DETAIL KOLEKSI

Tingkat kebisingan lokasi Bandar Udara International Halim Perdana Kusuma Jakarta


Oleh : Dwiky Aditya Graha

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Melati FF.

Pembimbing 2 : Mawar DS

Subyek : Enviromental management - Noise level

Kata Kunci : airport, noise, WECPNL method, noise contour.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_STL_08203012_Halaman-Judul.pdf 1190.6
2. 2011_TA_STL_08203012_Bab-1.pdf 791.16
3. 2011_TA_STL_08203012_Bab-2.pdf 798.38
4. 2011_TA_STL_08203012_Bab-3.pdf 1120.13
5. 2011_TA_STL_08203012_Bab-4.pdf 1232.92
6. 2011_TA_STL_08203012_Bab-5.pdf 3086.81
7. 2011_TA_STL_08203012_Bab-6.pdf 652.67
8. 2011_TA_STL_08203012_Daftar-Pustaka.pdf 636.87
9. 2011_TA_STL_08203012_Lampiran.pdf 979.64

B Bandar Udara Intemasional Hallin Perdanakusuma sebagai salah satu bandar udara yang ada di Indonesia saat ini bandara Halim Perdanakusuma menerbangkan 329.052 orang penumpang setiap tahunnya, spesi:fikasi panjang yang memiliki Nomor Landasan (Heading)06R/24L, dengan panjang landasan pacu 3.000 m dan lebar 60m. lntensitas kebisingan di bandar udara ditentukan oleh jumlah pesawat udara yang beroperasi (secara kumulatif selama 24 jam). Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas kebisingan yang ditimbulkan dari adanya aktifitas pesawat terbang baik yang tinggal landas (take off) maupun yang mendarat (landing). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas kebisingan pada kawasan bandar udara terutama pada lokasi di sekitar area landasan pacu (runway) dan pemukiman sekitar area landasan pacu (runway), menghitung indeks kebisingan dengan metode WECPNL (Weighted Equivalent Continuous Perceived 'NoiseLeVelj clan menggambar Noise Level Contour di sekitar Bandara, Penelitian dilaksanakan mulai pada bulan April 2010 sampai dengan bulan Mei 2010. Lokasi penelitian yaito. Jalur landasan pacu (runway) dan pada pemukiman sekitar Area Runway, Bandar Udara futemasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Data-data intensitas kebisingan dil).eroleh dengan cara melakukan pengukuran langsung di lapangan, menggunakan alat Sound Level Meter yang dilakukan selama 24 jam yaitu antara jam 00.00-24.00 WIB guna mengetahui tingkat kebisingan. Untuk menghitung indeks bising dalam penelitian ini digunakan metode Weightened Continous Perceived Noise Level (WECPNL) yang dilakukan pada 8 titik pengukuran. Hasil pengukuran berkisar antara 62,86-90,96 dB(A), dimana intensitas bising terendah berada pada lokasi JI. KerjaBakti Mkm, landasan pacu (runway) dengan nomor landasan 24L. Intensitas tertinggi berada pada lokasi JI. Jatiwaringin, landasan pacu (runway). Frekuensi penerbangan tertinggi terjadi antara jam 07.00 - 19.00 WIB. Jumlah pergerakan pesawat (N) dalam satu hari (24 jam) untuk landasan pacu (runway) diperoleh sebanyak 174 pergerakan. Hasil dari perhitungan indeks WECPNL berkisar antara 63, 19-72,88. Dari basil ini selanjutnya dibuat Kontur Kawasan Kebisingan sesuai denganKeputusan Menteri Perhubungan No. KM 48 Tahun 2002.

H Hallin Perdanakusuma International Airport as one of the existing airports in Indonesia today Hallin Perdanakusuma airport to fly 329,052 passengers each year, which has a length specification No. Platform (Heading) 06R/24L, with a runway length of 3000 m and a width of 60m. The intensity noise at the airport is determined by the number of aircraft operated (cumulatively over 24 hours). The purpose of this study was to determine the intensity of noise generated from the activities of both aircraft that take off (take oft) and the landing (landing). The purpose of this study was to determine the intensity of noise at the airport area, especially at locations around the area of the runway (runway) and the settlements around the area of therunway (runway), calculate the noise index method WECPNL (Weighted Equivalent Continuous Perceived Noise Level) and drawing Noise Eevel Contour around the airport. The experiment was conducted starting in• April 2010 to May 2010. Location of the study ie Line runway (runway) and the settlements around the area Runwa\, Halim Perdanakusuma International Airport, Jakarta. Noise intensi~ data obtained b;y direct measurement in the field, using a Sound Level Meter made during 24 hours of between 00.00-24.00 hours GMT in order to determine the level of noise. To calculate the noise in this study used the method Weightened Continuous Perceived Noise Level (WEGPNL) conductedon 8 points of measurement. The measurement results ranged from 62.86 to 90.96 dB (AJ, wHere the lowest noise intensity is at a location Jl. KerjaBakti MSM, runways (runway) with a number of runway 24L. The highest intensity is at a location Jl. Jatiwaringin, runways (runway). The highest :frequencyof flights between the hours of7:00 a.m. to 7:00 p.m. GMT. The number of aircraft movements (N) in one day (24 hours) for the runway (runway) gained as much as 174 movement. Results of calculation WECPNL index ranged from 63.19 to 72.88. From these results subsequently made Noise Contour Area in accordance with the Minister of Transportation No. KM 48 Year 2002.Keyword : Airport, Noise, WECPNL Method, Noise Contour.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?