DETAIL KOLEKSI

Pengolahan leachate secara batch menggunakan reaktor elektrokoagulasi berpengaduk dengan variasi waktu tinggal dan kecepatan pengadukan


Oleh : Irma Susanti Sitorus

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Bambang Iswanto

Pembimbing 2 : Widyo Astono

Subyek : Maintenance batch leachate

Kata Kunci : leachate processing, electrocoagulation, optimum condition


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_TL_08212059_Halaman-judul.pdf 1312.68
2. 2017_TA_TL_08212059_Bab-1.pdf 30.63
3. 2017_TA_TL_08212059_Bab-2.pdf 579.49
4. 2017_TA_TL_08212059_Bab-3.pdf 338.58
5. 2017_TA_TL_08212059_Bab-4.pdf 560.67
6. 2017_TA_TL_08212059_Bab-5.pdf 14.2
7. 2017_TA_TL_08212059_Daftar-pustaka.pdf 138.03
8. 2017_TA_TL_08212059_Lampiran.pdf 3658.43

P Pada penelitian ini telah dilakukan uji kecepatan pengadukan dan waktu tinggal dalam pengolahan leachate.Air limbah yang digunakan berasal dari inlet IPAS III TPST BantarGebang, Bekasi. Proses yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan uji kinerja reaktor elektrokoagulasi secara batch, dalam skala laboratorium, dengan kecepatan pengadukan sebesar 60 rpm, 100 rpm, dan 200 rpm serta waktu tinggal selama 10 detik, 20 detik, 120 detikdan 600 detik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur potensi limbah cair leachate serta menentukan pola efisiensi penyisihan bahan pencemar dari penggunaan metode elektrokoagulasi sebagai metode alternative dalam mengolah leachate.Adapun beberapa parameter yang dianalisa seperti COD, BOD, NH3, NO3-, zat organik (KMnO4) serta peningkatan mikroorganisme sebelum dan sesudah elektrokoagulasi. Dari hasil analisa tersebut kemudian dibandingkan dengan Baku Mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no. 59 tahun 2016 tentang baku mutu lindi bagi usaha dan/atau kegiatan tempat pemroresan akhir sampah dan Peraturan Gubernur no. 69 tahun 2013 tentang baku mutu air limbah dan/atau usaha. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pola efisiensi penyisihan yang paling optimum dengan kecepatan 60 rpm dapat menyisihkan parameter BOD sebesar 99,79% selama 311 detik dan nitrat sebesar 41,12% selama 288 detik. Untuk kecepatan 100 rpm dapat menyisihkan parameter COD sebesar 93,24% selama 354 detikdan VSS sebesar 66,77% selama 326 detik. Dan kecepatan 200 rpm dapatmenyisihkan parameter ammonia sebesar 95,09% selama 361 detik dan zat organik sebesar 16,6675% selama 330 detik.

I In this study has been determine of stirring speed and optimum residence time in leachate processing. The source of the waste water is carried out from the Waste Water Treatment Plant inlet III BantarGebang, Bekasi. The process used in this study used the performance test of batch electrocoagulation reactor, in laboratory scale, with stirring speed of 60 rpm, 100 rpm, and 200 rpm and residence time for 10 seconds, 20 seconds, 120 seconds and 600 seconds. This study aims to measure leachate liquid waste potential and determine the efficiency of removal of pollutants from the use of electrocoagulation method as an alternative method to process leachate. As for some parameters analyzed such as COD, BOD, NH3, NO3-, organic substances (KMnO4) as well as improvement of microorganisms before and after electrocoagulation. From the results of the analysis is then compared with the Quality Standard PerMen LH 59 of 2016 on leachate standard for business and / or activity where waste final waste and PerGub 69 of 2013 on the quality standard of waste water and / or business. The result of this research shows that the optimum removal efficiency with 60 rpm can eliminate BOD parameter 99,79% for 311 second and nitrate 41,12% for 288 seconds. For 100 rpm speed COD parameter can be set aside 93.24% for 354 seconds and VSS of 66.77% for 326 seconds. And the speed of 200 rpm can set aside ammonia parameters of 95.09% for 361 seconds and organic matter of 16.6675% for 330 seconds.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?