DETAIL KOLEKSI

Perbaikan beban kerja fisik pramudi transjakarta koridor ix untuk mengurangi resiko ergonomi pekerja


Oleh : Rifan Pratama Purba

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Nora Azmi

Pembimbing 2 : Dian Mardi Safitri

Subyek : Transportation;Trafficked road conditions

Kata Kunci : physical workload, Pulse, energy consumption, oxygen consumption, Work Metabolic Rate (MWR), Ergonom


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_TI_06310043_Halaman-Judul.pdf 1121.72
2. 2015_TA_TI_06310043_Bab-1.pdf 620.8
3. 2015_TA_TI_06310043_Bab-2.pdf 1075.65
4. 2015_TA_TI_06310043_Bab-3.pdf 627.48
5. 2015_TA_TI_06310043_Bab-4.pdf 1021.75
6. 2015_TA_TI_06310043_Bab-5.pdf 2095.57
7. 2015_TA_TI_06310043_Bab-6.pdf 2826.58
8. 2015_TA_TI_06310043_Bab-7.pdf 570.65
9. 2015_TA_TI_06310043_Bab-8.pdf 895.05
10. 2015_TA_TI_06310043_Daftar-Pustaka.pdf 437.57

S Salah satu alat transportasi massal yang digunakan masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya untuk melakukan aktifitas adalah Transjakarta. Pramudi Transjakarta koridor IX dihadapkan pada permasalahan kondisi jalan yang sangat macet, jam kerja yang panjang, dan memiliki rote terpanjang yaitu sebesar 28,8 km. Panjangnya rote serta kondisi jalan yang macet tersebut dapat menimbulkan kelelahan bagi pramudi koridor IX yang dapat menyebabkan risiko ergonomi, salah satunya adalah kecelakaan yang disebabkan kondisi fisik pramudi. Pramudi bus Transjakarta dituntut untuk memiliki keahlian, kecermatan, dan kewaspadaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengemudi transportasi massal lain yang berada di Jakarta. Penelitian ini terfokus pada kondisi pramudi bus Transjakarta dimana dengan adanya pramudi bus Transjakarta yang aman dan sehat akan memicu pada hasil pekerjaan yang maksimum. Untuk mencapai kondisi pramudi Transjakarta yang aman dan sehat maka dilakukan penelitian beban kerja fisik terhadap pramudi Transjakarta koridor IX. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur denyut nadi pramudi Transjakarta koridor IX. Hasil Pengukuran denyut nadi berbeda beda karena beberapa faktor seperti usia, berat badan, tinggi badan, waktu kerja, dan lain lain. Hasil pengukuran denyut nadi pramudi di konversi menjadi konsumsi energi dengan menggunakan rumus Keytel. Setelah dilakukan perhitungan konsumsi energi dilakukan dilakukan perhitungan konsumsi energi selanjutnya dlakukan perhtungan konsumsi oksigen dan Metabolic Work Rate. Hasil perhitungan konsumsi energi menggunakan rumus Keytel. untuk pengemudi Transjaka koridor IX pada shift 1 sebesar 7,81 kkal/min dan untuk -hift ebesar 10,88r kkal/min. Perhitungan konsumsi energi tidak hanya dipengaruhi denyut nadi tetapi usia dan berat badan juga. Dan hasil perhitungan menggunakan rumus Keytel dapat disimpulkan bahwa konsumsi energi pada pramudi pada pramudi Transjakarta koridor IX tergolong berat dan perlu dilakukan perbaikan dengan menambahkan jam istirahat koridor IX.

O One of the mass transportation tools used by the people of DKI Jakarta and surrounding areas to conduct activities is Transjakarta. Transjakarta Pramudi corridor IX is faced with the problem of very jammed road conditions, long working hours, and has the longest rote of 28.8 km. The length of the rote and the condition of the stalled road can cause fatigue for the corridor IX pramudi which may cause ergonomic risk, one of which is the accident caused by the physical condition of the driver. Transjakarta bus drivers are required to have greater skill, care and vigilance than other mass transportation drivers in Jakarta. This study focuses on the condition of Transjakarta bus drivers in which a safe and healthy Transjakarta bus driver will trigger maximum employment results. To achieve the condition of Transjakarta pramudi safe and healthy hence conducted research of physical work load to Transjakarta pramudi corridor IX. This research was conducted by measuring the pulse of Transjakarta corridor IX pramudi. Results Measurement of pulse rate is different due to several factors such as age, weight, height, work time, and others. The result of measurement of prerudius pulse in conversion into energy consumption by using Keytel formula. After the calculation of energy consumption is done calculation of energy consumption then dadap perhtungan oxygen consumption and Metabolic Work Rate. The calculation of energy consumption using Keytel formula. For Transjaka driver corridor IX on shift 1 of 7.81 kcal / min and for -hift ebesar 10,88r kcal / min. Calculation of energy consumption is not only influenced by pulse but age and weight as well. And the result of calculation using Keytel formula can be concluded that the energy consumption in pramudi on TransJakarta Corridor IX pramudi classified as heavy and need to be repaired by adding clock corridor IX.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?