DETAIL KOLEKSI

Hubungan tingkat kebisingan pesawat udara terhadap kesehatan pekerja di sekitar lokasi landasan Pacu I dan 2 bandar Udara International Soekarno Hatta


Oleh : Agrivickona Ario V

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2008

Pembimbing 1 : Paido H

Pembimbing 2 : Sintorini

Subyek : Noise pollution;Occupational health

Kata Kunci : noise, airport, employee


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2008_TA_STL_08202001_Halaman-judul.pdf 652.5
2. 2008_TA_STL_08202001_Bab-1.pdf 727.05
3. 2008_TA_STL_08202001_Bab-2.pdf 1590.69
4. 2008_TA_STL_08202001_Bab-3.pdf 893.48
5. 2008_TA_STL_08202001_Bab-4.pdf 1124.79
6. 2008_TA_STL_08202001_Bab-5.pdf 680.73
7. 2008_TA_STL_08202001_Daftar-Pustaka.pdf 618.52
8. 2008_TA_STL_08202001_Lampiran.pdf 6045.93

B Bandar Udara Intemasional Soekamo - Hatta sebagai salah satu bandar udara terbesar di Indonesia yang saat ini berhasil menerbangkan 70.000 orang tiap harinya, spesifikasi panjang landasan pacu (runway) I dengan nomor 07R/25L sebesar 3600 m dan runway 2 dengan nomor 07L/25R sebesar 3660 m dan lebar 60 m. Pengukuran bising pada Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dilakukan di 4 titik di sekitar wilayah runway I dan 2 dengan menggunakan alat Sourid Level Meter (SLM) pada jarak 300 m dari runway. Untuk mengetahui keluhan yang dialami oleh pekerja di area runway maka dilakukan penyebaran kuesioner terhadap pekerja. Kuesioner yang disebarkan sebanyak 120 buah dengan spesifikasi 20 buah pada tiap unit PKP-PK, serta 60 buah pada area perkantoran. Hasil pengukuran berkisar antara 72,15 dB(A) sampai dengan 87,93 dB(A). Perhitungan tingkat pemaparan kebisingan (TWA) dilakukah pada titik 1 hingga 4, adapun titik 1 dan2 tidak dilanjutkan karena masih dibawah ambang batas yang disyaratkan sebesar 85 dB(A) oleh Kep- 51/MEN/1999. Perhitungan TWA di titik 3 dan 4 menunjukkan bahwa waktu pemaparan yang diizinkan sebesar 5,48 jam dan 5,33 jam dan pemaparan sebesar88,40 dB(A) dan 88,52 dB(A). Dari penyebaran kuesioner didapat basil bahwa sebanyak41,67 % pekerja di unit PK:P-PK mengalami gangguan pendengaran, dan di area perkantoran sebanyak 3,33 %. Berdasarkan analisis statistik terlihat bahwa kepatuhan terhadap penggunaan alat pelindung diri (APO) memiliki hubungan yang relevanterhadap gangguan pekerja di unit PKP-PK dan pekerja di unit tersebut dengan masa kerja > 10 tahun memiliki resiko 1,~ kali mengalanj] gangguan pendengaran dibanding masa kerja < I0 tahun. Adapun pekerja di perkantoran dengan umur > 50 tahun memiliki resiko 4, 1 kali lebih besar untuk mengalami gangguan pendengaran dibanding pekerja dengan umur < 50 tahun. Efektifitas penggunaan APD sebaiknya ditingkatkan dengan pemeriksaan berkala oleh pihak K3 PT. Angkasa Pura II serta pemberian sanksi bagi yang melanggar, begitu pula dengan pemberian barrier pada daerah yang berhubungan langsung dengan lokasi kerja serta pemberian peredam akustik pada bangunan PKP-PK.

S Soekarno - Hatta International Airport as one of the largest airports in Indonesia has flew over 70.000 passengers every day nowadays, it has 2 runways with specification number07R/25L, length 3600 m (lst runway), 3660 m (2nd runway), width 60 m and can be used for Boeing 747 landing. Noise level measurement at Soekarno - Hatta International Airport conducted at 4 measurepient points around 1st and 2nd runway using Sound Level Meter at 300 m from runway. Questionnaire was given to the employees around runway to observe their health problem. 120 questionnaires was given to 20 employees at South PKP-PK, 20 to North PKP~PK, 20 to Central PKP-PK, and 60 more to the employees at building. The result o noise level measurement was due from 72,15 dB(A) to 87,93 dB(A).As for Time Weighted Average (TWA) calculation was only conducted at point 1 to point 4, but point 1 and point 2 was not included at the calculation due to normal result at point 1 and 2 compared to the permitted threshold 85 dB(A) which ruled by Kep - 51 /MEN/1999. As for point 3 and 4 the result shown that Time Weighted Average are 88,40 dB(A) and 88;52 dB(A) for 5,48 hours and 5;33 hours. From the questionnaire the result shown that 41,67 % of employees at PKP-PK unit had hearing problem, as for office employees is 3,33 %. After conducted some statistical analysis in logistic regression method, the result shown that Self Protection Device was the only significant relation due to employees' hearing problem with 1,5 times larger hearing problem chance to the employees with more than 10 years work duration compared to theless than 10 years work duration employee. As for. the official workers the risk was 4, ltimes for the employees with more than 50 years old age compared to less than 50 years old age. Self Protection Device usage should be more effective with regular inspection by the occupational safety authorities and punishment to the indiscipline employee, and to place more barriers at the location which has direct impact to the employees, and also placing some acoustic noise absorber at PKP-PK building.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?