DETAIL KOLEKSI

Pengaruh starter effective microorganisme dalam pembuatan biogas dari sampah bayam dan tahu


Oleh : Muhammad Fadhly Umri

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2009

Pembimbing 1 : Supriyadi

Pembimbing 2 : Senoadi

Subyek : MICROORGANISMS;MAINTENANCE ENGINEERING;MACHINE TOOLS

Kata Kunci : biogas,methane gas, pressure, household waste.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_TM_06114049_Halaman-Judul.pdf 851.79
2. 2019_TA_TM_06114049_Bab-1.pdf 189.53
3. 2019_TA_TM_06114049_Daftar-Pustaka.pdf 166.69

S Sampah rumah tangga merupakan bagian dari kehidupan manusia. Sampah adalah benda atau zat sisa yang sudah tidak terpakai. Seharusnya sampah mendapat perhatiaan dan penanganan yang serius. Namun karena kurangnya pengertian masyarakat dan pemerintah, juga kurangnya biaya dan pendapatan sebagaian masyarakat, maka masalah sampah ini menjadi terabaikan.Sampah sayuran dan sisa makanan di lingkungan rumah tangga dan pasar sangatlah berlimpah jumlahnya. Sampah dalam kehidupan sehari-hari belum diolah dengan optimal. Padahal sampah ini sangat berpotensi untuk menjadi substrat biogas sehingga menghasilkan biogas yang dapat digunakan sebagai energi alternatif. Jika tidak diolah akan mencemari lingkungan.Penelitian ini menggunakan metode ekperimental dengan perlakuan penambahan konsentrasi EM 4 (Effective Microorganism) dengan menggunakan sampah sayuran bayam dan tahu dari sisa makanan. Dengan perbandingan 50:50 , 37.5:62.5 , 25:75 . Pengamatan dilakukan selama 14 hari dan diamati setiap hari sekali, pada penelitian ini yang diamati adalah tekanan tertinggi dan kadar metana tertinggi dari setiap sampah sayuran bayam, dan tahu dari sisa makanan.Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa sampah tahu pada perlakuan 25:75 yakni 3 kg sampah + 1 kg EM4 + 4 liter air menghasilkan kadar metana (CH4) 40.12%, karbon oksida (CO2) 29.20%. Pada penelitian ini penggunaan starter sangat berpengaruh terhadap hasil kadar metana, penggunaan EM4 sebagai starter menghasilkan kadar metana lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan ragi, namun hasil kadar metana terbaik tetap menggunakan kotoran sapi sebagai starter.

K Kitchen waste is a part of human life. Garbage is an object or substance that is left unused. Garbage should receive serious attention and handling. However, due to a lack of understanding of the people and the government, as well as lack of costs and income from the community, this waste problem has been neglected.Vegetables and food waste in the kitchen and market environment are very abundant. Garbage in everyday life has not been processed optimally. Even thought this garbage has the potential to become a biogas substrate to produce biogas which can be used as alternative energy. If not processed it will pollute the environment.This research used an experimental method with the treatment of adding EM4 concentration (Effective Microorganism) by using spinach vegetable waste and tofu from leftovers. With ratio of 50:50, 37.5:62.5, 25:75. Observations were carried out of 14 days and observed every 7 days, in this research the highest pressure and highest methane contain observed form each spinach vegetables waste and to know from food waste.The results of this research indicate that the waste know at treatment 25:75 which is 3 kg of waste + 1 kg of EM4 + 4 liters of water produces methane (CH4) 40.12%, carbon oxide (CO2) 29.20%, and high pressure of 0.0597 Psi. In this study the use of starter is very opposed to the results of methane, the use of EM4 as a starter produces higher levels of methane compared to the use of yeast, but the results of the best methane content still use the substance as a starter.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?