DETAIL KOLEKSI

Pengkajian tingkat kebisingan lalu lintas scara offline


Oleh : Daylila Isabela

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2006

Pembimbing 1 : Bambang Iswanto

Pembimbing 2 : Wisma B.Y.

Subyek : Traffic Noise

Kata Kunci : noise measurement of traffic, traffic stream, individual noise


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2006_TA_STL_08297014_halaman-Judul.pdf 1575.42
2. 2006_TA_STL_08297014_Bab-1.pdf 704.82
3. 2006_TA_STL_08297014_Bab-2.pdf 1517.52
4. 2006_TA_STL_08297014_Bab-3.pdf 852.48
5. 2006_TA_STL_08297014_Bab-4.pdf 4334.68
6. 2006_TA_STL_08297014_Bab-5.pdf 635
7. 2006_TA_STL_08297014_Daftar-Pustaka.pdf 615.76
8. 2006_TA_STL_08297014_Lampiran.pdf 3538.66

P Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kebisingan pada Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Pusarpedal-Bapedal), kawasan Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai Juli 2005.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan metode pengukuran kebisingan lalu lintas langsung di lapangan terdiri dari 5 kota, yaitu Medan, Surabaya, Palangkaraya, Denpasar dan Pekanbaru dengan metode pengukuran secara offline di laboratorium. Selain itu juga bertujuan untuk memvalidasi metode pengukuran secara langsung di lapangan dengan pengukuransecara offline di laboratorium. Hasil yang telah diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan antara data lalu-lintas kota Medan dan Denpasar di lapangan dengan data lalu-lintas yang direkam di dalam laboratorium. Tidak ada hubungan antara data lapangan, yaitu di kota Palangkaraya, Surabaya dan Denpasar dengan data laboratorium. Untuk nilai LAeq yang memenuhi syarat adalah kota Medan dengan R2 = 0,8631 dan Denpasar dengan R2 = 0,8276, sedangkan nilai LAeq yang keciladalah kota Palangkaraya dengan R2 = 0,418, Surabaya dengan R2 = 0,5395 dan Pekanbaru dengan R2 = 0,399. Terjadinya persamaan data pengukuran di lapangan (kota Medan dan Denpasar) dengan data pengukura.n di laboratorium adalah karena jenis sumber suaranya sama, level suara maksimum dan energinya sudah disamakan, waktu pengambilan data dan alat-alat yang digunakan pada saat pengukuran juga sama. Terjadinya perbedaan data pengukuran di lapangan dengan data pengukuran laboratorium kota Palangkaraya, Surabaya dan Pekanbaru adalah karena beberapa faktor, seperti aliran lalu-lintas, volume dan kebisingan individu kendaraan, keadaan permukaan tanah, posisi terhadap lalu• lintas, barier dan faktor iklim.Dari basil penelitian yang telah dilakukan disarankan bahwa untuk pengambilan data di lapangan dapat diperbanyak, disesuaikan dengan waktu yang ada. Perlu penelitian lebih lanjut tentang faktor - faktor yang mempengaruhi, sehingga terjadi persamaan polynomial serta kajian statistik yang lebih komprehensif.

T This research was conducted in the Laboratory of Noise at the Medium Center of Environmental Impact Operation, Operation Institute of Environmental Impact (Pusarpedal-Bapedal), in the area of Development Center of Science and Technology (Puspiptek) Serpong. This research was conducted in April to July 2005.The aims of the research were to compare the method of noisemeasurement of traffic in the field of 5 cities, i.e. Medan, Surabaya, Palangkaraya, Denpasar and Pekanbaru with the methode of noise measurement by offline in the laboratory. Besides that, the aim was to validate measurement method directly in the field with the measurement by oflline inlaboratoryThe research revealed that there was relation between field data of traffic of Denpasar city with the traffic data recorded in laboratory. There was no relation between field data of Palangkaraya, Surabaya and Denpasar cities with the laboratory data.The valid value of LAeq was Medan city by R2 = 0.8631 and Denpasarcity by R2 = 0.8276, while lower value of LAeq was Palangk~~a city by R2 =0.418, Surabaya city by R2 = 0.5395 and Pekanbaru city by R = 0.399. Thesimilar measurement data in the field (Medan and Denpasar cities) with the measurement data in the laboratory were caused by same type of source of voice, level of voice maximum and its equalized energy, time of data collection and devices used in the measurement were also same. The difference of measurement data in the field with the data of measurement in the laboratory of Palangkaraya, Surabaya and Pekanbaru cities were caused by some factors, such as traffic stream, individual noise and volume of vehicle, situation of land, ground surface, position to traffic, barier and climate factors.Based on the research results, it can be suggested that for the continuation of research it can be conducted by variation of using difference distances to determine the comparison between field data with the laboratory. For the research in laboratory it is needed a highly accuracy in order not to be happened the deviation and mistake, so that an expected results can be reached.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?