DETAIL KOLEKSI

Analisa kadar gas sulfur dioksida (SO2) dan partikulat di udara ambien, dampak dari PT Pertamina (Persero) UP VI Balongan Indramayu .


Oleh : Andreas Stephen Hutasoit

Info Katalog

Nomor Panggil : TATL.06608

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2006

Pembimbing 1 : Soepangat Soemarto

Pembimbing 2 : Asih Wijayanti

Subyek : Air pollution

Kata Kunci : air pollution, Dioxide Sulphur (SO2), partculate, pollution concentrate, PT.Pertamina (Persero)


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2006_TA_STL_08200008_Halaman-Judul.pdf 2762.71
2. 2006_TA_STL_08200008_Bab-1.pdf 987.42
3. 2006_TA_STL_08200008_Bab-2.pdf 3444.62
4. 2006_TA_STL_08200008_Bab-3.pdf 1306.88
5. 2006_TA_STL_08200008_Bab-4.pdf 8571.17
6. 2006_TA_STL_08200008_Bab-5.pdf 735.04
7. 2006_TA_STL_08200008_Daftar-Pustaka.pdf 681.78
8. 2006_TA_STL_08200008_Lampiran.pdf 10084.64

P PT. Pertamina (Pesero) UP-VI Balingan selaku industri minyak nasional dalam memenuhi laju kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri mempunyai andil yang cukup besar dalam masalah lingkungan hidup terutama masalah pencemaran udara akibat gas yang ditimbulkan. Penelitian dilakukan terhadap parameter SO2 dan partikulat yang ditimbulkan dari unit Boiler A/B, C/D, E dan Crude Distillation Unit (CDU) pada kualitas udara ambien di daerah wisata yaitu pantai wisata yaitu pantai Tirta Maya, Limbangan dan Balongan. Efek-efek SO2 dalam berbagai variasi konsentrasi dapat menimbulkan penyakit seperti pada konsentrasi 185 ug/m kubik penyakit paru-paru dan saluran pernapasan meningkat 0,9 ppm menyebabkan tingginya angka kematian. 0,25 ppm bergabung dengan smoke pada konsentrasi 750 ug/m kubik sehingga menaikan angka kematian harian dan kenaikan tajam angka kesakitan (kenneth and warner, 1981). Efek partikulat dalam berbagai variasi konsentrasi dapat menyebabkab penurunan visibilitas pada konsentrasi 100-150 ug/m kubik, naiknya angka penyakit 100 - 130 ug/m kubik, menyebabkan terganggunya saluran pernafasan anak 200 ug/m kubik, gejala perubahan penderita bronkitis menjadi akut dan pada konsentrasi 750 ug/ kubik (WHO, 1979). Metode penelitian menggunakan pendekatan hasil pengukuran dan perhitungan teoritis (Gausian Model). perbandingan perhitungan teoritis dan pengukuran lapangan untuk ke 3 (titik) yaitu pantai Tirta Maya (titik 1), Limbangan (titik 2) dan balongan (titik 3) adalah sebagai berikut : dari hasil perhitungan teoritis didapatkan konsentrasi SO2 yang tertinggi untuk titik 1 (pantai Tirta Maya) hari selasa malam pukul 19.00 - 21.00 adalah 91.38 ug/Nm kubik sedangkan pengukuran lapangan didapat konsentrasi tertinggi 183.12 ug/Nm (3), terendah 89.04 ug/Nm (3). hasil perhitungan teoritis SO2 yang tertinggi untuk titik 2 (pantai Limbangan) hari selasa malam pukul 19.00 - 21.00 adalah 52.61 ug/Nm(3), terendah hari selasa siang pukul 13.00 - 15.00 adalah 17.79nug/Nm(3), sedangkan pengukuran lapangan didapat konsentrasi tertinggi 105.45 ug/Nm(3), terendah 40.41 ug/Nm(3). Dari hasil perhitungan teoritis SO2 yang tertinggi untuk titik 3 (Pantai Balongan) hari selasa malam pukul 19.00 - 21.00 adalah 40.75 ug/Nm(3)., terendah hari selasa siang pukul 13.00 - 15.00 adalah 24.06 ug/Nm(3), pengukuran lapangan didapat konsentrasi tertinggi 81.46 ug/Nm(3), terendah 55.75 ug/Nm(3). hasil perhitungan teoritis partikulat didapatkan konsentrasi yang tertinggi untuk titik 1 (Pantai Tirta maya) hari Selasa malam pukul 19.00 - 21.00 adalah 58.55 ug/Nm(3), terendah hari Selasa pagi pukul 07.00 - 09.00 adalah 25.55 ug/Nm(3), sedangkan pengukuran lapangan didapat konsentrasi tertinggi 116.19 ug/Nm(3), terendah 51.15 ug/Nm(3). hasil perhitungan teoritis partikulat yang tertinggi untuk titik 2 (Pantai Limbangan) hari Selasa malam pukul 19.00 -21.00 adalah 58.67 ug/Nm(3), terendah hari Selasa pagi pukul 07.00 - 09.00 adalah 18.13 ug/Nm(3). Dari hasil perhitungan teoritis partikulat yang tertinggi untuk titik 3 (Pantai Balongan) hari Selasa malam pukul 19.00 - 21.00 adalah 33.36 ug/Nm(3), terendah hari Selasa siang pukul 13.00 - 15.00 adalah 16.87 ug/Nm, pengukuran lapangan didapat konsentrasi tertinggi 73.88 ug/Nm(3), terendah 43.57 ug/Nm(3). Berdasarkan hasil perhitungan teoritis, sebaran emisi gas buang SO2 dan partikulat dari cerobong Steam Boiler A/B, C/D, E dan Crude Distillation Unit (CDU) unit 11 terhadap daerah wisata yaitu pantai Tirta Maya, Limbangan dan Balongan yang ada di sekitar lokasi kilang, masih jauh di bawah Baku Mutu Udara Ambien Nasional yaitu Peraturan Pemerintah RI Nomor 41 tahun 1999. Oleh karena itu tidak berdampak negatif bagi daerah wisata yang ada di sekitar lokasi kilang PT. pertamina (Pesero) UP-VI Balongan. sebaiknya dilakukan secara rutin oleh pihak LKKK di semua daerah wisata yang ada di sekitar kilang minyak, sehingga dicapai lingkungan wisata yang aman dari dampak berbagai proses pengolahan minyak PT. Pertamina (Pesero) UP-VI Balongan.

P PT. Pertamina (peserro) UP-VI Balongan as an national oil industry in fulfilling the needs of fuel which play a major role in the environment issues, particularly the air pollution issue due to the related gas. This research was implemented towards the SO2 and particulate which was resulted from the Boiler A/B, C/D, E and Crude Distillation Unit (CDU) on the ambient air quality on the tourism area, which is on Tirta Maya beach, Limbangan and balongan. The SO2 effect in several concentrate could cause major disease and harm such at the concentrate level of 185 u/m(3) that lung and perspiration disease. On the 0.19 ppm could increase the death the rate. 0.25 ppm combined with smoke on the concentration of 750 u/m(3) could increase the daily date (Kenneth and Walker, 1981). The effect of particulate in several variation of concentration could decrease the visibility on the concentration of 100-150 u/m(3), and the increased the disease rate of 100-130 u/m(3), could cause the harm on the child perspiration of 200 u/m(3), and the symptoms of brounchitis disease could be more acute on the concentrate of 750 u/m(3) (WHO, 1979). The research method was used here is the research result and theoretical approaches (Gaussian Model). The comparison of the theoretical measurement and field research were implemented toward 3 (three) points which are: Tirta Maya beach (first point), Limbangan (Second point) and balongan (third point), which stated : from the theoritical research result was obtained the highest SO2 concentrate for the first point (Tirta Maya beach) on Tuesday nigh on 19.00 - 21.00 pm is 91.38 u/Nm(3), the lowest is on the Tuesday at 13.00-15.00 is 33.09 u/Nm(3), While for the highest measurement concentrate for the second point (Limbangan Beach) on Tuesday night on 19.00-21.00 pm is 52.61 u/Nm(3), the lowest is on the Tuesday at 13.00-15.00 is 17.79 u/Nm(3), and for the fild research was obtained the highest of 105.45 u/Nm(3), and the lowest is 40.41 U/Nm(3). From the research result for the theoretical measurement towards SO2 concentrate for the thrird point Balongan Beach) on Tuesday night on 19.00 - 21.00 pm is 40.75 u/Nm(3), the lowest is on the Tuesday at 13.00-15.00 is 24.06 u/Nm(3), and the field measurement was obtained the highest concentration of 81.46 u/Nm(3), and the lowest is 55.75 u/Nm(3). The research result of the particulate theoretical measurement was obtained the highest concentration for the point (Tirta Maya Beach) on Tuesday night on 19.00-21.00 pm is 58.55 u/Nm(3), the lowest is on the Tuesday at 07.00-09.00 is 25.55 u/Nm(3), while for the field measurement was obtained the highest concentrate of 116.19 u/Nm(3), and the lowest is 51.15 u/Nm(3). The theoretical measurement highest partikulatefor the second point (Limbangan Beach) on Tuesday night on 19.00-21.00 pm is 59.67 u/Nm(3), the lowest is on the Tuesday am at 07.00-09.00 am is 18.13 u/Nm(3). And from the highest theoretical particulate measurement, for the third point (Balongan Beach), on tuesday night on 19.00-21.00 pm is 33.36 u/Nm(3), the lowest is on the Tuesday at 13.00-15.00 is 16.87 u/Nm(3), while for the field measurement was obtained the highest concentrate of 73.88 u/Nm(3), and the lowest is 43.57 u/Nm(3). The theoretical measurement the compound of emission gas and SO2 and the particulate from the steam chimistry, boiler A/B, C/D, E and Crude Distillation Unit (CDU) toward 11 units of tourism areas such as Tirta Maya, Limbangan and Balongan beaches that places surround the oil mine, are still far beyond the national ambient which is the regulation of the Republic of Indonesia goverment Number 41 year 1999. Therefore, there is no negative towards the tourism areas surround the gas mine of PT. Pertamina (pesero) UP-VI Balongan. It was suggested for the LKKK to perform regular monitor toward all tourism areas surround the gas mine, a better tourism environment, save from all process impact of oil processing from PT. Pertamina (Pesero) UP-VI Balongan.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?