DETAIL KOLEKSI

Hubungan pengetahuan dan praktik tentang malaria dengan kejadian malaria pada usia 17-50 tahun


Oleh : Martha Rianita Odjan

Info Katalog

Nomor Panggil : 614.532 Odj h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Adi Hidayat

Subyek : Malaria

Kata Kunci : knowledge of malaria, practices on malaria, incidence of malaria, ages 17-50 years


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_KD_03009145_Halaman-judul.pdf 1986.9
2. 2015_TA_KD_03009145_Bab-1-Pendahuluan.pdf 667.01
3. 2015_TA_KD_03009145_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 1137.58
4. 2015_TA_KD_03009145_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 725.57
5. 2015_TA_KD_03009145_Bab-4-Metode.pdf 789.51
6. 2015_TA_KD_03009145_Bab-5-Hasil.pdf 745.41
7. 2015_TA_KD_03009145_Bab-6-Pembahasan.pdf 740.86
8. 2015_TA_KD_03009145_Bab-7-Kesimpulan.pdf 713.22
9. 2015_TA_KD_03009145_Daftar-pustaka.pdf 725.13
10. 2015_TA_KD_03009145_Lampiran.pdf 2357.96

L LATAR BELAKANGMalaria merupakan salah satu penyakit menular yang menular yang mendapatkan perhatian dari WHO karena tingginya jumlah kasus dan angka kematian, terutama pada daerah berkembang seperti Indonesia. Pengetahuan dan praktik tentang malaria merupakan factor-faktor yang dapat memengaruhi kejadian malaria. Selain pengetahuan dan praktik tentang malaria, lingkungan fisik dalam maupun luar rumah seperti adanya ventilasi , adanya atap, kerapatan dinding, suhu dan kelembaban rumah juga ikut menjadi factor resiko yang dapat memengaruhi kejadian malaria. Untuk dapat memahami bahwa malaria dapat dipengaruhi oleh factor-faktor tersebut terhadap kejadian malaria maka perlu dilakukan penelitian untuk menentukan hubungan antara pengetahuan dan praktik tentang malaria serta beberapa factor lingkungan fisik dengan kejadian malaria.METODEPenelitian ini menggunakan studi observasional analitik, dengan menggunakan desain cross-sectionalyang melibatkan sebanyak 202 masyarakat usia 17-50 tahun yang berkunjung ke 3 tempat dilaksanakannya penelitian, Puskesmas Nabire Kota, Puskesmas Karang Tumaritis, dan Poliklinik Santo Rafael yang berada di Kota Nabire, Provinsi Papua. Data dikumpulkan dengan pemeriksaan darah tepi untuk melihat ada tidaknya malaria pada responden, pengetahuan dan praktik diukur berdasarkan nilai kuesioner dan lingkungan fisik didapatkan dari observasi langsung. Analisis data menggunakan program SPSS versi 17.0 dengan tingkat kemaknaan yang digunakan sebesar 0,05 dan menggunakan uji Chi-square.HASILBerdasarkan hasil penelitian pada masyarakat yang berpengetahuan kurang sebanyak 80 responden (762,2%) menderita malaria dan 25 responden (23,8%) tidak malaria, sedangkan yang berpengetahuan baik sebanyak 48 responden (49,5%) menderita malaria dan 49 responden tidak malaria. Selain itu responden yang praktik kurang sebanyak 77 responden (72,6%) menderita malaria dan 29 responden (27,4%) tidak malaria, sedangkan yang praktik baik sebanyak 51 responden (53,1%) menderita malaria dan 45 responden (46,9%) tidak menderita malaria.KESIMPULANPenelitian ini menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan dan praktik tentang malaria dengan kejadian malaria pada usia 17-50 tahun.

B BACKGROUNDMalaria is a contagious infectious disease that get the attention from WHO because of the high number of cases and mortality, especially in developing regions such as Indonesia. Knowledge and practices about malaria are factors that can affect the incidence of malaria. In addition to the knowledge and practice about malaria, the physical environment inside and outside the house such as ventilation, presence of roof, wall density, temperature and humidity of the house also be risk factors that may affect the incidence of malaria. To be able to understand that malaria can be affect ny these factors, a study was conducted to determine the correlation between knmowledge and practice about malaria as well as some physical enviromental factors with the incidence of malaria.METHODSA cross-sectional observational analytic study was conducted and involving 202 respondents who visited Puskesmas Nabire Kota, Puskesmas Karang Tumaritis, and Poliklinik Santo Rafael in Nabire, Papua. Data collected by peripheral blood examination to see whether there is malaria on respondents, knowledge and practices are measured based on the value of a questionnaire and physical environment obtained from direct observation. Data analysis was performed using SPSS release 17.0 and level of significance was set at 0.05 and using Chi-square test.RESULTSBased on the results of research on people who are less knowledgeable about as many as 80 respondents (762.2%) suffered from malaria and 25 respondents (23.8%) had no malaria, while 48 respondents with good knowledge (49.5%) suffered from malaria and 49 respondents are normal. In addition, respondents who are less practice as much as 77 respondents (72.6%) suffered from malaria and 29 respondents (27.4%) had no malaria, while 51 respondents with (53.1%) suffered from malaria and 45 respondents (46, 9%) normal.CONCLUSIONSStudy revealed there is correlation between knowledge and practice about malaria with infection of malaria at 17-50 years old.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?