DETAIL KOLEKSI

Penerapan metode six sigma untuk meningkatkan kualitas produk short cut pada proses spinning di PT Tifico Fiber Indonesia


Oleh : Andrianto Purwa Gumilar

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Dedy Sugiarto

Pembimbing 2 : Johnson Saragih

Subyek : Six sigma (quality control standart);Production management - spinning

Kata Kunci : six sigma, quality produck, short cut, spinning process, PT tifco fiber Indonesia


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_TI_06307084_1_Halaman-Judul.pdf 5761.93
2. 2011_TA_TI_06307084_9_Daftar-Pustaka.pdf 687.5
3. 2011_TA_TI_06307084_10_Lampiran.pdf 12777.2

P PT. Tifico Fiber Indonesia tbk yang berada di Jalan Raya MH Thamrin, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Tangerang-Banten merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang polyester, dimana didalamnya terdapat berbagai produk polyester sintetis berupa benang dan kapas. Salah satu produk yang diamati adalah kapas dengan nama short cut yang diproduksi pada departemen staple fiber. Salah satu proses utama yang dijalankan oleh departemen staple fiber adalah proses spinning. Proses spinning adalah proses untuk mengubah bahan baku berupa polyester chip menjadi benang-benang halus dengan melalui beberapa tahapan seperti pengeringan dan pelelehan. Berdasarkan data yang diperoleh selama tiga bulan, rata-rata persentase cacat pada proses spinning adalah 10,60%. Namun target perusahaan yang harus dicapai adalah produksi dengan persentase cacat hanya sebesar 0,87%. Karena tingginya persentase cacat tersebut maka perusahaan perlu terus men ingkatkan kualitas dari proses produksi. Dalam rangka peningkatan kualitas dilakukan perbaikan kualitas dengan menerapkan metode Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat yang terjadi pada proses spinning, menganalisis faktor penyebab kegagalan pada proses spinning, dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meminimasi persentase cacat pada proses spinning. Perusahaan saat ini memiliki nilai DPMO sebesar 65.700 dengan tingkat sigma sebesar 3,00. Nilai tersebut masih jauh dari target yang diinginkan yaitu sebesar 6 sigma. Untuk mencapai peningkatan nilai sigma, maka perlu dilakukan analisa dan perbaikan lebih lanjut terhadap proses spinning. Analisa dan perbaikan dilakukan dengan menggunakan metode FMEA untuk mengetahui akar penyebab kegagalan yang menjadi prioritas penanganan masalah. Berdasarkan analisa tersebut diketahui masalah utama penyebab kegagalan yaitu hembusan udara yang tidak merata pada tahap pendinginan. Penyebab kegagalan tersebut memiliki nilai RPN sebesar 224. Faktor ini sangat mempengaruhi tingkat cacat bundle yarn pada proses spinning. Untuk meminimasi adanya penyebab kegagalan maka diberikan rekomendasi perbaikan agar dapat meningkatkan kualitas proses produksi.

T Tifico Fiber Indonesia Company located at Jalan Raya MH Thamrin, Political district of Panunggangan, Subdistrict of Pinang, Tangerang-Banten, is manufacturer industry that produces polyester, which inside there are many product of synthetic polyester such as cotton and yarn. One of the product that watched is a cotton called short cut, which it produced at department of staple fiber. One of the main process at department of staple fiber is spinning process. spinning process is a process to transform raw material like chip polyester into smooth yarns through some stages like drying and melting. According to data that collected for three months, the defect average percentage in spinning process is 10,60%. Otherwise the target of the company that must be reached is production with defect average percentage just 0,87%. Because the defect percentage is too high, the company should keep increasing quality of production process. To increase the quality, it must be fixed with applying Six Sigma method through some stages of DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve and Control). The purpose of this research is to identify type of defect that happened in spinning process, to analysis potential failure mode in spinning process, and give recommended action for fixing to minimize the the defect percentage in spinning process. Right now, the company has DPMO value about 65.700 with sigma level is 3,00. That value is still too far from the normal target about 6 sigma. To reach increased of sigma level, must do analysis and movement fixing for spinning process. Analysis and repair, doing by using FMEA method to know the main potential failure, which it becomes top priority of handling problem. According to the analysis, the main potential failure has found, which is abnormal of air circulation in cooling process. That potential cause has value of RPN is 224. This factor is very influence the level defect of bundle yam in spinning process. To minimize that potential failure mode, there are some recommended of repairing for the company to increase quality of production process

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?