DETAIL KOLEKSI

Hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan gangguan siklus haid pada wanita usia 20-45 tahun


Oleh : Eva Mardiana Dewi

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1075

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Revalita Wahab

Subyek : Contraception;Menstrual cycle

Kata Kunci : menstrual cycle disorders, hormonal contraception, age, education


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_KD_03013222_halaman-judul.pdf 1551.92
2. 2017_TA_KD_03013222_bab-1-pendahuluan.pdf 683.94
3. 2017_TA_KD_03013222_bab-2-tinjauan-literatur.pdf 766.85
4. 2017_TA_KD_03013222_bab-3-kerangka-konsep.pdf 681.56
5. 2017_TA_KD_03013222_bab-4-metode.pdf 717.55
6. 2017_TA_KD_03013222_bab-5-hasil.pdf 702.26
7. 2017_TA_KD_03013222_bab-6-pembahsan.pdf 697.23
8. 2017_TA_KD_03013222_bab-7-kesimpulan.pdf 607.63
9. 2017_TA_KD_03013222_daftra-pustaka.pdf 685.71
10. 2017_TA_KD_03013222_Lampiran.pdf 2065.4

S Siklus haid merupakan bagian dari proses regular yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Siklus haid yang tidak teratur dapat menjadi salah satu masalah kesehatan pada reproduksi wanita. Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan siklus haid, salah satunya adalah penggunaan kontrasepsi hormonal. Beberapa penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara jenis dan lama penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian gangguan haid. Untuk dapat memahami hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan gangguan siklus haid pada wanita usia 20-45 tahun. Jenis penelitian merupakan observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional yang dilakukan selama bulan Agustus sampai November 2016. Pengambilan sampel secara consecutive sampling pada 81 responden yang datang ke Puskesmas Panguragan Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Seluruh responden yang memenuhi kriteria inklusi dilakukan wawancara dan memperlihatkan kartu KB kepada peneliti, sedangkan gangguan siklus haid dinilai dengan menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh dilakukan uji statistik dengan menggunakan uji chi-square dan uji alternatif fisher. Penelitian ini didapatkan responden dengan usia 30-39 tahun (44,4%), tingkat pendidikan rendah (63,0%), jenis KB suntikan (69,1%), lama penggunaan KB >1 tahun (82,7%), dan gangguan siklus haid tersering berupa amenore (64,2%). Terdapat hubungan antara jenis (p=0,000) dan lama (p=0,002) penggunaan kontrasepsi hormonal dengan gangguan siklus haid pada wanita usia 20-45 tahun. Usia dan pendidikan juga berperan dalam pemilihan suatu metode kontrasepsi hormonal yang efektif sesuai dengan kebutuhannya, sehingga didapatkan hubungan antara usia (p=0,036) dan pendidikan (p=0,037) dengan gangguan siklus haid pada wanita usia 20-45 tahun. Penggunaan kontrasepsi hormonal mempengaruhi gangguan siklus haid. Wanita yang menggunakan kotrasepsi suntikan dengan lama penggunaan >1 tahun lebih banyak mengalami gangguan siklus haid berupa amenore, dibandingkan dengan kontrasepsi pil dan implan dengan lama penggunaan <1 tahun.

M Menstrual cycle is part of a regular process that prepares a woman's body every month for pregnancy. Irregular menstrual cycles can be one of the health problems in female reproduction. There are factors that affect menstrual cycle disorders, one of which is the use of hormonal contraception. Several studies have shown differences between the type and duration of hormonal contraceptive use and the incidence of menstrual disorders. To be able to understand this, it is necessary to conduct a study that aims to determine whether there is a relationship between hormonal contraceptive use and menstrual cycle disorders in women aged 20-45 years. This type of research is analytic observational using a cross sectional design that was carried out during August to November 2016. Sampling was consecutive sampling in 81 respondents who came to Panguragan Health Center in Arjawinangun District, Cirebon Regency. All respondents who met the inclusion criteria were interviewed and showed KB cards to researchers, while menstrual cycle disorders were assessed using a questionnaire. The data obtained were statistically tested using chi-square test and fisher alternative test. This study found respondents with ages 30-39 years (44.4%), low education level (63.0%), type of injectable family planning (69.1%), length of use of family planning> 1 year (82.7%), and the most frequent menstrual cycle disorders were amenorrhea (64.2%). There was a relationship between type (p = 0,000) and duration (p = 0,002) of hormonal contraception use with menstrual cycle disorders in women aged 20-45 years. Age and education also play a role in the selection of an effective hormonal contraceptive method according to their needs, so that there is a relationship between age (p = 0.036) and education (p = 0.037) with menstrual cycle disorders in women aged 20-45 years. The use of hormonal contraception affects menstrual cycle disorders. Women who used injectable contraceptives with a duration of> 1 year were more likely to experience menstrual cycle disorders in the form of amenorrhea, compared with pill and implant contraception with a duration of <1 year.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?