DETAIL KOLEKSI

Kajian perkembangan permukiman di wilayah Peri Urban DKI Jakarta


Oleh : Anne Mary Lebang

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Endrawati Fatimah

Pembimbing 2 : Yayat Supriatna

Subyek : Settlement;The development of settlements

Kata Kunci : develoment, settlements, Peri-urban, Urban sprawl


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_PW_083001300004_Halaman-Judul.pdf 1184.11
2. 2018_TA_PW_083001300004_BAB-1.pdf 244.68
3. 2018_TA_PW_083001300004_BAB-2.pdf 461.75
4. 2018_TA_PW_083001300004_BAB-3.pdf 114.46
5. 2018_TA_PW_083001300004_BAB-4.pdf 1195.59
6. 2018_TA_PW_083001300004_BAB-5.pdf 1557.79
7. 2018_TA_PW_083001300004_BAB-6.pdf 101.55
8. 2018_TA_PW_083001300004_Daftar-Pustaka.pdf 411.88

P Perkembangan Kota Jakarta yang semakin tinggi intensitasnya dihadapkan pada keterbatasan lahan di pusat kota, akibatnya perkembangan akan mengarah ke daerah pinggiran kota yang secara administratif termasuk dalam enambelas kecamatan di wilayah Periurban Jakarta. Penelitian ini menyampaikan penjelasan tentang sebaran dan laju perkembangan yang terjadi di daerah Peri-Urban, dilihat dari perkembangan permukimannya dalam kurun waktu tahun 2010-2017 terkait dengan variabel variabel yang diteliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif serta metode analisis spasial dan perbandingan. Perkembangan yang terjadi di daerah periurban ini dapat diidentifikasi dari perkembangan permukiman. Perkembangan permukiman ini dipengaruhi oleh aksesibilitas, ketetapan pemerintah dan harga lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan yang terjadi mengarah ke selatan Kota Jakarta, dengan laju tertinggi berada di Kecamatan Beji sebesar 29,35 ha/tahun dan Kecamatan Cimanggis sebesar 20,51 ha/tahun, dalam perkembangan yang terjadi dipengaruhi oleh yang faktor- faktor aksesibilitas, harga lahan dan kebijakan pemerintah yang saling mempengaruhi .

T The development of Jakarta City which intensity has been growing, has to be faced with the limited land in the center of the city, resulting the development will lead to the Periurban of Jakarta. This research explains the urban sprawl and it’s development that happened in the range of year 2010-2017, along with the variables that were studied. Furthermore, the research implemented the quantitative approach, and spatial analytical method and comparison. The development that happened on the periurban could be indentified from the change of settlement that was affacted by the accesibility, government policy and the price of land. The result showed that the development that occured lead to the suothern of Jakarta, with the peak was in Beji District and Cimanggis district at 29,35 ha/ year and 20, 51 ha/ year respectively .The effecting aspects in the development are mutually affect by the other likely the good existing accesibility affected the price of land.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?