DETAIL KOLEKSI

Hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian akne vulgaris pada remaja usia 16-18 tahun


Oleh : Belda Amelia

Info Katalog

Nomor Panggil : S 985

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Noviani Prasetyaningsih

Subyek : Obesity

Kata Kunci : body mass index, acne vulgaris, obesity


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_KD_03013037_Halaman-judul.pdf 874.14
2. 2017_TA_KD_03013037_Bab-1-Pendahuluan.pdf 711.49
3. 2017_TA_KD_03013037_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 756.05
4. 2017_TA_KD_03013037_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 698.21
5. 2017_TA_KD_03013037_Bab-4-Metode.pdf 700
6. 2017_TA_KD_03013037_Bab-5-Hasil.pdf 663.14
7. 2017_TA_KD_03013037_Bab-6-Pembahasan.pdf 657.96
8. 2017_TA_KD_03013037_Bab-7-Kesimpulan.pdf 664.81
9. 2017_TA_KD_03013037_Daftar-pustaka.pdf 689.66
10. 2017_TA_KD_03013037_Lampiran.pdf 1192.23

A Acne vulgaris is an obstructive skin disease and a chronic inflammatory of the pilosebaceous unit that often occurs in adolescence. The prevalence of acne rangesfrom 47-90% during adolescence at the age of 16-18 years. Obesity is a body mass index that higher or equal to 30 kg/m2. According to some journals, overweight orobese have a positive correlation with insulin levels and it will stimulate theoccurrence of acne vulgaris. But whether body mass index has a positive correlationwith the incidence of acne vulgaris in adolescents aged 16-18 years?. This study aims to determine the relationship of body mass index with the incidence of acne vulgaris in adolescents aged 16-18 years, determine the relationship between the characteristics of the respondents, age and gender with the incidence of Acne Vulgaris, determine the relationship between smoking and the use of cosmetics with the incidence of Acne Vulgaris and to know the prevalence of Acne Vulgaris in SMAN 23 Jakarta. Cross-sectional, community-based study was performed to determine the prevalence and severity of acne vulgaris in adolescents and of factors influencing the acne severity risk. The prevalence and severity of acne were assessed in a randomized sample of 80 persons (aged 16 – 18 years) at SMAN 23 Jakarta. The study was conducted in December 2016. The prevalence of self-reported acne was 83.8%. The data were collected by measuring the height and weight of respondents, as well as aface examination by dermato-venerology and using a questionnaires as controlling external variables. Analysis of the data using (SPSS) Version 21 for Mac. There is no significant relationship between body mass index with the prevalence of Acne Vulgaris after using the Kolmogorov Smirnov test with p value of 1.000. There is no significant relationship between the characteristics of the respondents, age and gender with the prevalence of Acne Vulgaris after using the Chi-Square test with pvalue of 0.484 (p> 0.05). There is no relationship between body mass index and respondent characteristics (ageand gender) with the prevalence of Acne Vulgaris.

A Acne vulgaris adalah penyakit kulit obstruktif dan peradangan kronis dari unit pilosebaceous yang sering terjadi pada masa remaja. Prevalensi jerawat berkisar dari 47-90% selama masa remaja pada usia 16-18 tahun. Obesitas adalah indeks massa tubuh yang lebih tinggi atau sama dengan 30 kg / m2. Menurut beberapa jurnal, orobese kelebihan berat memiliki korelasi positif dengan kadar insulin dan akan merangsang terjadinya jerawat vulgaris. Tetapi apakah indeks massa tubuh memiliki korelasi positif dengan kejadian jerawat vulgaris pada remaja berusia 16-18 tahun?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian jerawat vulgaris pada remaja usia 16-18 tahun, menentukan hubungan antara karakteristik responden, usia dan jenis kelamin dengan kejadian Acne Vulgaris, menentukan hubungan antara merokok dan penggunaan kosmetik dengan kejadian Acne Vulgaris dan mengetahui prevalensi Acne Vulgaris di SMAN 23 Jakarta. Cross-sectional, studi berbasis komunitas dilakukan untuk menentukan prevalensi dan keparahan jerawat vulgaris pada remaja dan faktor yang mempengaruhi risiko keparahan jerawat. Prevalensi dan keparahan jerawat dinilai dalam sampel acak dari 80 orang (usia 16 - 18 tahun) di SMAN 23 Jakarta. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2016. Prevalensi jerawat yang dilaporkan sendiri adalah 83,8%. Data dikumpulkan dengan mengukur tinggi dan berat responden, serta pemeriksaan wajah oleh dermato-venerologi dan menggunakan kuesioner sebagai mengendalikan variabel eksternal. Analisis data menggunakan (SPSS) Versi 21 untuk Mac. Tidak ada hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan prevalensi Acne Vulgaris setelah menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dengan nilai p 1.000. Tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik responden, usia dan jenis kelamin dengan prevalensi Acne Vulgaris setelah menggunakan uji Chi-Square dengan nilai p = 0,484 (p> 0,05). Tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh dan karakteristik responden (usia dan jenis kelamin) dengan prevalensi Acne Vulgaris.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?