DETAIL KOLEKSI

Usulan perbaikan kualitas pada proses produksi kaus kaki bayi si Yuna Knitting Factory


Oleh : Herlani Iskandar

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2000

Pembimbing 1 : Roesmin Darwis

Pembimbing 2 : Dedy Sugiarto,SSi,MM

Subyek : Quality control;evaluation methods;materials testing;management operations;Industrial management;Project management

Kata Kunci : perbaikan, kualitas, quality control, evaluasi, industrial.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2000_TA_TI_06395134_Judul.pdf 976.39
2. 2000_TA_TI_06395134_Abstrak.pdf 867.62
3. 2000_TA_TI_06395134_Daftar-isi.pdf 624.13
4. 2000_TA_TI_06395134_Bab1.pdf 677.36
5. 2000_TA_TI_06395134_Bab2.pdf 1997.88
6. 2000_TA_TI_06395134_Bab3.pdf 830.23
7. 2000_TA_TI_06395134_Bab4.pdf 1077.69
8. 2000_TA_TI_06395134_Bab5.pdf 1809.33
9. 2000_TA_TI_06395134_Daftar-pustaka.pdf 724.45
10. 2000_TA_TI_06395134_Lampiran.pdf 889.78

Y Yuna Knitting Factory merupakan sebuah perusahaan swasta yang sedang berkembang, bergerak dalam bidang industri kaus kaki yang menghasilkan beraneka ragam jenis produk kaus kaki. Perusahaan ini menghadapi masalah dengan masih tingginya jumlah cacat yang terjadi pada produksi kaus kaki. Untuk dapat mengatasi masalah ini, pertama-tama perlu dipahami dulu proses produksi dari kaus kaki tersebut. Setelah itu dilakukan pengumpulan data jumlah cacat dari produk kaus kaki selama empat bulan terakhir (Juni — September 1999). Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan diagram pareto untuk menentukan jenis produk kaus kaki yang menghasilkan jumlah produk cacat yang terbesar. Ternyata,produk kaus kaki yang menghasilkan jumlah produk cacat yang terbesar adalah jenis produk kaus kaki bayi. Selanjutnya, kembali dilakukan pengumpulan data jenis-jenis cacat yang terjadi pada produk kaus kaki bayi. Setelah semua data terkumpul, data-data tersebut kemudian diolah lagi dengan menggunakan diagram pareto untuk menentukan jenis cacat yang paling banyak terjadi pada proses kaus kaki bayi, yang ternyata adalah cacat bergaris. Perhitungan lalu dilanjutkan dengan menggunakan peta kontrol p yang kemudian didapat bahwa proses produksi kaus kaki bayi ini berlangsung dalam pengendalian statistikal. Setelah itu dilakukan perhitungan kapabilitas proses dengan basil 0.7844. Hal ini berarti, perusahaan hanya mampu menghasilkan produk yang balk (tidak cacat) sebesar 78,44 persen dari jumlah produk seluruhnya, sedangkan batas toleransi terjadinya produk cacat yang ditetapkan oleh perusahaan adalah 5 persen dari total produksinya. Agar dapat memecahkan masalah tersebut, digunakan diagram sebab akibat untuk mengetahui penyebab terjadinya produk cacat. Penyebab-penyebab terjadinya produk cacat ini terbagi atas tiga faktor, yaitu faktor mesin, metode keda dan faktor bahan baku. Dari ketiga faktor tersebut, faktor yang paling dominan adalah faktor mesin. Penyebab yang berasal dari faktor mesin ini adalah dudukan jarum yang sudah goyah sehingga menyebabkan jarum terbentur dengan pipa benang dan pipa karet. Karena benturan ini, jarum menjadi patah kemudian menyebabkan kaus kaki menjadi bergaris. Untuk dapat mengatasi masalah diatas, dibuatlah usulan-usulan perbaikan berdasarkan penyebab-penyebab yang telah diketahui. Usulan-usulan perbaikan itu antara lain adalah dengan mengganti bearing dan bantalan yang sudah aus, menambah ring plat dan ring per pada baut, mengganti benang yang kualitasnya kurang bagus dengan yang lebih balk dan menempatkan seorang operator untuk mengamati sebanyak-banyaknya dua buah mesin pemintalan secara kontinu.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?