DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara keluhan subjektif dengan gambaran klinis bruksisme: Kajian pada Mahasiswa FKG Usakti (Laporan penelitian)


Oleh : Astrya Fitryanur

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.692 FIT h

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : drg. Siti Chandra D , Sp.Pros.

Pembimbing 2 : drg. Carolina D., Sp.Pros.

Subyek : Prosthodontics

Kata Kunci : bruxism, probable, hyperkeratosis,k line alba, tongue indentation, Lip indentation, bruxoposition.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_KG_04012021_Halaman-Judul.pdf 2100.2
2. 2016_TA_KG_04012021_Bab-1.pdf 651.77
3. 2016_TA_KG_04012021_Bab-2.pdf 858.53
4. 2016_TA_KG_04012021_Bab-3.pdf 722.01
5. 2016_TA_KG_04012021_Bab-4.pdf 670.65
6. 2016_TA_KG_04012021_Bab-5.pdf 652.9
7. 2016_TA_KG_04012021_Bab-6.pdf 655.57
8. 2016_TA_KG_04012021_Bab-7.pdf 646.73
9. 2016_TA_KG_04012021_Daftar-Pustaka.pdf 727.56
10. 2016_TA_KG_04012021_Lampiran.pdf 1319.76

B Bruksisme merupakan suatu kegiatan parafungsional yang ditandai dengan grinding yaitu menggeretakkan atau menggerus gigi dan clenching yaitu mengatupkan gigi rahang atas dan bawah dengan keras baik sewaktu tidur, maupun terjaga. Gambaran klinis yang dapat dipertimbangkan untuk mengevaluasi bruksisme dalam pemeriksaan intraoral diantaranya hiperkeratosis atau linea alba, indentasi pada lidah, indentasi pada bibir, dan bruxoposisi. Belum banyak penelitian yang membahas tentang hubungan antara keluhan subjektif dengan gambaran klinis bruksisme yang sesuai dengan kriteria diagnosis probable bruksisme. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara keluhan subjektif dengan gambaran klinis bruksisme. Total 30 mahasiswa/i (10 laki-laki, 20 perempuan), usia 18-24 tahun, menjadi subjek dalam penelitian ini. Keluhan subjektif dan gambaran klinis bruksisme diperiksa oleh dua operator. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara keluhan subjektif dengan gambaran klinis bruksisme (p>0,05) sementara, masing-masing gambaran klinis memiliki hubungan yang bermakna dengan keluhan subjektif bruksisme (p<0,05). Dari hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa dibutuhkan bukti tambahan untuk menegakkan diagnosis bruksisme melalui pemeriksaan penunjang seperti rekaman electromyographic (EMG) atau polysomnographic (PSG).

B Bruxism is the parafunctional activity characterized by grinding and clenching of the teeth that may occur during sleep or less commonly in daytime. To examine bruxism, a number of intraoral signs such as hyperkeratosis or linea alba, tongue indentation, lip indentation, and bruxoposition have been considered to be incorporated into examination protocol. However, studies on the correlation between self-reported and intraoral signs of bruxism which is leading to a diagnosis of probable bruxism is lacking. The aim of this study was to investigate the association between self-reported and intraoral signs of bruxism. A total of 30 students (10 males and 20 females), aged 18-24 years old were included in the study. Self-reported and intraoral signs of bruxism were assessed by two examiners. There was no significant association between self-reported and intraoral signs of bruxism (p>0,05) whilst each intraoral signs of bruxism was significantly associated with self-reported bruxism (p<0,05). Based on these results, more evidence is needed to clarify the diagnosis of bruxism. Further clinical examination with electromyographic or polisomnographic recording should be considered.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?