DETAIL KOLEKSI

Hubungan kadar hemoglobin A1c dengan kualitas tidur pada pasien diabetes mellitus tipe-2


Oleh : Alya Bakti Destiani

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1196

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Fransisca Chondro

Subyek : Diabetes mellitus - Oral medicine

Kata Kunci : hemoglobin A1C, sleep quality, type-2 diabetes


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_KD_03014009_Lampiran.pdf 1943.7
2. 2018_TA_KD_03014009_Manuskrip.pdf 825.25
3. 2018_TA_KD_03014009_Halaman-judul.pdf 1341.92
4. 2018_TA_KD_03014009_Bab-1-Pendahuluan.pdf 752.43
5. 2018_TA_KD_03014009_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 898.11
6. 2018_TA_KD_03014009_Bab-3-kerangkankonsep.pdf 697.41
7. 2018_TA_KD_03014009_Bab-4-Metode.pdf 861.88
8. 2018_TA_KD_03014009_Bab-5-Hasil.pdf 702.45
9. 2018_TA_KD_03014009_Bab-6-Pembahsan.pdf 694.47
10. 2018_TA_KD_03014009_Bab-7-kesimpulan.pdf 629.61
11. 2018_TA_KD_03014009_Daftar-pustaka.pdf 646.13

D Diabetes mellitus (DM) banyak dijumpai di negara berkembang, salah satunya diIndonesia. Salah satu pemeriksaan glukosa darah pada pasien DM adalahpemeriksaan kadar HbA1c yang telah terstandarisasi sesuai The Diabetes Controland Complication Trial (DCCT). Kadar HbA1c menunjukkan kadar glukosa didalam hemoglobin pasien, sehingga kadar HbA1c yang tinggi biasanya akandisertai dengan gejala klinis DM yang semakin jelas, salah satunya poliuria.Poliuria ini dapat berpengaruh pada beberapa hal, salah satunya adalah kualitastidur pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadarHbA1c dengan kualitas tidur pada pasien DM tipe-2. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatandesain cross sectional. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik consecutivenon-random sampling yang berjumlah 44 responden. Data responden diperolehmelalui wawancara pengisian kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)dan pengambilan data HbA1c dari rekam medis. Analisis data yang diolah denganprogram SPSS versi 23 ini dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakanuji statistik Fisher. Penelitian ini diikuti oleh 44 orang pasien DM tipe-2 yang memiliki hasil kadarHbA1c. Berdasarkan hasil statistik didapatkan p sebesar 0.075 dimana p>0.05,sehingga tidak terdapat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kadar HbA1c dengankualitas tidur pada pasien DM tipe-2.

D Diabetes mellitus (DM) is often found in developing countries, one of them in Indonesia. One of the blood glucose examinations in DM patients is standardized HbA1c examination according to The Diabetes Controland Complication Trial (DCCT). HbA1c levels indicate glucose levels in the hemoglobin of the patient, so high levels of HbA1c are usually accompanied by increasingly clear clinical symptoms of DM, one of which is polyuria. Poliuria can affect several things, one of which is the patient's sleep quality. This study aimed to determine the relationship between HBA1c levels and sleep quality in type 2 DM patients. This study was an observational analytic study with a cross sectional approach. The sample of this study was taken by the consecutive-random sampling technique which amounted to 44 respondents. Respondents' data were obtained through interviews filling the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and taking HbA1c data from medical records. Analysis of data processed with the SPSS version 23 program was carried out in univariate and bivariate methods using Fisher statistics. This study was followed by 44 people with type 2 DM patients who had HBA1c levels. Based on the statistical results obtained p is 0.075 where p> 0.05, so there is no relationship between the independent variable and the dependent variable. This study showed no association between HbA1c levels and sleep quality in type 2 DM patients.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?