DETAIL KOLEKSI

Model pengelolaan ekosistim situ sebagai penyerap karbon dalam mitigasi gas rumah kaca : tahun ke 2 dari rencana 3 tahun


Oleh : Melati Ferianita Fachrul, Diana Hendrawan, Mawar D.S. Silalahi, Qurrotu A'ini Besila

Info Katalog

Penerbit : Lemlit - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Halaman : ix, 192 p.

Subyek : Environmental Engineering;Ecosystem Management

Kata Kunci : ecosystem, global warming, water resources, carbon


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_LP_TL_Model-Pengelolaan-Ekosistim_1.pdf 3553.68
2. 2016_LP_TL_Model-Pengelolaan-Ekosistim_2.pdf 1461.09
3. 2016_LP_TL_Model-Pengelolaan-Ekosistim_3.pdf 2489.14
4. 2016_LP_TL_Model-Pengelolaan-Ekosistim_4.pdf 863.8
5. 2016_LP_TL_Model-Pengelolaan-Ekosistim_5.pdf 1343.31
6. 2016_LP_TL_Model-Pengelolaan-Ekosistim_6.pdf 25193.97
7. 2016_LP_TL_Model-Pengelolaan-Ekosistim_7.pdf 1176.84
8. 2016_LP_TL_Model-Pengelolaan-Ekosistim_8.pdf 3805.99
9. 2016_LP_TL_Model-Pengelolaan-Ekosistim_9.pdf 39869.51

D Dalam konteks mengatasi pemanasan global, ekosistim situ berfungsu sebagai pengatur ilklim mikro dimana proses ekologis di dalam situ sangat membantu dalam mengurangi pemanasan udara. Fitoplankton yang terkandung di dalam situ berfungsi sebagai penyerap karbon di udara digunakan dalam proses fotosintetsis dan oksigen yang terbentuk dilepaskan kembali ke udara. Tujuan penelitian tahun kedua ini adalah mengetahui peran potensial fitoplankton dalam menyerap karbon dari hasil penelitian terdahulu dilihat dari produktivitas primer perairan dan memakai hasil tersebut untuk menghitung peran potensial situ-situ di Bogor, Depok, dan Jakarta sebagai penyerap karbon dalam mitigasi perubahan iklim. Urgensi penelitian ini adalah untuk mengatasi masalah strategis berskala nasional adalah mengelola lingkungan terutamanya sumberdaya perairan khusunya situ untuk mengembalikan fungsi ekologisnya dengan pengaturan guna lahan yang rasional antara kawasan tebangun dan ruang terbuka hijau serta kegiatan yang ramah lingkungan serta berkurangnya efek gas rumah kca dengan meningkatnya kualitas udara mikro di sekita situ, sehingga dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan model yang dihasilkan dapat diterapkan di berbagai ekosistim perairan tergenang lainnya seperti (danau, waduk). Penelitian pada tahun kedua dilaksanakan pada 4 (empat) perairan situ dan waduk, yaitu Situ Pemda di Bogor, Situ Pengasinan di Depok, Waduk Sunter Barat dan Waduk Pluit di Jakarta. Pengambilan sempel pada masing-masing situ dan waduk dilakukan sebanyak 4 (empat) kali pada bulan April, Mei, Juni dan Juli 2016. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut pada umumnya kualitas perairan sudah tidak sesuai dengan buku mutu yang diperuntukan akibat terjadinya pencemaran yang berasal dari buangan domestik. Hal ini terlihat dari tingginya nilai para meter kunci yaitu COD )Chemical Oxygen Demand), BOD (Biological Oxygen Demand), fosfat dan nitrat. Dengan kondisi perairan yang diindikasikan tercemar tersebut, namun biota air yaitu fitoplankton yang ditemukan pada perairan tersebut cukup beragam. Struktur fitoplankton yang ditemukan terdapat 6 filum yaitu Cyanophyta, Chrysophyta, Chlorophyta, Euglenophyta, Dinophyta Bacillariophyta. Jenis fitoplankton yang sering ditemukan yaitu Oscillatoria sp l jenis in memiliki sifat resisten terhdapa bahan pencemar. Kelimpahan jenis - jenis fitoplankton dari berbagai filum tersebut, dapat menjadi melakukan penyerapan karbon melalui proses fotosintesis yang terjadi di dalam perairan, sehingga hal ini dapat menjadikan perairan situ atau waduk sebagai penyerap karbon dalam rangka mitigasi gas rumah kaca. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya upaya pengelolaan ekosistim situ atau waduk yang berada di wilayah Bogor, Depok, Jakarta dan sekitarnya.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?