DETAIL KOLEKSI

Karakterisasi serpih Formasi Baong bagian bawah sebagai potensi reservoir dalam sistem hidrokarbon serpih didaerah Langkat - Aru, Cekungan Sumatra Utara : tahun ke 1 dari rencana 1 tahun


Oleh : Denny Suwanda

Info Katalog

Penerbit : Lemlit - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Halaman : vii, 58 p.

Subyek : Hydrocarbons;Oil - shales

Kata Kunci : reservoir, non-conventional, shale hydrocarbons, geomechanics, lower Baong Formations


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_LP_GL_Karakterisasi-Serpih-Formasi_1.pdf 2573.29
2. 2018_LP_GL_Karakterisasi-Serpih-Formasi_2.pdf 2369.95
3. 2018_LP_GL_Karakterisasi-Serpih-Formasi_3.pdf 2063.89
4. 2018_LP_GL_Karakterisasi-Serpih-Formasi_4.pdf 801.29
5. 2018_LP_GL_Karakterisasi-Serpih-Formasi_5.pdf 3114.06
6. 2018_LP_GL_Karakterisasi-Serpih-Formasi_6.pdf 12500.04
7. 2018_LP_GL_Karakterisasi-Serpih-Formasi_7.pdf 2454.79

K Kajian detail terhadap karakteristik serpih sebagai reservoir dalam sistem hidrokarbon serpih (non-konvensional) dengan menggunakan data permukaan untuk menggambarkan model litofasies dan geomekanika, belum pernah dilakukan di Indonesia. OIeh karena itu, potensi serpih sebagai reservoir di dalam sistem hidrokarbon serpih belum diketahui dengan baik, dikarenakan minimnya data permukaan maupun data bawah permukaan, khususnya data batuan inti.Penelitian karakteristik litofasies dan asosiasi litofasies serpih Formasi Baong bagian bawah yang diintegrasikan dengan karakteristik geomekanika (indeks kegetasan), dapat menjadi metode awal dalam mengidentifikasi zona yang berpotensi sebagai reservoir didalam sistem hidrokarbon serpih. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat terhadap masa depan eksplorasi minyak dan gas bumi di Indonesia, khususnya pada cekungan-cekungan sedimen yang sudah dewasa, sehingga mendorong penemuan cadangan baru di Indonesia.Tahapan Penelitian yang dilakukan meliputi: pengumpulan data hasil observasi lapangan, pemrosesan data dan analisis Iaboratorium, dilanjutkan dengan melakukan analisis data terhadap pola-pola yang dihasilkan dari pemrosesan data; disajikan dalam bentuk kolom stratigrafi lintasan dan karakteristik litofasies yang diintegrasikan dengan data geomekanika (indeks kegetasantbrittleness index).Hasil penelitian adalah a) Hasil uji tekan (Test Hammer) menunjukan dari masih masing litologi yang dijumpai di lapangan mempunyai nilai uji tekan (Sch. Hammer Test) berbeda, yakni untuk batulanau dan batulempung menunjukkan nilai yang paling tinggi (slightly strong rock) dibandingkan dengan batulempung lanauan pasiran karbonatan (slightly soft rock); b) Berdasarkan dari hasil analisis laboratorium yang telah dilakukan, maka disimpulkan karakteristik litologi Formasi Baong bagian bawah di daerah penelitian dapat dibagi menjadi 11 Litofasies, yakni sebagai berikut: umur NN5 (Miosen Tengah) terdiri atas: Calc. Mud-Shale, Calc. Sandy Mudstone, Calc. Claystone dan Sandy Claystone, umur NN6 (Miosen Tengah) terdiri atas: Calc. Mudstone, Claystone dan Calc. Silty Claystone dan umur NN7 (Miosen Tengah) terdiri atas: Mud-Shale, Calc. Siltstone, Sandy Mudstone dan Calc. Clay-Shale; c) Hasil perhitungan indeks kegetasan/Brittleness Index (BI) diperoleh litofasies yang mempunyai nilai BI tertinggi adalah Sandy Claystone dan Sandy Mudstone. Sedangkan untuk litofasies yang mempunyai nilai BI rendah adalah Claystone; d) Litofasies Sandy Claystone dan Sandy Mudstone dengan nilai BI paling tinggi, merupakan zona yang berpotensi sebagai reservoir didalam sistem hidrokarbon serpih; e) penelitian ini menunjukan bahwa serpih Formasi Baong bagian bawah secara detail mempunyai karakteristik litologi dan geomekanika yang bervariasi

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?