DETAIL KOLEKSI

Usulan penerapan Metode Lean Six Sigma pada proses produksi body combination di PT Star Mustika Plastmetal


Oleh : Yossy Herman

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2008

Pembimbing 1 : Dedy Sugiarto

Pembimbing 2 : Iveline Anne Marie

Subyek : Six sigma (Quality control standard)

Kata Kunci : lean six sigma, method, production process, body combination


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2008_TA_TI_06304026_Halaman-Judul.pdf 7188.29
2. 2008_TA_TI_06304026_Bab-1.pdf 1709.39
3. 2008_TA_TI_06304026_Daftar-Pustaka.pdf 278.44

P PT.Star Mustika Plastmetal merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi produk - produk dibidang otomotif, aksesoris rumah tangga dan alat-alat kesehatan. Namun sebagian besar kegiatan produksinya bergerak di bidang otomoti£ Untuk dapat terns bersaing dan mempertahankan pangsa pasarnya, kualitas dan kecepatan produksi menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan sebagai kekuatan perusahaan untuk dapat bersaing dalam bidangnya. Maka dari itu perusahaan juga ingin tidak hanya meningkatkan kualitas dari produknya tetapi juga meningkatkan kecepatan produksinya. Maka dilakukan penelitian ini dengan menggunakan metode Lean Six Sigma.Pada penelitian ini dilakukan pengamatan waktu siklus sepanjang aliran proses yang ada untuk mengetahui kecepatan proses pada perusahaan, kemudian dilakukan value stream mapping,serta dilakukan perhitungan efisiensi proses dan kecepatan proses perusahaan . Berikutnya dilakukan pengolahan data untuk mengetahui kualitas produk yang dihasilkan perusahaan dengan menggunakan data historis perusahaan untuk karakteristik kualitas yang penting menurut konsumen atau Critical To Quality (CTQ),yang dilanjutkan dengan perhitungan kapabilitas proses dan tingkat sigma proses dalam memenuhi spesifikasi produk.Penanganan masalah diprioritaskan pada produk Body Combination 12302-049yang memilik:i nilai penjualan paling tinggi. Karakteristik kualitas yang kritis (Critical toQuality I CTQ) digolongkan menjadi atribut dan variabel. Karakteristik kualitas atribut yang potensial menirnbulkan cacat terdiri dari keropos, gelembung , gompal, kerut dan burri tebal.Sedang karakteristik kualitas variabel terdiri dari ukuran diameter lubang 13.05, lubang 7.0, lubang 4.5, dan lubang 10.1. Setelah dilakukan perhitungan performansi, data kualitas atribut memiliki tingkat sigma 1.4 pada Tahap Inspeksi I dan tingkat sigma 1.23 pada Final Inspection , sedangkan data kualitas variabelnya memiliki nilai tingkat sigma terendah yaitu 0.83 pada diameter lubang 13.05 dan nilai tingkat sigma tertinggi sebesar 2.72 pada diameter lubang 7.0, dan perusahaan mempunyai efisiensi proses sebesar 22.27%.Akar dari permasalahan yang ada diidenti:fikasi menggunakan diagram Ishikawa dan diagram Why. Beberapa usulan yang diberikan bagi perusahaan adalah penerapan metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) pada area lantai produks melakukanperbaikan pada metode perpindahan material, dan pengadaan program pelatihan bagi operator.Setelah dilakukan perbaikan terhadap proses produksi perusahaan, mak:a diperoleh peningkatan tingkat sigma pada karakteristik kualitas atribut untuk tahap inspeksi I menjadi 1.87 dan pada Final Inspection menjadi 1.80, sedangkan pada karakteristik kualitas variabel diperoleh peningkatan tingkat sigma yang cukup signifikan sehingga terdapat tingkat sigma tertinggi yaitu 3.13 pada diameter lubang 10.1. Dan efisiensi proses perusahaan menjadi 29.36%.

P PT.Star Mustika Plastmetal is a manufacturing company that produces automotive products and housekeeping tools. Automotive products are their major products . To keep competing in the market the company has to maintain their level of quality, reliability, and production speed in high level. In their purpose of increasing their production speed, the company needs to do a quality-improvement program through Lean Six Sigma methodThe cycle time of the process is monitored and calculated to measure the speed of the company's production process . And then, it is mapped on the value stream mapping, continued by process efficiency and company's production process measurement. After that, the data is processed to measure the quality of the product based on company 's historical data. Consumer's major needs are their main priority according to customer or CTQ (Critical To Quality). For the next step the process capability and the process sigmalevel are measured in order tofulfilling the specification of product.The Body Combination I 230Z-049 product with the highest selling value is themain priority of the problem solving. Critical to Quality is categorized into attribute and variable. The defects that are categorized into attribute are poroused , flatted, torned down, furrowed and burry (unmeasurable defect). Meanwhile, the type of defect categorized into variable are the 13.05 hole, the 7.0 hole, the 4.5 hole, and the 10.1 hole (measurable defect). After being measured, the sigma level for the attribute quality characteristic on Tahap Inspeksi I is 1.4 and on Final Inspection is 1.23, meanwhile for the variable quality characteristic has 0.83 for the lowest sigma level and 2. 72for the highest sigma level, and 22.27%for the company process cycle efficiency.The roots of the problem are identified using the Ishikawa diagram and the Why diagram. Some proposal for improvement had been given for the company are the implementation of 5S Methods (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) on the production area, improvement for the method of material handling, and training programs for the operators.After doing some improvement for the company's production process, the results for the sigma level for the attribute characteristic on Tahap Inspeksi I is 1.87 andfor the Final Inspection is 1.80, meanwhile for the variable characteristic have a significantimprovement and obtained 3.13 for the highest sigma level. The process cycle efficiency also increased into 29.36%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?