DETAIL KOLEKSI

Alternatif pengembangan kawasan perumahan (studi kasus: Bukit Halimun Luwuk, Sulawesi Tengah)


Oleh : Sitti Aisyah Putri

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Pembimbing 1 : Anita Sintawati Wartaman

Pembimbing 2 : Benny Benyamin Soeharto.

Subyek : Housing

Kata Kunci : RTBL Bukit Halimun Region, a residential area


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2012_TA_SPW_08307013_Halaman-Judul.pdf 1787.44
2. 2012_TA_SPW_08307013_Bab-1.pdf 640.26
3. 2012_TA_SPW_08307013_Bab-2.pdf 1529.57
4. 2012_TA_SPW_08307013_Bab-3.pdf 665.1
5. 2012_TA_SPW_08307013_Bab-4.pdf 1452.85
6. 2012_TA_SPW_08307013_Bab-5.pdf 2291.99
7. 2012_TA_SPW_08307013_Bab-6.pdf 615.27
8. 2012_TA_SPW_08307013_Daftar-Pustaka.pdf 586.93

P Penelitian ini bertujuan untuk mewadahi kebutuhan tempat tinggal penduduk yang beraktivitas di Kawasan Bukit Halimun sesuai dengan kebijakan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Bukit Halimun. RTBL Kawasan Bukit Halimun lebih ditekankan sebagai alat pengendali dan pengawasan pelaksanaan pembangunan daerah untuk mengoptimalkan fungsi Kawasan Bukit Halimun sebagai wadah pengembangan fungsi kota, baik secara internal maupun eksternal, dalam rangka pengembangan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Banggai khususnya, maupun Sulawesi Tengah pada umumnya. Dalam penelitian ini, terdapat berbagai macam kendala terutama kondisi fisik Kawasan Bukit Halimun ditinjau dari segi topografi yang berlereng curam, jenis tanah yang tidak sesuai untuk dibangun kawasan perumahan serta keterbatasan lahan yang memiliki kemiringan yang sesuai untuk dibangun kawasan perumahan. Dalam RTBL Kawasan Bukit Halimun disebutkan bahwa jumlah rumah yang harus dibangun adalah 1004 unit dengan rincian untuk tipe rumah mewah berjumlah 100 unit dengan luas 250 m2/ unit, tipe rumah menengah berjumlah 301 unit dengan luas 175 m2/ unit dan tipe rumah sederhana berjumlah 603 unit dengan luas 100 m2/unit. Total lahan yang diperuntukkan sebagai kawasan perumahan di Bukit Halimun adalah 27,6 Ha. Setelah dilakukan analisis kondisi fisik kawasan Bukit Halimun maka lahan yang bisa digunakan untuk pembangunan perumahan berjumlah 15,8 Ha dan lahan yang berlereng curam atau tidak dapat dibangun berjumlah 11,8 Ha. Namun, melihat kondisi fisik kawasan Bukit Halimun yang terdiri dari iklim, jenis tanah, geologi, air tanah dan topografi kurang sesuai untuk dibangun kawasan perumahan, oleh karena pertimbangan tersebut maka lahan yang dapat dibangun untuk kawasan perumahan dan fasilitasnya adalah lahan dengan kemiringan 0 – 8 % dengan total luas 93.220 m2 atau sekitar 9,32 Ha. Oleh karena itu diperlukan alternatif pengembangan perumahan yang sesuai dengan kondisi fisik Kawasan Bukit Halimun agar lahan yang terbatas tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?