DETAIL KOLEKSI

Walkability di koridor komersial (Tingkat kenyamanan Jalan Sudirman, Jalan DR. Satrio dan Jalan Casablanca)


Oleh : Shelly Permata Sari

Info Katalog

File Jurnal : 00000000000000098897.pdf

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Hanny W. Wiranegara

Pembimbing 2 : Harry Hardjakusumah

Subyek : Urban area planning - Commercial corridors

Kata Kunci : walkability, comfortable, commercial corridors, Sudirman Street, Dr. Satrio Street.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_SPW_083001500047_Halaman-Judulfix.pdf 1210.19
2. 2019_TA_SPW_083001500047_Bab-1.pdf 1182.89
3. 2019_TA_SPW_083001500047_Bab-2.pdf 656.24
4. 2019_TA_SPW_083001500047_Bab-3.pdf 1413.41
5. 2019_TA_SPW_083001500047_Bab-4.pdf 2681.88
6. 2019_TA_SPW_083001500047_Bab-5.pdf 3218.3
7. 2019_TA_SPW_083001500047_Bab-6.pdf 193.38
8. 2019_TA_SPW_083001500047_Daftar-Pustaka.pdf 273.6
9. 2019_TA_SPW_083001500047_Lampiran.pdf 1224.6

T Tahun 2050 diperkirakan 70% penduduk akan tinggal di perkotaan dan perlu adanya mobilitas perkotaan, yaitu transportasi berkelanjutan berjalan kaki. Jakarta sebagai kota komersial yang juga menerapkan konsep sustainable city, mengatur baiknya infrastruktur pejalan kaki agar memudahkan penggantian moda transportasi umum, sehingga perlu dilakukan peningkatan fasilitas untuk menciptakan jalur pejalan kaki yang walkable (ramah pejalan kaki) dalam aspek kenyamanan. Berdasarkan Walkability Suvey In Asia, Jakarta merupakan kota yang rendah walkability-nya dan sampai saat ini belum ada pengukuran walkability pada koridor komersial terutama koridor di pusat niaga terpadu (RTRW Jakarta). Tujuan penelitian ini adalah teridentifikasinya walkability pada tingkat kenyamanan di koridor komersial berdasarkan indikator keamanan, amenitas dan akses. Penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner kepada pejalan kaki. Jumlah sampel penelitian menggunakan perhitungan rumus Lemeshow berjumlah 96 responden. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan tingkat kenyamanan di koridor Sudirman tinggi dengan indikator tertinggi pada akses, koridor Dr. Satrio dan koridor Casablanca memiliki parameter kenyamanan sedang dengan indikator terendahnya pada akses. Perbedaan ini disebabkan oleh terintegrasinya transportasi umum dan tidak adanya gangguan dari PKL dan parkir kendaraan bermotor di koridor Sudirman. Dengan demikian, indikator akses merupakan indikator paling penting dalam menilai tingkat walkability. Selanjutnya, untuk meningkatkan tingkat kenyamanan perlu diperhatikan aspek kualitas dan kuantitas ketersediaan keamanan, amenitas dan akses jalur pejalan kaki.

I In 2050 it is reckoned that 70% of the population will live in an urban area and need urban mobility, which is, sustainable urban transportation approach by walking. Concerning sustainable city enforcement, Jakarta as a commercial city regulates pedestrian infrastructure standards to facilitate the movement from or towards public transportation, so the facility enhancement on pedestrian walkway would be essential in terms of comfort. Based on Walkability Survey In Asia, Jakarta is a city with low walkability, to this day, the measurement of walkability in commercial corridors has not been done yet especially in commercial districts (RTRW Jakarta). The purpose of this research is to identify walkability on the comfort level in commercial corridors based on safety, amenities, and access. This research was conducted through field observations and distributing questionnaires to pedestrians. The number of research samples calculated using Lemeshow formula obtaining 96 respondents. Based on the results of the study it can be concluded that the level of comfort in the Sudirman corridor is high with the highest indicator on accessibility, Dr. Satrio corridors and Casablanca corridors have moderate comfort level with the lowest indicators on accessibility. This difference is due to the integration of public transportation and the absence of interference from street vendors and motorized parking in the Sudirman corridor. Therefore, the accessibility indicator is the most important in the level of comfort of walkability. Furthermore, to enhance the level of comfort, it is necessary to take the aspect of quality and quantity of safety, amenities, and accessibility into consideration.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?