DETAIL KOLEKSI

Perancangan lansekap Panti Asuhan Anak Terlantar Putri di Jati Padang


Oleh : Priscilla Debby

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 1998

Pembimbing 1 : Hendrati Pringgodigdo

Pembimbing 2 : Hinijati Wijaya

Subyek : The design of the orphanage landscape

Kata Kunci : gothic architecture, eksternal factor, internal factor.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 1998_TA_SAL_08193007_Halaman-judul.pdf 4142.9
2. 1998_TA_SAL_08193007_Bab-1.pdf 964.38
3. 1998_TA_SAL_08193007_Bab-2.pdf 3948.97
4. 1998_TA_SAL_08193007_Bab-3.pdf 4333.79
5. 1998_TA_SAL_08193007_Bab-4.pdf 983.96
6. 1998_TA_SAL_08193007_Bab-5.pdf 1789.32
7. 1998_TA_SAL_08193007_Bab-6.pdf 3084.31
8. 1998_TA_SAL_08193007_Bab-7.pdf 2603.02
9. 1998_TA_SAL_08193007_Daftar-pustaka.pdf 456.11
10. 1998_TA_SAL_08193007_Lampiran.pdf 18096.71

- -Di Kota besar, masih begitu banyaknya anak yang terlantrar dan anak yang tida memiliki orang tua (sanak saudara). Oleh karena itu, mereka membutuhkan suatu wadah untuk dapat menampung kemudian menggali sumber daya demi masa depan. Dalam wadah ini juga disediakan dan dibekali pendidikan rohani agar kelak memiliki keimanan yang kuat dan taqwa kepada penciptaNya. Panti Asuhan menampung anak putrid dengan usia 0-18 tahun. Sumber dana yang dibutuhkan berasal dari : subsidi Gereja, Yayasan, Sumbangan Masyarakat, Pemda dan dari hasil kompleks panti asuhan itu sendiri.Simbolisasi Tritunggal Katolik terwujud dari bentuk bangnan hunian dan gereja yang beratap segitiga dan ruang di dalamnya yang berasitektur Gothic. Arti Tritunggal terdiri dari Tiga Maha Kudus. Lambang Tritunggal (segitiga) merupakan simbolisasi dari Tanda Salib. Penerapan dari Tritunggal berupa ajaran : kebersamaan dan persekutuan dan kedispilinan, meruapkan cirri khas pendidikan dari Ajaran Katolik (lambang segiempat).Dari segi perancangan lansekap bertujuan menciptakan suasana lingkungan alam yang encakup: pembinaasn dan pendidikan yang menjadikan anak putrid kreatif dan dapat bersosialisasi terhadaps sesame, serta merasa nyaman dengan memanfaatkan potensi alam seoptimal mungkin. Pembahasan pada laporan ini ditekan pada analisa faktor luar dan factor dalam tapak sehingga dapat disimpulkan konsep perancangan yang dapat didesain untuk sarana dan prasarana sebaik dan sesuai mungkin dengan lingkungan yang berada di sekitarnya.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?