbulkan polusi debu yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar debu di lokasi industri semen, dalam upaya memperoleh gambaran kadar debu di udara ambient dalam lokasi pabrik yang terkait dengan gangguan pernafasan pada pekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mengukur data kualitas udara serta wawancara menggunakan kuesioner sedangkan untuk mengukur kadar debu digunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS) dengan metode Gravimetri. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 05 November 2015 sampai dengan tanggal 16 Desember 2015. Titik Penelitian dilakukan pada lokasi penggilingan, unloading, pengepakan semen dan kantor sebagai titik pembanding. Hasil dari penelitian ini adalah pekerja yang menderita gejala gangguan pernafasan karena debu sebanyak 77 orang (72%) dan yang tidak menderita gejala pernafasan sebanyak 30 orang (28%). Data kualitas udara yang diperoleh dari hasil sampling adalah pada lokasi Penggilingan sebesar 4,38 mg/m³, lokasi Unloading sebesar 7,78 mg/m³, lokasi Pengepakan Semen sebesar 10,43 mg/m³, dan lokasi kantor sebesar 0,21 mg/m³. Hasil ini menunjukkan bahwa kadar debu pada empat lokasi titik penelitian masih dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) yaitu 10 mg/m³ (Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. SE 04/ Menaker/ 1999) untuk material partikulat yang mengandung kristal silica <5%, tetapi diatas Baku Mutu Kualitas Udara Ambien sebesar 0,23 mg/m³ (KepMen No.Kep 02/ MENKLH/ 1996). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara kadar debu dengan gangguan pernafasan pada pekerja di PT Indocement Tunggal Prakarsa dibagian Pengepakan/Packing Cement yang banyak menghasilkan debu yaitu 10,43 mg/m³. Sarannya adalah adanya peningkatan dan pengawasan terhadap pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) kemudian dilakukan pelatihan sosialisasi tentang penempatan plang peringatan ditempat yang terlihat agar pekerja taat menggunakan APD.

P PT Indocement Prakarsa is a major company in Indonesia Cement Industry that is situated at Citeureup, Bogor area. The ramification of its Cement Industry which triggers high ash pollutant needs to be reviewed. This research is aimed at identifying air pollution at PT Indocement Perkasa’s industrial site by determining Ash content data in the Ambient Air inside the warehouse which contributed to worker’s breathing problem. Methods utilized in this research were to measure the quality of air data as well as interview with questionnaire while High Volume Air Sampler (HVAS) with Gravyimetri method is applied to Ash Content measurement. Research was held from 05 November 2015 to 16 December 2015. It was focused on Milling, Unloading and Cement packing site compared to office building. Because of above research, indicated there were 77 workers (72%) having breathing problem where the rest 30 people (28%) remained uncontaminated. Air Quality data gathered from sampling included 4,38 mg/m2 at milling site, 7,78 mg/m2 at unloading site, 10,43 mg/m2 at Cement Packing site and 0,21 mg/m2 at office building. These Ash Content figures on 4 locations were still below threshold value of 10mg/m2 according to Ministry of Manpower Letter No. SE 04/ Menaker/ 1999) for particulate material contains of Silica Crystal < 5%, but over Ambient Air Quality Standard of 0,23 mg/m³ (KepMenNo.Kep 02/ MENKLH/ 1996.The summary of this research is Workers’ breathing problem at PT Indocement Tunggal Perkasa was obviously related to Ash Content measured, particularly at Packing site that could reach as high as 10,43 mg/m³. Researcher’s recommendation is to improve and monitor the usage of Self Protective Breathing Equipment as well as the implementation of placing warning signals” Workers to keep wearing Self Protective Breathing Equipment while on the site” at certain areas.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?