DETAIL KOLEKSI

Analisis risiko paparan kebisingan dan Paparan Debu Total (TSP) terhadap pekerja pada proses produksi PT Kota Jati Furindo, Kabupaten Jepara


Oleh : Muhammad Sabil

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : MM. Sintorini Moerdjoko

Pembimbing 2 : Endro Suswantoro

Subyek : Risk analysis;Occupational Health and Safety;Wood dust threshold;Management of the environment

Kata Kunci : risk analysis, noise, Dust (TSP), odds ratio, PT Kota Jati Furindo


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_STL_082001300058_Halaman-judul.pdf 1156.49
2. 2018_TA_STL_082001300058_Bab-1.pdf 25.05
3. 2018_TA_STL_082001300058_Bab-2.pdf 386.36
4. 2018_TA_STL_082001300058_Bab-3.pdf 586.62
5. 2018_TA_STL_082001300058_Bab-4.pdf 1158.93
6. 2018_TA_STL_082001300058_Bab-5.pdf 24.05
7. 2018_TA_STL_082001300058_Daftar-pustaka.pdf 157.22
8. 2018_TA_STL_082001300058_Lampiran.pdf 2612.86

P PT Kota Jati Furindo Jepara merupakan perusahan swasta yang bergerak di industri furniture dan telah menggunakan teknologi dalam proses produksinya. Proses produksi yang ada di PT Kota Jati Furindo Jepara terdiri dari beberapa area kerja yaitu Pembahanan, Mesin, Sanding, Finishing, dan Packing. Proses produksi menggunakan mesin yang dapat menimbulkan suara bising dan menimbulkan debu total (TSP). Penelitian ini dibagi atas 7 titik sampling bising dan 3 titik sampling untuk debu total (TSP). Pengambilan sampel dilakukan selama 2 minggu menggunakan alat Sound Level Meter (dBA) untuk kebisingan dan HVAS untuk debu total (TSP). Baku mutu kebisingan diatur dalam peraturan Permenaker No 5 Tahun 2018 yaitu 85 dBA. Baku mutu debu kayu mengacu pada Permenaker No 5 Tahun 2018 yaitu 1 mg/m3. Hasil penelitian kebisingan yang melebihi baku mutu hanya titik 1 (Pembahanan) dan titik 2 (mesin) yaitu 87,9 dan 88,8 dBA. Hasil penelitian paparan debu total (TSP) semuanya melebihi baku mutu yaitu 4,354 mg/m3 untuk titik 1 (mesin), 5,593 mg/m3 untuk titik 2 (sanding), dan 1,572 mg/m3 untuk titik 3 (finishing). Pada analisis hubungan pekerja terhadap paparan kebisingan, berdasarkan hasil analisis faktor kebisingan terhadap risiko sakit kepala (OR = 1,43), cepat lelah (OR = 2,02), gangguan pendengaran (OR = 2,3). Pada analisis hubungan pekerja terhadap paparan debu total (TSP), faktor paparan debu terhadap risiko penyakit batuk (OR = 1,55), sesak nafas (OR= 2,06), iritasi mata (OR = 2,18). Saran yang di rekomendasikan adalah membuat dinding/sekat antara area pembahanan dengan area mesin agar mengurangi resonansi kebisingannya. Memakai APD lengkap agar menunjang kinerja pekerja. Melakukan pengawasan ambang batas pencemaran debu total (TSP) dan kebisingan di lingkungan PT Kota Jati Furindo.

P PT Kota Jati Furindo is one of Industry Company and has been used modern technology in production process. Production process at PT Kota Jati Furindo consists of some of working area they are: Preparing area, machine area, sanding area, finishing area, and packing area. Processing area was used machine that produce Noise and Dust Exposure. This study divided into 7 sampling for Noise Exposure and 3 sampling for Dust Exposure. Sampling is done for 2 weeks used Sound Level Meter (dBA) for Noise Dust and High Volume Air Sampler (HVAS) for Dust Exposure. Threshold value of Noise by Ministry of Manpower Republic of Indonesia in regulation No 13/Men/X/2011 which is 85 dBA. Threshold value of wood dust referred to Ministry of Manpower Republic of Indonesia No 13/Men/X/2011 which is 1mg/m3. The result of this study showed that the noise more than index level was only level 1 (Preparing) and level 2 (machine) which is 87,9 and 88,8 dBA. The result of all dust exposure was more than index level which is 4,354 mg/m3 for machine area, 5,593 mg/m3 for sanding area, and 1,780 mg/m3for finishing area. In the relation analysis between employee and noise exposure. The factor that relate based on analysis result of logistic regressing was noise factor toward headache risk (OR = 1,43), Fatigue Labor (OR = 2,02), hearing problem (OR = 2,3). In the relation analysis between employee and dust exposure, The factor of dust exposure on cough (OR = 1,55), sultry (OR = 2,06), eye iritation (OR = 2,18). This study is recommended in creating noise isolator or wall between preparing area and machine area for decreasing resonanse the noise, using complete personal protective equipment for supporting the employee work. Controlling the Threshold of dust pollution and noise at PT Kota Jati Furindo

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?