DETAIL KOLEKSI

Potensi gas metan (CH4) dari sampah organik yang diproses secara anaerob berdasarkan perbedaan waktu dari sumber sampah yang berbeda


Oleh : Vansca Ditria Pribadi

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Diana Hendrawan

Pembimbing 2 : Bambang Iswanto

Subyek : Organic solid waste;Management of the environment

Kata Kunci : biogas, organic solid waste, anaerobik, varying ages, thermophilic potensi


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_STL_082001400064_Halaman-judul.pdf 2338.36
2. 2018_TA_STL_082001400064_Bab-1.pdf 378.5
3. 2018_TA_STL_082001400064_Bab-2.pdf 779.39
4. 2018_TA_STL_082001400064_Bab-3.pdf 802.76
5. 2018_TA_STL_082001400064_Bab-4.pdf 1402.6
6. 2018_TA_STL_082001400064_Bab-5.pdf 362.04
7. 2018_TA_STL_082001400064_Daftar-Pustaka.pdf 414.06
8. 2018_TA_STL_082001400064_Lampiran.pdf 21496.46

S Sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton/tahun, komposisi sampah organik mencapai 60% (KemenLHK, 2017) yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi terbarukan, yaitu biogas. Sampah organik dari Pasar, Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) mempunyai potensi untuk diolah menjadi biogas dengan produk akhirnya berupa kompos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter fisika dan kimia sampah organik dari tiga sumber dan waktu yang berbeda, menganalisis dan membandingkan produksi gas metan dan kompos yang dihasilkan dari sampah organik yang berasal dari sampah organik Pasar Pesing segar (Reaktor P1), TPS (Tempat Penampungan Sementara) Universitas Trisakti dengan waktu satu hari (Reaktor P2), dan TPA (Tempat Pemrosesan Sampah) Rawa Kucing dengan waktu lima hari (Reaktor P3). Penelitian ini menggunakan reaktor anaerobik berbahan High density Polyethylene (HDPE) dengan kapasitas 200 liter yang diatur pada suhu 55 OC dan resirkulasi leachate. Parameter yang dianalisis terdiri dari pH, kelembaban, dan temperatur. Pengukuran biogas dilakukan dengan metode gas chromatography, pada hari ke-15, 30, dan 45. Hasil penelitian menunjukan bahwa densitas sampah sebesar 250 kg/m3. Sampah Pasar (P1) mempunyai kadar air 48,70%, VS 31,85%, C/N rasio 22,47, pH 6,8 – 8, temperatur 29,2 - 55,1 OC, kelembaban 26,2 – 69%, volume leachate 13,80 liter, dan terjadi reduksi sampah 64%. Sampah TPS (P2) mempunyai kadar air 51,80%, VS 35,50%, C/N rasio 26,12, pH 5,8 – 7,8, temperatur 32 - 50,3 OC, kelembaban 32 – 71,3%, volume leachate 9,50 liter, dan terjadi reduksi sampah 12%. Sampah TPA (P3) mempunyai kadar air 49,50%, VS 32,80%, C/N rasio 20,33, pH 6,3 - 7,75, temperatur 29 – 50,1 OC, kelembaban 29,5 – 69,7%, volume leachate 5,48 liter, dan terjadi reduksi sampah 12%. Produksi optimum gas metan P1 sebesar 8,04% dan P3 61,96% saat hari ke-30, sedangkan P2 masih menunjukan peningkatan volume gas saat hari ke-45. Hasil kinetika gas metan menggunakan orde satu dengan nilai konstanta (k) yaitu P1 0,0693, P2 0,0309, dan P3 0,0132. Degradasi aerob yang terjadi selama lima hari di TPA memberikan konstribusi pada hasil gas yang lebih banyak dari perlakuan lainnya. Total gas metan yang dihasilkan dari sampah 50 kg dari Pasar dalam tiga kali pengukuran adalah 3,2038 liter, TPS 8,0219 liter, dan TPA 32,3436 liter. Sampah TPA menghasilkan gas metan tertinggi, yaitu 74,0968%. Hasil kompos dari sampah TPA lebih baik daripada sumber sampah lainnya.

S Solid waste in Indonesia reaches 64 million tons/year, the composition of organic waste reaches 60% (Ministry of Environment and Forestry, 2017) which can be used to produce renewable energy, biogas. Organic waste from the Market and Solid Waste Facilities have the potential to be processed into biogas with the final product in the form of compost. This study aims to analyze the physical and chemical parameters of organic waste from three different sources and times, analyze and compare the production of methane and compost gas produced from organic waste from Pesing Market (fresh), Temporary Solid Waste Facility (TSW) of Trisakti University (one day) and Final Solid Waste Facility (FSW) Rawa Kucing (five days). This study used anaerobic reactors made from High density Polyethylene (HDPE) with a capacity of 200 liters using 55OC and leachate recirculation. The parameters analyzed consist of pH, humidity, and temperature. Biogas measurements were carried out by gas chromatography on the 15th, 30th, and 45th day. The results showed that the garbage density was 250 kg/m3. P1 had water content 48.70%, VS 31.85%, C/N ratio 22.47, pH 6.8 – 8, temperature 29.2 - 55.1 OC, humidity 26.2 - 69%, leachate volume 13.80 liters, and waste reduction 64%. P2 has water content 51.80%, VS 35.50%, C/N ratio 26,12, pH 5.8 - 7.8, temperature 32 - 50.3 OC, humidity 32 - 71.3%, leachate volume 9.50 liters, and waste reduction 12%. P3 has water content 49.50%, VS 32.80%, C/N ratio 20.33, pH 6.3 - 7.75, temperature 29 – 50,1 OC, humidity 29,5 - 69.7%, volume leachate 5.48 liters, and waste reduction 12%.. The optimum production of gas methane reached in day 30, P1 was 8.04% and P3 was 61.96%, while P2 still showed an increase in gas volume on day 45. First order kinetic reaction is used to calculate methane gas kinetics, with constant value (k) that is P1 0.0693, P2 0.0309, and P3 0.0132. Aerobic degradation that occurred for five days at the FSW contributed more gas than other treatments. The total methane gas produced from 50 kg of waste from Market in three measurement was 3,2038 liters, TSW 8,0219 liters, and FSW 32,3436 liters. FSW waste produced the highest methane gas, which is 74.0968%. The compost that produced from FSW organic waste was the best

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?