DETAIL KOLEKSI

Evaluasi dan usulan perbaikan kinerja pada proses perumusan standar pendekatan iso 9004-2009 di Badan Standar Nasional


Oleh : Hemas Sakurin Praweri

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Dorina Hetharia

Pembimbing 2 : Nurlailah Badriah

Subyek : Performance formulation center;Measurement;Quality management system

Kata Kunci : iso, quality management system, performance improvement.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_TI_06310106_Halaman-Judul.pdf 669.1
2. 2015_TA_TI_06310106_Bab-1.pdf 476.39
3. 2015_TA_TI_06310106_Bab-2.pdf 611.61
4. 2015_TA_TI_06310106_Bab-3.pdf 736.42
5. 2015_TA_TI_06310106_Bab-4.pdf 1337.04
6. 2015_TA_TI_06310106_Bab-5.pdf 7079.97
7. 2015_TA_TI_06310106_Bab-6.pdf 447.11
8. 2015_TA_TI_06310106_Bab-7.pdf 424.06
9. 2015_TA_TI_06310106_Daftar-Pustaka.pdf 445.99

B Badan Standardisasi Nasional (BSN) merupakan lembaga pemerintah non-kementerian dengan tugas pokok mengembangkan dan membina kegiatan standardisasi di Indonesia. Perolehan sertifikasi ISO 9001-2008 telah membuktikan mutu dan manajemen BSN telah memenuhi standar internasional, tetapi masalahnya adalah bagaimana perolehan sertifikat tersebut memberikan pengaruh yang positif terhadap kinerja Pusat Perumusan Standar BSN. Walaupun sudah tersertifikasi, pada kenyataannya masih ada SNI yang diselesaikan dalam waktu lebih dan target 11 bulan. Tujuan dan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisa faktor yang mempengaruhi kinerja Pusat Perumusan Standar BSN; mengukur kinerja system manajemen mutu Pusat Perumusan Standar BSN dengan pengukuran gap, menggunakan metode scanning dan scoring; melakukan analisis gap yang diperoleh dan mencari akar masalahnya; dan memberikan usulan solusi pemecahan masalah dan perbaikan dan permasalahan yang terjadi. Pengumpulan data penelitian diperoleh dan wawancara, pengamatan, softcopy, dan hardcopy file. Perbaikan dan peningkatan kinerja dilakukan dengan mengidentifikasi tahapan proses yang melampaui target, mengukur kesenjangan (GAP) antara kondisi nyata dengan persyaratan ISO 9004:2009 menggunakan scanning dan scoring self assement tools. Hasil dari analisis menyimpulkan bahwa keterlambatan target disebabkan adanya kesenjangan pada klausul pengelolaan sumber daya metode, lingkungan kerja, peningkatan inovasi & pembelajaran, evaluasi diri, dan komunikasi kebijakan strategi. Beberapa alternatif perbaikan diperoleh melalui analisis tersebut, dan dilakukan pemilihann alternatif terbaik menggunakan Analitycal Hierarchy Process . Alternatif yang dipilih lah kaji ulang proses perumusan SNI.

N National Standardization Body (BSN) is a non-ministerial government agency with the main task of developing and fostering standardization activities in Indonesia. The acquisition of ISO 9001-2008 certification has proven the quality and management of BSN has fulfilled international standard, but the problem is how the acquisition of the certificate gives a positive influence on the performance of Standard Formulation Center of BSN. Although it is certified, in fact there are still SNIs completed in more time and target of 11 months. The purpose of this research is to identify and analyze factors influencing the performance of Standard Formulation Center of BSN; Measure the performance of quality management system of Standard Formulation Center of BSN with gap measurement, using scanning and scoring method; Do gap analysis obtained and find the root of the problem; And provide proposed solutions to problem solving and repairs and problems that occur. Research data collection was obtained and interview, observation, softcopy, and hardcopy file. Improvements and performance improvements are made by identifying process stages that exceed the targets, measuring the gap (GAP) between real conditions and the requirements of ISO 9004: 2009 using scanning and scoring self asset tools. The results of the analysis conclude that the target delay is due to gaps in the resource management method clause, work environment, innovation & learning improvement, self-evaluation, and strategic policy communication. Several alternative improvements were obtained through the analysis, and the best alternative was chosen using Analitycal Hierarchy Process. The chosen alternative is to review the process of SNI formulation.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?