DETAIL KOLEKSI

Peranan desain komunikasi visual dalam kampanye pencegahan kanker serviks


Oleh : Refni Reflanda

Info Katalog

Nomor Panggil : 0019/DKV/2012

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Pembimbing 1 : Wisaksono

Pembimbing 2 : Indralaksmi

Subyek : Campaigne - Social;Visual communication design

Kata Kunci : cervical cancer, cervical cancer prevention campaign through visual communication media, public awar

K Kanker serviks merupakan kanker yang paling sering menyerang wanita di seluruh dunia. Bahkan menurut Badan Kesehatan Dunia, WHO, kanker jenis ini menempati urutan ke-2 sebagai kanker yang sering menjangkiti kaum hawa. Namun, dengan ditemukan dan diperkenalkannya vaksin baru melawan Human Papilloma Virus (HPV), virus yang menyebabkan kanker serviks, setidaknya memberikan harapan baru bagi kesehatan wanita. Oleh karena itu, dengan pengenalan vaksin ini, tentunya akan memberikan pengaruh besar bagi kesehatan wanita di negara berkembang. Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh, yang membuat kanker leher rahim fokus pengamatan menggunakan Pap smear. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50% atau lebih. Dampak dari terkena penyakit Kanker Serviks yang begitu membahayakan jiwa seseorang membuat berbagai pihak mulai melakukan berbagai usaha pencegahan serta pengendalian tentang penyakit Kanker Serviks melalui instansi kesehatan seperti rumah sakit namun hal tersebut masih dinilai kurang gencar penyampaiannya, karena informasi pencegahan Kanker Serviks kurang meluas ke masyarakat. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di Indonesia akan pola hidup yang sehat maka perlu diadakan kampanye pencegahan penyakit Kanker Serviks melalui media komunikasi visual.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?