DETAIL KOLEKSI

Pengukuran beban kerja fisik dan usulan perbaikan postur kerja untuk mengurangi resiko musculoskeletal disorders operator pada PT. Hyundai Indonesia Motor

2.5


Oleh : Aulia Fitria Rohmah

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Pudji Astuti

Subyek : Transportation;Production - Process;Human engineering

Kata Kunci : physical workload, improvement of work posture, musculoskeletal disorders operator


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_TI_06312096_1_Halaman-Judul.pdf 877.46
2. 2016_TA_TI_06312096_10_Daftar-Pustaka.pdf 201.5
3. 2016_TA_TI_06312096_9_Lampiran.pdf 194.29

P PT. Hyundai Indonesia Motor merupakan perusahaan yang bergerak dibidang otomotif. Pada penelitian awal, operator mengalami masalah ergonomi yaitu operator bekerja dengan pergerakan berulang dan penggunaan tenaga berlebih sehingga memunculkan keluhan rasa sakit terutama di bagian pinggang, lengan atas bagian kanan,pergelangan tangan kiri, pergelangan kanan, kaki kiri, dan kaki kanan yakni masing-masing sebesar 100% yang diketahui berdasarkan kuesioner Nordic Body Map. Departemen yang diteliti di PT. Hyundai Indonesia Motor adalah Departemen BodyShop.Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur beban kerja fisik operator, mengidentifikasi resiko ergonomi dari postur kerja operator dan melakukan perancangan usulan perbaikan sistem kerja yang optimal agar dapat mengurangi masalah ergonomi pada operator. Hasil penelitian beban kerja fisik dilakukan dengan Pengukuran denyut nadi. Dari hasil pengukuran denyut nadi didapatkan nilai %CVL sebesar 90,49% sehingga termasuk dalam kategori pembebanan fisik yang berat maka dari itu perlu dilakukan tindakan segera.Hasil penelitian postur kerja dengan metode REBA memiliki skor 10 untuk operator A dan 7 untuk operator D, sehingga postur kerja operator masuk dalam kategori tinggi dan membutuhkan tindakan usulan perbaikan segera mungkin. Untuk mengidentifikasi risiko Muscoloskeletal Disorders menggunakan Metode Quick Exposure Checklist dan Job Strain Index. Hasil metode QEC mendapatkan nilai sebesar 88,89% untuk operator A dan 82,09% untuk operator D. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat indikator dalam kuesioner seperti alat bantu kerja karena proses kerja secara manual serta adanya getaran (vibrator) secara statis dan dalam waktu yang cukup lama. Sedangkan hasil dari metode JSI mendapatkan nilai tertinggi sebesar 13,5 yang termasuk dalam kategori membahayakan. Maka tindakan yang dilakukan dengan membuat alternatif usulan perbaikan dengan pendekatan secara engineering dan administative control. Oleh karena itu diajukan usulan intervensi ergonomi berupa perancangan alat bantu meja, rotasi pekerja, dan pemberian waktu istirahat (recovery). Berdasarkan hasil penilaian skala Likert, Alternatif yang terpilih adalah pendekatan engineering control yaitu perancangan alat bantu kerja berupa meja hidrolik. kemudian disimulasikan dengan software 3D Max dan diketahui terjadi penurunan resiko Muscoloskeletal Disorders yang ditentukan dengan Rapid Entire Body Assessment (REBA) dari action level 7 menjadi action level 2.

P PT. Hyundai Indonesia Motor is a company engaged in automotive. In the preliminary study, the operator experienced ergonomic problems ie the operator worked with repetitive movement and excessive use of power resulting in pain complaints especially in the waist, upper right arm, left wrist, right ankle, left foot, and right foot, respectively Of 100% is known based on the Nordic Body Map questionnaire. The department under study at PT. Hyundai Indonesia Motor is the BodyShop Department. The purpose of this research is to measure the operator's physical workload, identify the ergonomic risk of the operator's work posture and perform the design of the proposed optimal work system improvement in order to reduce the ergonomic problems in the operator. Result of research of physical work load done with Measurement of pulse. From the results of pulse measurements obtained the value of CVL% 90.49%, so included in the category of heavy physical loading then it is necessary to do action immediately. The results of research work posture with REBA method has a score of 10 for operators A and 7 for operator D, operators' work postures fall into the high category and require proposed remedial actions as soon as possible. To identify the risk of Muscoloskeletal Disorders using the Quick Exposure Checklist Method and Job Strain Index. The result of QEC method get the value of 88,89% for operator A and 82,09% for operator D. This indicates that there are indicators in questionnaires such as work tools due to manual work process as well as the vibration (static) and in time which is long enough. While the results of the JSI method get the highest score of 13.5 which is included in the category of harm. Then the action is done by making an alternative proposed improvement with the approach of engineering and administative control. Therefore, the proposed ergonomic intervention in the form of the design of table aids, worker rotation, and the provision of rest (recovery). Based on the results of Likert scale assessment, the chosen alternative is the engineering control approach that is designing work aids in the form of hydraulic table. then simulated with 3D Max software and known to decrease risk of Muscoloskeletal Disorders determined with Rapid Entire Body Assessment (REBA) from action level 7 to action level 2.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?