DETAIL KOLEKSI

Kajian kualitas air dan produktivitas primer menggunakan fitoplankton di Situ Pengasinan Depok, Jawa Barat


Oleh : Intan Nur Apriani

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Diana Hendrawan

Pembimbing 2 : Astri Rinanti Nugroho

Subyek : Water quality;Primary productivity

Kata Kunci : phytoplankton, water quality, chlorophyll-a, carbon absorption

S Situ Pengasinan terletak 6°25'16.094"LS dan 106°44'56.118"BT di Jalan Utomo No.19-22, Kecamatan Sawangan, Kelurahan Pengasinan, Depok, Jawa Barat. Situ Pengasinan memiliki luas ± 6 Ha. Situ Pengasinan berfungsi sebagai daerah resapan air, daerah tangkapan air, rekreasi, dan irigasi bagi pertanian dan perikanan. Selain parameter kualitas air, fitoplankton merupakan salah satu parameter tingkat kesuburan suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Situ Pengasinan dibandingkan dengan baku mutu, menganalisis hubungan kelimpahan fitoplankton dengan sebaran N dan P di perairan Situ Pengasinan, menganalisis struktur komunitas fitoplankton meliputi keanekaragaman, keseragaman, dominansi, dan saprobitas di perairan Situ Pengasinan, dan menganalisis hubungan produktivitas primer dengan kandungan klorofil-a dengan kemampuan serapan karbon Situ Pengasinan. Penelitian ini dilakukan pada bulan AprilJuli 2016. Pengambilan sampel air dan fitoplankton dilakukan pada 7 titik lokasi sampling dan dianggap mewakili habitat fitoplankton untuk mengetahui kondisi perairan Situ Pengasinan.Parameter yang melebihi baku mutu adalah koonsentrasi COD berkisar antara 23,59-82,59 mg/l, konsentrasi BOD berkisar antara 3,12-17,17mg/l, dan konsentrasi fosfat berkisar antara 1,10-2,01 mg/l. Hubungan kelimpahan fitoplankton terhadap nitrat dan fosfat yaitu, nutrien dalam perairan mengalami perombakan. Kondisi di Situ Pengasinan terlihat nilai N dan P yang relatif rendah namun kelimpahan fitoplankton tinggi menandakan bahwa N dan P telah terserap oleh fitoplankton. Kelimpahan fitoplankton yang ditemukan selama 4 kali pengambilan, berkisar antara 2100 sel/l - 450.750 sel/l yang termasuk kedalam 6 Divisi Cyanophyta, Chrysophyta, Chlorophyta, Bacillariophyta, Dinophyta, dan Euglenophyta. Kisaran nilai pada Indeks Keanekaragaman (H’) berkisar 1,34-4,29, Indeks Keseragaman (E) berikisar 0,32-0,95, Indeks Dominansi (D) berkisar 0,06-0,64, dan Koefisien Saprobitas 0,46. Artinya perairan dalam keadaan tercemar sedang. Jenis fitoplankton yang paling dominan di Situ Pengasinan adalah jenis Euglena sp., jenis ini sebagai indikator pencemaran organik. Pencemaran di Situ Pengasinan bersumber dari aktivitas sekitar situ. Nilai klorofil-a di Situ Pengasinan berkisar antara 4,118-7,040 mgC/m3 dan karbon yang diserap oleh fitoplankton berkisar (1,37 x 109-2,35 x 109Ton/tahun) atau (210 x 103-359 x 103 Ton/m3), oleh karena itu fitoplankton memegang peranan penting dalam proses menjaga perubahan iklim karena dapat mereduksi karbon.

P Pengasinan Lake is located at No.19-22 Utomo Street, Pengasinan Village, Sawangan District, Depok, West Java. The total area of Pengasinan Lake is ± 6 Ha. The functions of Pengasinan Lake are as a retention pond, water absorption area, recreation area, and irrigation for agriculture and fish pond. Phytoplankton is a parameter of water fertility. The aims of the research are to analyze of water quality and compared with the standard quality of water, analysis the relation between phytoplankton abundance with nitrate and phosphate, analysis the community structure of phytoplankton by diversity, uniformity, dominance, and saprobic, and analysis the primary productivity and carbon absorption. This research was done from April until July 2016. The sampling of water and phytoplankton conducted on a 7 sampling point locations and was considered to represent the phytoplankton habitat to determine the condition of Pengasinan Lake. The parameters that is above of the standard are BOD 3,12-17,17mg/l, COD 23,59-82,59 mg/l and phosphate 1,10-2,01 mg/l. The relation between of phytoplankton to nitrates and phosphates is nutrients in the waters of a remodeled. The conditions at Pengasingan Lake seen the value of N and P are relatively low but high abundance of phytoplankton indicate that the N and P have been absorbed by phytoplankton. The total abundance of phytoplankton is 2100 cell/l-450.750 cell/l and has 6 divisions: Cyanophyta, Chrysophyta, Chlorophyta, Bacillariophyta, Dinophyta, and Euglenophyta. Phytoplankton index are Diversity Index (H’) 1,34-4,29, Evenness Index (E) 0,32-0,95, Dominance Index (D) 0,060,64 and Saprobic Coefficient (X) 0,46. It means that Pengasinan Lake is being moderately polluted. The pollution in Pengasinan Lake comes from the activity around it. The phytoplankton which dominated is Euglena sp. This kind of phytoplankton has ability to survive in the polluted water. The pollution of water in Pengasinan Lake is caused by organic and inorganic wastes. The results of chlorophyll-a 4,118-7,040 mgC/m3 and carbon which absorbed by phytoplankton are (1,37 x 109-2,35 x 109Ton/year) or (210 x 103-359 x 103 Ton/m3), therefore phytoplankton is the important role in the process of keeping climate change because it can reduce carbon.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?