DETAIL KOLEKSI

Perencanaan sistem drainase kawasan perumahan Citra Maja Raya (Tahap 1) Banten


Oleh : Badzlina Monica Fitriyana

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Winarni

Pembimbing 2 : Tazkiaturrizki

Subyek : Drainage - System

Kata Kunci : drainage, ecodrainage, precipitation, runoff, rational method


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_STL_082001300009_Halaman-judul.pdf 3058.91
2. 2019_TA_STL_082001300009_Bab-1.pdf 219.45
3. 2019_TA_STL_082001300009_Bab-2.pdf 2008.97
4. 2019_TA_STL_082001300009_Bab-3.pdf 1175.78
5. 2019_TA_STL_082001300009_Bab-4.pdf 395.41
6. 2019_TA_STL_082001300009_Bab-5.pdf 812.05
7. 2019_TA_STL_082001300009_Bab-6.pdf 944.02
8. 2019_TA_STL_082001300009_Bab-7.pdf 544.34
9. 2019_TA_STL_082001300009_Bab-8.pdf 295.13
10. 2019_TA_STL_082001300009_Daftar-pustaka.pdf 269.55
11. 2019_TA_STL_082001300009_Lampiran.pdf 13236.04

C Citra Maja Raya merupakan kawasan perumahan dengan luas 430 Ha (Tahap 1) dan akan mengalami pengembangan sebagai kota terpadu dengan luas pengembangan lahan mencapai 2000 hektar. Citra Maja Raya memiliki program Eco Culture sehingga berencana membangun fasilitas dan sarana prasarana yang ramah lingkungan. Salah satunya adalah pertimbangan curah hujan dan tata guna lahan dalam perencanaan saluran drainase. Pertimbangan tersebut digunakan agar saluran yang dibuat dapat menampung limpasan hujan dalam jangka waktu yang panjang tanpa menimbulkan genangan yang dapat mengganggu aktifitas di lingkungan Citra Maja Raya. Perencanaan sistem drainase ini dilakukan bertujuan untuk menyalurkan limpasan hujan menuju badan air terdekat sehingga kelebihan air permukaan (limpasan) dapat dikendalikan secara aman dan efisien. Air hujan yang dikumpulkan pada saluran drainase dialirkan menuju Sungai Ciujung dan danau buatan dalam Citra Maja Raya (Tahap 1). Pemilihan sistem drainase di Citra Maja Raya (Tahap 1) dilakukan dengan membuat dua alternatif, yaitu sistem drainase konvensional dan ekodrainase. Data curah hujan yang digunakan dalam perencanaan drainase ini adalah curah hujan harian maksimum Stasiun Meteorologi Curug dan Stasiun Meteorologi Serang selama 30 tahun terakhir. Dalam analisis frekuensi curah hujan, metode Log Pearson III digunakan untuk tiap PUH. Metode yang digunakan dalam analisis intensitas curah hujan adalah Ishiguro. Dalam sistem drainase konvensional, debit limpasan dihitung dengan metode rasional. Debit limpasan yang didapat berkisar antara 0,5174 sampai 5,8082 m3/detik. Dalam sistem ekodrainase, debit limpasan dihitung dengan metode rasional modifikasi. Debit limpasan yang didapat berkisar antara 0,4263 sampai 5,6268 m3/detik. Dimensi saluran drainase konvensional terbesar adalah 1,20 m x 2,20 m, sedangkan dimensi saluran ekodrainase terbesar adalah 1,20 m x 2,00 m. Biaya yang dibutuhkan untuk sistem drainase konvensional (alternatif 1) Rp 306.902.202.308 sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk sistem ekodrainase (alternatif 2) adalah Rp 250.446.929.105.

C Citra Maja Raya is a residential area with an area of 430 Ha (Phase 1) and will undergo development as an integrated city with an area of 2,000 hectares. Citra Maja Raya has an Eco Culture program so that it plans to build environmentally friendly facilities and infrastructure. One of them is consideration of rainfall and land use in planning drainage channels. These considerations are used so that the channels that are made can accommodate rain runoff in a long period of time without causing flood that can disrupt activities in the Citra Maja Raya environment. The planning of the drainage system is intended to channel rain runoff to the nearest river so that excess surface water (runoff) can be controlled safely and efficiently. Rainwater collected in the drainage canal is flowed towards the Ciujung River and the artificial lake in Citra Maja Raya (Stage 1). The selection of a drainage system in Citra Maja Raya (Phase 1) was carried out by making two alternatives, are the conventional drainage system and ecodrainage. The rainfall data used in this drainage plan is the maximum daily rainfall of the Curug Meteorology Station and Serang Meteorological Station for the past 30 years. In the analysis of rainfall frequency, the Log Pearson III method is used for each PUH. The method used in the analysis of rainfall intensity is Ishiguro. In conventional drainage systems, runoff discharge is calculated by the rational method. Runoff discharge obtained ranged from 0.5174 to 5.8082 m3 / sec. In an ecodrainage system, runoff discharge is calculated by the rational modification method. Runoff discharge obtained ranged from 0.4263 to 5.6268 m3 / sec. The dimensions of the largest conventional drainage channel are 1.20 m x 2.20 m, while the dimensions of the largest ecodrainage channel are 1.20 m x 2.00 m. The costs required for conventional drainage systems (alternative 1) are Rp. 306.902,202,308 while the costs required for the ecodrainage system (alternative 2) are Rp. 250,446,929,105.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?