DETAIL KOLEKSI

Kajian kualitas air Waduk Pluit Jakarta Utara dan penentuan laju degradasi organik


Oleh : Sindi Rawi Hertin

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : M. Lindu

Pembimbing 2 : Bambang Iswanto

Subyek : Water quality;Hydraulic detention time;Components of water pollution

Kata Kunci : water quality, reservoir, kinetics test, reaction rate constant


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_TL_08212052_Halaman-judul.pdf 1838.97

W Waduk Pluit berada di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara yaitu di antara 6°07'28.6"S 106°48'07.6"E sampai 6°06'40.2"S 106°47'51.1"E dengan luas ± 80 Ha dengan kedalaman 1-8 meter dan memiliki waktu tinggal hidrolis 9 hari. Sistem aliran Waduk Pluit bersifat semi kontinu, artinya air secara kontinu ditampung selama 24 jam kemudian pembuangan air dilakukan dengan pompa sebanyak 4 buah dengan kapasitas 4,5 m3/s yang beroperasi 8 jam/ hari dari 11 pompa yang ada. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 6 kali di 10 titik lokasi pengambilan sampel, yang ditentukan berdasarkan inlet, zona tengah waduk dan outlet.Dari hasil penelitiankemudian dibandingkan dengan Baku Mutu Pemeriksaan menurut Peraturan Pemerintah No. 82/2001 Golongan II untuk Rekreasi, Perikanan dan Pertanian. Nilai DO yang diperoleh yaitu berkisar antara 0,28 mg/l – 4,58 mg/l dan 90% data DO yang diperoleh ≤ 2 mg/l. Nilai DO rata- rata tertinggi terdapat di titik inlet 1 yaitu sebesar 3,62 mg/l sedangkan yang terendah yaitu di titik tengah sebesar 0,69 mg/l. Nilai fosfat yang diperoleh keseluruhannya tidak memenuhi baku mutu (BM ≤ 0,2 mg/l P)yakni berkisar antara 0,506 mg/l – 0,915 mg/l. Sedangkan hasil analisis deterjen 26,7% nya tidak memenuhi baku mutu (BM ≤ 0,2 mg/l MBAS)yakni berkisar antara 0,103 mg/l – 0,568 mg/l. Dalam Waduk pluit juga di temukan senyawa organik sebagai COD yang tidak memenuhi baku mutu (BM ≤25 mg/l COD)yakni sekitar 27,52 mg/l COD– 371,52 mg/l COD. Selain itu juga dilakukan uji kenetika untuk mengetahui laju penurunan COD pada dua kondisi, yang pertama dengan kondisi aerasi hingga DO awal mencapai 4.5 mg/l, dan yang kedua kondisi tanpa aerasi. Penurunan COD terhadap waktu kemudian diukur, hasil uji menunjukkan bahwa laju degradasi organik terhadap waktu tanpa proses aerasi tidak menunjukkan penurunan, sedangkan laju reaksi kondisi aerasi menunjukkan kecepatan laju reaksi mengikuti orde reaksi mengikuti pseudo orde satu dengan konstanta laju reaksi 0,096 jam-1 – 0,133 jam-1 dengan nilai rata-rata sebesar 0,1177 jam-1.

T The Pluit Reservoir is located in Penjaringan Village, North Jakarta, which is between 6 ° 07'28.6 "S 106 ° 48'07.6" E to 6 ° 06'40.2 "S 106 ° 47'51.1" E with an area of ​​± 80 Ha with a depth of 1- 8 meters and has a hydrolic residence time of 9 days. Pluit Basin flow system is semi continuous, meaning that water is continuously accommodated for 24 hours then water discharging is done by pump as many as 4 pieces with a capacity of 4.5 m3 / s which operates 8 hours / day from 11 existing pumps. Sampling was conducted 6 times at 10 sampling point location, determined by inlet, middle zone of reservoir and outlet. From result of research then compared with Quality Standard Inspection according to Government Regulation no. 82/2001 Group II for Recreation, Fisheries and Agriculture. The DO values ​​obtained ranged from 0.28 mg / l - 4.58 mg / l and 90% DO data obtained ≤ 2 mg / l. The highest mean DO score was at the inlet point 1 of 3.62 mg / l while the lowest was at the midpoint of 0.69 mg / l. The overall phosphate value did not meet the quality standard (BM ≤ 0.2 mg / l P) which ranged from 0.506 mg / l - 0.915 mg / l. While the detergent analysis 26,7% did not meet the quality standard (BM ≤ 0,2 mg / l MBAS) that ranged between 0,103 mg / l - 0,568 mg / l. In Pluit Reservoir also found organic compounds as COD that do not meet the quality standard (BM ≤25 mg / l COD) which is about 27.52 mg / l COD-371.52 mg / l COD. In addition, aesthetic test was performed to determine the rate of COD decline in two conditions, the first with aeration until the initial DO until 4.5 mg / l, and the second condition without aeration. The decrease of COD on time was then measured, the result showed that the rate of organic degradation over time without aeration process showed no decrease, while the reaction rate of aeration condition showed that the rate of reaction followed the order of reaction following the first order pseudo with the reaction rate constant 0.096 hours -1-0.133 hours -1 with an average value of 0.1177 hours-1.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?