DETAIL KOLEKSI

Desain interior museum perfilman Indoensia di Kemayoran, Jakarta Pusat


Oleh : Amanda Puspitasari

Info Katalog

Nomor Panggil : 0001/DI/2018

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Arma G Subijanto

Pembimbing 2 : Setiadi

Subyek : Museums - Designs and plans;Museums - Decoration

Kata Kunci : interior design, Museum Film Indonesia, Kemayoran


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_DI_09112002_Halaman-judul.pdf 2874.5
2. 2018_TA_DI_09112002_Bab-1.pdf 419.59

M Museum merupakan suatu sarana untuk melestarikan, meneliti,mengkomunikasikan, memamerkan dan menerbitkan hasil - hasil penelitianserta pengetahuan mengenai benda - benda yang bersejarah bagi kebudayaantermasuk museum perfilman. Perfilman Indonesia memiliki sejarah yang panjangdan sempat merajai bioskop - bioskop lokal di negara sendiri pada tahun 1980-an,tetapi mengalami penurunan pada tahun 90-an disebabkan oleh menurunnyaproduksi film, sehingga berpengaruh pada berkurangnya jumlah penonton.Berdasarkan hal - hal tersebut penulis merancang Desain Interior Museum Perfilman Indonesia di Jakarta Pusat sebagai bentuk apresiasi terhadap perfilmanIndonesia yang merupakan re-design dengan mengambil inspirasi dari museum -museum perfilman internasional misalnya Movieum (Movie Museum) of London,The Cinema Museum di London, dan Hollywood Museum di USA. Jakartamerupakan salah satu destinasi yang memiliki banyak tempat wisata sejarahseperti museum, yang biasa dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupunmancanegara. Proses perancangan Desain Interior Museum Perfilman Indonesia diJakarta Pusat melalui beberapa tahapan yang diawali dengan pengumpulan dataliteratur dan data khusus, pengamatan perancangan, analisa data, survey lapangan,membuat konsep, keputusan desain, hingga visualisasi desain berupa gambarkerja, gambar presentasi, serta maket.Konsep yang diambil yaitu "Cinema Art" karena ingin memberikan suasana ruangdengan memanfaatkan desain interior yang terinspirasi dari ikon-ikon dalamperfilman untuk mendukung koleksi yang dipamerkan. Konsep ini jugadisesuaikan dengan storyline museum dimana adanya pembagian periode yangdidukung dengan konsep eklektik (penggabungan retro dan kontemporer). Hasilakhir yang diharapkan agar Museum Perfilman Indonesia di Jakarta Pusat ini dapat memenuhi fungsinya dalam bidang pendidikan, memberikan pengalaman,dan dapat menjadi hiburan bagi masyarakat melalui desain interior museum yangakan menciptakan identitas tersendiri.

A A museum, including a film museum,is a means of preserving, researching,communicating, exhibiting and publishing research results as well as a source ofknowledge of historical objects for the culture. Indonesian films have a longhistory and had dominated local cinemas in their own country in the 1980s, butthe decline in the 90s happened due to the decreaseof film production, resulting ina decrease in the number of spectators. Based on these matters the researcherdesigned the Interior Design of Indonesian Film Museum in Central Jakarta as aform of appreciation for the Indonesian film which is a re-design by takinginspiration from international film museums such as Movieum (Movie Museum) ofLondon, The Cinema Museum in London, and the Hollywood Museum in the USA.Jakarta is one of the tourist destinations whichhas many historical sites such asmuseums which are usually visited by both local and foreign tourists. The processof designing the Interior Design of Indonesian Film Museum in Central Jakarta isgoing through several stages starting from the collection of literature data andspecial data, design observation, data analysis, field survey, concept making,design decisions, to visualization of design in the form of work drawings, andmockups.The concept used is "Cinema Art" because it provides the atmosphere of space byutilizing the interior design inspired by the icons in the films to support thecollection on display. This concept is also adapted to the storyline of the museumwhere there is a period division supported by eclectic concepts (the combinationof retro and contemporary). The expected final result is that the Indonesian FilmMuseum in Central Jakarta can fulfill its function in the field of education,providing experience, and canentertain the community through the interior designof the museum which will create its own identity.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?