DETAIL KOLEKSI

Hubungan usia dan diabetes melitus dengan kejadian benigna prostat hiperplasia


Oleh : Fadhila Sekarpriharsani

Info Katalog

File Jurnal : 00000000000000099413.pdf

Nomor Panggil : 616.993 63 Sek h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Triseno Dirasutisna

Subyek : Diabetes mellitus;Male - Reproductive disease

Kata Kunci : benign prostatic hyperplasia, benign prostate enlargement, age, diabetes mellitus


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_KD_03010097_Halaman-Judul.pdf 1152.95
2. 2014_TA_KD_03010097_Bab-1-Pendahuluan.pdf 702.12
3. 2014_TA_KD_03010097_Bab-2-Tinjauan-Literatur.pdf 801.76
4. 2014_TA_KD_03010097_Bab-3-Kerangka-Konsep.pdf 706.67
5. 2014_TA_KD_03010097_Bab-4-Metode.pdf 764.77
6. 2014_TA_KD_03010097_Bab-5-Hasil.pdf 781.62
7. 2014_TA_KD_03010097_Bab-6-Pembahasan.pdf 704.24
8. 2014_TA_KD_03010097_Bab-7-Kesimpulan.pdf 615.54
9. 2014_TA_KD_03010097_Daftar-Pustaka.pdf 702.91
10. 2014_TA_KD_03010097_Lampiran.pdf 1043.58

P Pembesaran prostat jinak atau Benign prostatic hyperplasia ( BPH ) merupakan pembesaran progresif kelenjar prostat yang pada umumnya diderita oleh pria dewasa. Di Indonesia BPH merupakan kelainan urologi kedua setelah batu saluran kemih. Angka kejadian BPH di Indonesia bervariasi 24-30% dari kasus urologi yang dirawat dibeberapa rumah sakit. Namun masih sedikit penelitian terhadap faktor risiko yang dapat mempengaruhi BPH, dengan mengetahui faktor risiko dapat dilakukan upaya pencegahan, diagnosis dini dan penatalaksanaan.METODEPenelitian ini merupakan studi observasional, metode yang digunakan adalah metode cross-sectional. Penelitian ini membutuhkan sampel sebesar 141 orang dan menggunakan teknik Consecutive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien pria yang berobat rawat inap pada bulan Januari – Juni 2013 yang mengalami BPH. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan Chi Square test dengan menggunakan SPSS for windows versi 17.0 dan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya 0,05.HASILHasil yang didapatkan pada analisis bivariat menunjukan adanya hubungan usia dengan BPH ( p < 0,05 ;p=0,000) sedangkan riwayat diabetes melitus menunjukan tidak terdapat hubungan dengan kejadian BPH ( p > 0,05 ;p=0,115 )KESIMPULANDari hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan adalah usia dan yang tidak berhubungan adalah riwayat DM. Seiring dengan bertambahnya usia terutama pada pria berusia lebih dari 50 tahun meningkatkan risiko terjadinya BPH.

B Benign prostatic hyperplasia (BPH) is a progressive prostate gland enlargement which generally suffered by middle-age and older men. BPH is a second urologic disorder after urinary tract stones in Indonesia. The incidence of BPH in Indonesia varies from 24-30%. Little is known about the risk factors of BPH. Identifying risk factors for BPH is crucial for understanding the prevention, early diagnosis and management. This observational study used a cross-sectional method. Consecutive sampling technique was performed. Subjects in this study were 141 male BPH patients whocame to hospital in January-June 2013. Data analysis was performed with Chi Square test by SPSS for Windows version 17.0 with significance levels 0.05. The results showed an association of age with BPH (p <0.05, p = 0.000) while a history of diabetes mellitus showed no relationship with the incidence of BPH (p> 0.05, p = 0.115). BPH is an age-related disease but has no relationship with DM history. Men over 50 years old will increase the risk for BPH

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?