DETAIL KOLEKSI

Penerapan model sistem dinamik dalam penentuan kualitas air waduk buatan sebagai sumber air baku di Kawasan Industri MM 2100 Cibitung


Oleh : Anggoro Wisaksono

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2004

Pembimbing 1 : Winarni

Pembimbing 2 : Ramadhani Yanidar

Subyek : Water resources

Kata Kunci : dynamic system modelling, pond water


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2004_TA_STL_08299010_Halaman-Judul.pdf 1410.5
2. 2004_TA_STL_08299010_Bab-1.pdf 707.39
3. 2004_TA_STL_08299010_Bab-2.pdf 2034.36
4. 2004_TA_STL_08299010_Bab-3.pdf 1373.63
5. 2004_TA_STL_08299010_Bab-4.pdf 755.8
6. 2004_TA_STL_08299010_Bab-5.pdf 1615.69
7. 2004_TA_STL_08299010_Bab-6.pdf 2330.99
8. 2004_TA_STL_08299010_Bab-7.pdf 671.88
9. 2004_TA_STL_08299010_Daftar-Pustaka.pdf 646.69
10. 2004_TA_STL_08299010_Lampiran.pdf 6217.65

K Kawasan Industri MM2100 adalah salah satu kawasan industri yang terdapat di wilayah Kabupaten Bekasi, Untuk memenuhi kebutuhan air di kawasan Industri MM2100, dibangun sebuah Instalasi Pengolahan Air Bersih yang mendapatkan air bakunya dari Sungai Tarum Barat. Pengambilan air baku dari Kanal Tarum Barat mempunyai kekurangan di segi ekonomis. Artinya jika tidak hanya mengandalkan Sungai Tarum Barat sebagai sumber air baku utama maka dapat mengurangi pengeluaran biaya operasional. Maka dengan demikian diperlukan sumber air baku altematif, yaitu yang berupa pond atau waduk yang terletak pada salah satu lokasi di area Kawasan Industri, yaitu hanya ± 100 meter sebelah barat dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) itu sendiri.Dalam hal ini maka dipilihlah metode dinamik dalam permodelan penentuan volume pemakaian air baku yang akan diolah di IPA dan didistribusikan ke Kawasan Industri MM2100. Pemilihan metode dinamik sebagai alat analisis di permodelan ini didasari oleh beberapa pertimbangan. Pertimbangan ini diambil dari anggapan• anggapan bahwa ada kesamaan-kesamaan antara p.erilaku sistem dengan perilaku model sistem dinamik.Kalibrasi model ini bertujuan untuk menganalisa persamean matematis pada model. Kesimpulan yang dapat ditarik dari simulasi kcilibrasi ini adalah bahwa modelmendekati kenyataan, akan tetapi model baru bisa mempresentasikan perilaku hujanjatuh secara merata dengan durasi ~ jam. Sedangkan pada kenyataannya tidakdemikian. Model dengan output bulanan dapat menunjukkan apakah waduk dapat memenuhi kapasitas disain IPA 360000 ma/bulan, akan tetapi pada kenyataannya, hujan terjadi hanya selama durasi tertentu dan secara acak. Model dengan output tiap jam menggambarkan debit masuk jika curah hujan dengan durasi hujan 4 jam, telah mewakili curah hujan dalam 1 hari, Model dengan output tiap jam ini mempunyai kelemahan mendasar, yaitu model masih menggunakan data hujan setiap bulan, sehingga untuk mengetahui basil simulasi sampai 1 tahun hams memasukkan data setiap bulannya.Berdasarkan skenario kebijakan dan basil simulasi, dapat dibuat kebijakan mengenai penggunaan waduk secara maksimal dengan mencari debit yang paling tepat untuk dialirkan ke IPA agar dapat terns beroperasi pada musim kering. Biaya operasional yang dikeluarkan adalah Rp 324.787.118,-/thn atau Rp.75/ma air, penggunaan waduk dan kanal skenario kebijakan dapat menghemat Rp 579.118.594,•/thn atau Rp.134/ma air. Mengacu pada basil simulasi, maka penggunaan waduk dapat dimanfaatkan secara maksimal. Fungsi waduk yang pada awalnya hanya sebagai bak tampungan air hujan berubah menjadi sumber daya air potensial.

T The MM2100 Industrial Town is the one of the industrial estate located in Bekasi. To fulfill the need of water, a Water Treatment Plant (WfP) was built that water was get from West Tarum Canal. Water withdrawal from West Tarum Canal has weaknesses from side of economic. It means that if there were more than one mainstay standard water resource i.e : not only from West Tarum Canal, so. the operational cost could be decreased. So that alternative water resource is needed, it is in the form of pond which is situated in the industrial estate itself, located at± 100 meter western of Water Treatment Plant (WTP).Dynamic method chosen as analysis tool is based on few consideration. Ittook from an opinion of similarities between system behaviour and dynamicsystem modelling. In this matter, dynamic method is chose in the used watervolume determination modelling which Will be cultivater at WfP and distributedto MM2100 industrial estate.The purpose of Calibration is to analyze the model's mathematic equations. Conclution of calibratiom. is approaches the reality or can be representated the truth. Eventhough it only represent rains that fall in 24 hours a day. It is not represent the truth. In the model with monthly output, the used of a pond is maximated succesftilly to meet the neea of '\iVPP 360000 me/month, but . heavy rain not be fell in every month, the truth are rain dould be fall in some kind of duration and fall randomly. A model with hourly output represents rain that fall more than one day full, but it fell only 4 hours. The weakness of hourly output model is the model could only hold rainfall data every month, so to count the simulation calculation for a year, it has to put data month by month.According to the policy scenario, a policy of maximum pond's used could be made. This policy could only be made as the policy could decrease the cost. The cost that has been spent for operational are Rp 324.787.118,-/year or Rp.75/m3 water, the use of this scenario can reduced cost up to Rp 579.118.594/year or Rp.134/m3 water. The. According to the simulation result, so the use of the pond flows can be maximum benefited. The function of the pond that was only for the rainfall and drainage catchment, is changed become a potential water resources.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?