DETAIL KOLEKSI

Desain interior Rumah Sakit Mata Aini pada gedung Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


Oleh : Jagad Kautsar

Info Katalog

Nomor Panggil : 0009/DI/2018

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Setiady GS

Pembimbing 2 : Arma Gafar Subijanto

Subyek : Hospital buildings - Decoration;Hospital buildings - Designs and plans

Kata Kunci : interior design, Aini Eye Hospital


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_DI_091101300042_Halaman-judul.pdf 31362.42
2. 2018_TA_DI_091101300042_Bab-1.pdf 424.72

T Tingginya angka penderita kebutaan di Indonesia menjadikan hal ini merupakan masalah sosial. Di Daerah Jakarta jumlah penderita kebutaan cukup tinggi dan bertambah setiap tahun. Untuk mencegah terjadinya kebutaan, penyakit mata harus diobati sebelum terjadinya kebutaan permanen, oleh karena itu dibutuhkan sarana kesehatan mata yang memiliki kapasitas dan fasilitas yang memadai. Di Jakarta Selatan sudah ada Rumah Sakit Mata AINI milik swasta yang sudah lengkap dengan jumlah pengunjung yang banyak, tetapi fasilitas khusus untuk pasien penyakit mata masih kurang memadai. Untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan mata masyarakat kota Jakarta, dibutuhkan sarana yang dapat menampung segala kegiatan medis yang berhubungan dengan penyakit mata. Dalam perancangan ini menggunakan Rumah Sakit Mata AINI sebagai acuan data dan diasumsikan pada gedung Rumah Sakit Anak dan Bunda HarapanKita di Jakarta Barat. Sebagai pilihan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan,pengobatan dan penyembuhan penyakit mata. Rumah sakit mata ini haruslah sesuai dengan kebutuhan pasien penyakit mata. Dengan mempelajari kebutuhan akan keterbatasan pasien, maka penetapan tema yang sesuai dengan rumah sakit mata ini adalah “Best Eyes Best Moment”.Tema ini diharapkan dapat membangkitkan kepercayaan diri pada pasien bahwa momen terbaik akan terasa lebih indah apabila memiliki mata yang baik dan tetap memberikan keyakinan dan semangat untuk melakukan pengobatan dan penyembuhan pada penyakit mata yang diderita. Rumah Sakit Mata AINI ini merupakan rumah sakit tipe B yang dilengkapi fasilitas-fasilitas sesuai dengan kebutuhan rumah sakit mata. Penerapan sirkulasi yang mudah, serta elemen ruang yang sesuai dengan kebutuhan pasien penyakit mata bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan kemandirian pasien dengan tetap mengutamakan kecepatan dan ketepatan pelayanan.

T The high number of people with blindness in Indonesia makes this a social problem. In the Jakarta area the number of sufferers of blindness is quite high and increases every year. To prevent the occurrence of blindness, eye diseases should be treated before the occurrence of permanent blindness, therefore required eye health facilities that have adequate capacity and facilities. In South Jakarta, there are already private AINI Eye Hospital that have been complete with large number of visitors, but special facilities for eye disease patients are still inadequate. To answer the needs of eye health services of the city of Jakarta, it takes a means that can accommodate all medical activities associated with eye disease. In this design using AINI Eye Hospital as data reference and assumed at Child Hospital building and Bunda HarapanKita in West Jakarta. As a community choice to conduct examination, treatment and cure of eye diseases. This eye hospital should be in accordance with the needs of eye disease patients. By studying the need for the limitations of patients, the setting of the appropriate theme with this eye hospital is "Best Eyes Best Moment" .Theme is expected to generate confidence in the patient that the best moment will feel more beautiful if have good eyes and still give confidence and a passion for treatment and healing of eye diseases suffered. AINI Eye Hospital is a type B hospital equipped with facilities in accordance with the needs of eye hospital. Implementation of easy circulation, as well as space elements in accordance with the needs of patients with eye diseases aim to provide comfort and independence of patients with fixed priority speed and accuracy of service.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?