DETAIL KOLEKSI

Analisis risiko intensitas penerangan dan kebisingan terhadap kesehatan dan keselamatan kerja (studi kasus : terminal bahan bakar minyak Pelumpang PT Pertamina (Persero) Jakarta Utara


Oleh : Nurul Irfan Arian

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : MM Sintorini

Pembimbing 2 : Melati Ferianita Fachrul

Subyek : Risk analysis of noise exposure

Kata Kunci : intensity of lighting, noise, risk analysis, eye fatigue


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TL_082001300029_Halaman-Judul.pdf 2681.2
2. 2018_TA_TL_082001300029_Bab--1.pdf 686.24
3. 2018_TA_TL_082001300029_Bab-2.pdf 1200.14
4. 2018_TA_TL_082001300029_Bab-3.pdf 1144.87
5. 2018_TA_TL_082001300029_Bab-4.pdf 863.36
6. 2018_TA_TL_082001300029_Bab-5.pdf 2309.63
7. 2018_TA_TL_082001300029_Bab-6.pdf 679.13
8. 2018_TA_TL_082001300029_Daftar-pustaka.pdf 169

A Analisis Risiko faktor Intesitas Penerangan dan Paparan Kebisingan Terhadap Kesehatan dan Keselamatan Pekerja Di PT Pertamina (Persero) dilakukan pada area kerja Terminal Bahan Bakar Minyak Pelumpang (TBBM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya dan menganalisis risiko faktor lingkungan kerja yang mencakup penerangan, dan kebisingan lingkungan kerja. Identifikasi bahaya dilakukan dengan cara pengamatan di lapangan dan wawancara. Sedangkan dalam menganalisis risiko faktor lingkungan dilakukan menggunakan metode kuesioner dan selanjutnya dianalisis menggunakan metode regresi logistik dengan jumlah responden 150 dari keseluruhan pekerja yang bekerja di area TBBM . Hasil identifikasi bahaya yang dapat menimbulkan risiko adalah Intesitas Penerangan yang buruk di malam hari, yang menyebabkan kelelahan mata. Selain Intesitas Penerangannya juga buruk, adanya paparan kebisingan di sekitar area kerja TBBM yang berasal dari mesin Genset yang menyupali tenaga untuk Meisn Pompa Produk, sehingga pekerja yang bekerja di area tersebut perlu memperhatikan kedua hal tersebut selama bekerja untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama bekerja. Dari hasil identifikasi potensi bahaya di area kerja TBBM, dapat diamati faktor-fakor yang paling dominan berisiko terhadap gangguan kesehatan dan keselamatan pekerja adalah Intesitas Penerangan yang kurang dan paparan kebisingan. Dari Intesitas Penernagan, variabel yang berhubungan dengan gejala kelelahan mata adalah variabel penerangan (P = 0,003), sedangkan dari paparan kebisingan variabel yang berhubungan dengan gejala sakit kepala adalah variabel bising (P = 0,032) dan variabel penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) (P = 0,035). Pada analisis hubungan pekerja terhadap Intesitas Penerangan didapatkan bahwa faktor umur pekerja, tidak berhubungan dengan keluhan kelelahan mata pada pekerja. Faktor yang berhubungan spesifik adalah faktor Intensitas Penerangan (OR = 1,667). Pada analisis hubungan pekerja terhadap paparan kebisingan didapatkan bahwa faktor tingkat konsentrasi kebisingan tidak berhubungan dengan umur pekerja, namun berhubungan dengan keluhan kurang pendengaran pada pekerja (p 0,037). Faktor yang berhubungan berdasarkan hasil analisis regresi logistik adalah faktor tidak menggunakan APD terhadap kurang pendengaran (OR = 4,183), faktor tidak menggunakan APD terhadap keluhan pusing (OR =4,441).

F Factor Risk Analysis Intensity Information and Exposure of Noise on Workers Health and Safety In PT Pertamina (Persero) is done in the working area of the Pelumpang Oil Fuel Terminal (TBBM). The purpose of this study is to identify hazards and analyze the risk of work environment factors that include lighting, and noise work environment. Hazard identification is done by field observation and interview. While in analyzing the risk of environmental factors is done using questionnaire method and then analyzed using logistic regression method with the number of respondents 150 from all workers who work in TBBM area. The result of hazard identification that may pose a risk is the Night Light intensity, which causes eye fatigue. In addition to the Illumination Intesitas is also bad, the noise exposure around the TBBM work area derived from the Genset engine that peels the power to Meisn Pompa Products, so that workers working in the area need to pay attention to both things during work to maintain health and safety during work. From the identification of potential hazards in the TBBM work area, it can be observed that the most dominant factors at risk for health and safety hazards of workers are the lack of lighting intensity and noise exposure. From the Intesitas Penernagan, the variables associated with the symptoms of eyestrain are the lightings (P = 0,003), whereas from variable noise exposure associated with headache symptoms are noise variables (P = 0.032) and variable use of Personal Protective Equipment (APD) (P = 0.035). In the analysis of labor relations to Intesitas Information obtained that the age factor of workers, not associated with complaints of eye fatigue in workers. Specifically related factors are the intensity of information (OR = 1,667). In the worker relationship analysis of noise exposure it was found that the noise level concentration factor was not related to the age of the worker, but related to the hearing complaints to the workers (P = 0.037). The related factors based on the logistic regression analysis were the factors that did not use APD for less hearing (OR = 4,183), the factor did not use APD on the dizziness complaint (OR = 4,441).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?