DETAIL KOLEKSI

Kajian kualitas air pada segmen tengah Sungai Pesanggrahan Jakarta menggunakan bioindikator makrozoobentos


Oleh : Fymanda Ramadhani Kusuma

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Diana Hendrawan

Pembimbing 2 : Melati Ferianita Fachrul

Subyek : Water quality - Bioindicator

Kata Kunci : macrozoobenthos, water quality, storet, Pesanggrahan River

S Sungai Pesanggrahan Segmen Tengah dimulai dari daerah Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan dan terletak antara 6°17’50.54”-6°16’52.44” LS dan 106°46’00.68”-106°45’26.66” BT yang mengalir hingga ke Kota Jakarta Selatan dengan panjang ±12 km. Untuk perairan yang dinamis analisis biologi khususnya analisis struktur komunitas hewan bentos dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kualitas perairan karena selalu kontak dengan limbah yang masuk ke habitatnya. Penurunan kelimpahan dan komposisi dari makrozoobentos tersebut merupakan indikator adanya gangguan ekologi yang terjadi pada suatu perairan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengidentifikasi sumber pencemaran yang ada di sekitar sungai, (ii) mengetahui karakteristik sungai, (iii) mengetahui kualitas air sungai dengan membandingkan hasil pengukuran dengan baku mutu berdasarkan peruntukannya dan mengetahui status mutu air dengan metoda STORET, (iv) mengidentifikasi keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi komunitas makrozoobentos sebagai bioindikator pencemaran, serta (v) menganalisis hubungan antara model kelimpahan spesies komunitas makrozoobentos sebagai kondisi dari ekologi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juli 2016 pada 6 titik lokasi sampling yang berjarak ±2 km dan dianggap mewakili habitat bentos dan dan mewakili perairan sungai. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 4 kali. Berdasarkan pengukuran karakteristik sungai memiliki kecepatan arus sedang (0,27-0,56) m/dtk dengan jenis tekstur yang dominan adalah sedimen berpasir dan debit rata-rata berkisar (5,78-9,20) m3/dtk. Parameter yang melebihi baku mutu adalah TSS, BOD, COD, dan Fosfat. Hasil pengukuran status mutu air metode STORET dengan skor (-27) masuk dalam kategori tercemar sedang. Makrozoobentos yang didapat adalah 24 spesies yang termasuk ke dalam 6 kelas makrozoobentos. Kisaran pada nilai Indeks Keanekaragaman (H’) 0,49-1,63, Indeks Keragaman (E) 0,27-0,71 dan Indeks Dominansi (C) 0,40 – 0,87. Hasil tersebut menunjukkan perairan dalam keadaan setengah tercemar hingga tercemar berat. Jenis makrozoobentos yang paling dominan ditemukan di beberapa titik yaitu jenis Olyghochaeta (sp.), jenis ini mempunyai daya toleransi yang tinggi terhadap kualitas air yang tercemar, spesies ini dapat dijadikan sebagai indikator perairan tercemar berat. Model Ekologi berdasarkan kelimpahan spesies menunjukkan bahwa pada perairan Sungai Pesanggrahan segmen tengah tidak terjadi persaingan yang kuat oleh salah satu spesies tertentu, komunitas tidak merata, dan tidak stabil serta tidak adanya juga kelimpahan spesies yang merata dan stabil. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan sebesar (R2=0,010,45) menandakan bahwa adanya korelasi yang rendah antara jarak antar titik sampling dengan kelimpahan makrozoobentos.

T The middle segment of Pesanggrahan River starting from Cirendeu, East Ciputat Subdistrict, The City of South Tangerang and is located between 6°17’50.54”6°16’52.44”S and 106°46’00.68”-106°45’26.66”E up to South Jakarta city with long distance of +12 km. For waters dynamic analysis biology especially analysis of the structure an animal community bentos can provide an illustration clear about the quality of waters because they always contact with waste that goes to their habitat. The decline in abundance and the composition of the macrozoobenthos is an indicator preventing disturbances ecological happened in one of waters river. The aims of this research to (i) identify the source of pollution is in the vicinity of the river, (ii) figure out characteristic river, (iii) the quality of the waters by comparing the measurement result with of quality standard based on permits and knows of status water quality with method STORET, (iv) identify diversity, evenness, and dominance community macrozoobenthos as bioindicator pollution, and (v) analyzes the correlation between model abundance species community macrozoobenthos as the condition of ecology. This research was conducted on March-July 2016 at the 6 sampling points location with the distance of + 2 km and perceived represent of bentos habitat and represent of waters quality. The collection of sample is done in 4 times. The river have the flow is (0.27-0.56)m/sec with sands sediment and the average of discharge is (5.319.92)m3/sec. The parameter that are not comply with water quality standard is TSS, BOD, COD, and Phosphate. The result of water quality status by STORET with score -27 include in intermediate polluted category. The macrozoobenthos obtained 24 species which belong to in 6 (six) class macrozoobenthos. The average of value Diversity Index (H’) is 0.49-1.63, Evenness Index (E) is 0.27-0.71 and Dominance Index (C) is 0.40 – 0.87. The result indicated that waters in intermediate polluted. The macrozoobenthos species highly dominance show in the sampling point is namely Olyghochaeta (sp.). This species have high tolerance to the polluted quality water, so those species can be used as waters high polluted indicator. Model ecology based on species abundance distribution show that the Pesanggrahan River waters in middle segment is not occurs the competition by each of the species, uneven community, and unstable and also the abundance species are not equally and stable. There was a low correlation (R2=0.69) between the distance between point of sampling with abundance of macrozoobenthos.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?