DETAIL KOLEKSI

Potensi ekonomi wilayah cepat maju dan cepat tumbuh di provinsi Jawa Barat

4.0


Oleh : Dwi Putra Tegar Naufal

Info Katalog

Nomor Panggil : 2018_TA_EP_021.14.1011

Penerbit : FEB - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Sumiyarti

Subyek : Klassen typology;Monetary economics

Kata Kunci : klassen typology, location quotient, dan shift share


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_EP_021141011_Halaman-Judul.pdf 1483.08
2. 2018_TA_EP_021141011_Bab-1.pdf 1298.83
3. 2018_TA_EP_021141011_Bab-2.pdf 3015.37
4. 2018_TA_EP_021141011_Bab-3.pdf 1615.56
5. 2018_TA_EP_021141011_Bab-4.pdf 8563.62
6. 2018_TA_EP_021141011_Bab-5.pdf 1218.09
7. 2018_TA_EP_021141011_Daftar-Pustaka.pdf 514.24
8. 2018_TA_EP_021141011_Lampiran.pdf 2688.59

P Penelitian ini bertujuan untuk melihat wilayah yang masuk dalam wilayah cepat maju dan cepat tumbuh. Kemudian menganalisis sektor basis yang ada pada wilayah cepat maju dan cepat tumbuh. Selain itu, penelitian ini juga melihat faktor apa yang mempengaruhi dan menjadi pendorong perekonomian wilayah cepat maju dan cepat tumbuh. Penelitian ini menggunakan analisis Tipologi Klassen, Location Quotient, dan Shift Share dengan bantuan alat analisis Microsoft Excel 2010. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Laju Pertumbuhan PDRB Provinsi Jawa Barat, Laju Pertumbuhan PDRB dan PDRB perkapita Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat dalam kurun waktu 2012 hingga 2016.Hasil analisis Tipologi Klassen menunjukkan terdapat 3 Kabupaten dan 2 Kota dengan Laju pertumbuhan ekonomi dan PDRB perkapita lebih dari wilayah acuannya (provinsi Jawa Barat), yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, Kota Bandung, dan Kota Cimahi. Pada Analisis LQ diperoleh hasil tentang sektor-sektor yang menjadi unggulan di kelima wilayah tersebut. Hasilnya adalah Kabupaten Bogor memiliki 4 sektor basis, Kabupaten Purwakarta memiliki 5 sektor basis, Kabupaten Karawang memiliki 3 sektor basis, Kota Bandung memiliki 13 sektor basis, dan Kota Cimahi memiliki 8 sektor basis. Selanjutnya dari analisis Shift Share diperoleh hasil sektor yang kompetitif dan tumbuh lebih cepat dari wilayah acuan yaitu Jawa Barat, yaitu untuk Kabupaten Bogor terdapat 6 sektor, di Kabupaten Purwakarta ada 3 sektor, di Kabupaten Karawang ada 3 sektor, di Kota Bandung ada 7 sektor, dan di Kota Cimahi hanya ada 1 sektor. Kesimpulan penelitian dari hasil penelitian Tipologi Klassen, Location Quotient, dan Shift Share dapat di tentukan potensi sektor unggulan dengan klasifikasi wilayah cepat maju dan cepat tumbuh, sektor basis, dan sektor kompetitif tumbuh lebih cepat dari Provinsi. Di Kabupaten Bogor terdapat sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang, di Kabupaten purwakarta terdapat sektor jasa lainnya, di kota bandung terdapat sektor, transportasi dan pergudangan; penyediaan akomodasi dan makan minum; informasi dan komunikasi; jasa perusahaan; jasa pendidikan; jasa kesehatan dan kegiatan sosial; jasa lainnya, dan di Kota Cimahi terdapat sektor jasa pendidikan.

T This study aims to see areas that enter the fast forward region and fast growing. Then, analyze the base sectors that exist in fast forward region and fast growing. In addition, this study also looks at what factors influence and become a stemulation of the regional economy fast forward and fast growing. This research uses Klassen Typology, Location Quotient, and Shift Share analysis make use of Microsoft Excel 2010. The data used in this study are data of GRDP growth rate in West Javaand GRDP per capita in regencies/cities in West Java Province period of 2012 to 2016.The results of the Klassen Typology analysis show that there are 3 Regencies and 2 Cities with a rate of economic growth and GDP per capita more than the reference area (West Java province), namely Bogor Regency, Purwakarta Regency, Karawang Regency, Bandung City, and Cimahi City. In the LQ Analysis, the results of the sectors that are superior in the five regions are obtained. The result is Bogor Regency has 4 base sectors, Purwakarta Regency has 5 base sectors, Karawang Regency has 3 base sectors, Bandung City has 13 base sectors, and Cimahi City has 8 base sectors. Furthermore, from the Shift Share analysis, the results of the sector are competitive and grow faster than the reference area, namely West Java, namely for Bogor Regency, there are 6 sectors, in Purwakarta Regency there are 3 sectors, in Karawang Regency there are 3 sectors, in Bandung there are 7 sectors, and in Cimahi there is only 1 sector. The research conclusion from the results of the Klassen Typology, Location Quotient, and Shift Share research can determine the potential of the leading sector with the classification of fast and fast growing regions, the base sector, and the competitive sector growing faster than the Province. In Bogor Regency there are sectors of water supply, waste management, waste and recycling, in Purwakarta regency there are other service sectors, in the city of Bandung there are sectors, transportation and warehousing; provision of accommodation and eating drinks; information and communication; company services; education services; health services and social activities; other services, and in the City of Cimahi there is an education service sector.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?