DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara konsumsi kafein dan fungsi kognitif pada lanjut usia


Oleh : Klemensius Devin Sachio

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1255

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Nugroho Abikusno

Subyek : Nutrition;Geriatrics

Kata Kunci : nutrition, caffeine, cognitive function, elderly


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_KD_03014111_Halaman-judul.pdf 1216.51
2. 2018_TA_KD_03014111_Bab-1-Pendahuluan.pdf 696.22
3. 2018_TA_KD_03014111_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 866.95
4. 2018_TA_KD_03014111_Bab-3-Kerangkakonsep.pdf 695.17
5. 2018_TA_KD_03014111_Bab-4-Metode.pdf 835.22
6. 2018_TA_KD_03014111_Bab-5-Hasil.pdf 815.58
7. 2018_TA_KD_03014111_Bab-6-Pembahasan.pdf 809.72
8. 2018_TA_KD_03014111_Bab-7-Kesimpulan.pdf 689.31
9. 2018_TA_KD_03014111_Daftar-pustaka.pdf 815.79
10. 2018_TA_KD_03014111_Lampiran.pdf 1771.58

G Gangguan fungsi kognitif pada lanjut usia harus menjadi perhatian dikarenakan efek yang menimbulkan banyak dampak pada kualitas hidup lanjut usia. Gangguan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti riwayat penyakit serebrovaskular hingga nutrisi. Berbagai penelitian menunjukkan adanya perbedaan fungsi kognitif pada lanjut usia yang mengkonsumsi kafein. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara konsumsi kafein dan fungsi kognitif pada lanjut usia. Metode penelitian menggunakan studi observasional dengan desain potong lintang yangmengikutsertakan 76 lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2. Data dikumpulkan dengan cara wawancara terpimpin menggunakan kuesioner yang meliputi usia, jenis kelamin, konsumsi kafein menggunakan food frequency questionnaire, dan fungsi kognitif dengan menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis data menggunakan program statistik dengan tingkat kemaknaan sebesar 0,05. Hasil penelitian terdapat hubungan bermakna antara konsumsi kafein dan fungsi kognitif padalanjut usia (p= 0,04), fungsi kognitif normal lebih banyak pada yang mengkonsumsi kafein dengan dosis yang tinggi (>200mg/hari). Terdapat hubungan antara usia dan fungsi kognitif pada lanjut usia (p = 0,047), fungsi kognitif normal lebih banyakditemukan pada kelompok usia 60-75 tahun. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara konsumsi kafein, dan fungsi kognitif pada lansia.

I Impaired cognitive function in the elderly must be a concern because of the effects that have many effects on the quality of life of the elderly. This disorder can be caused by various factors such as a history of cerebrovascular disease to nutrition. Various studies have shown differences in cognitive function in the elderly who consume caffeine. This study aims to look at the relationship between caffeine consumption and cognitive function in the elderly. The research method used an observational study with cross-sectional design which included 76 elderly people at the Budi Mulia National Nursing Home Budi Mulia 2. Data was collected by guided interview using a questionnaire covering age, sex, caffeine consumption using a food frequency questionnaire, and cognitive function using Mental Mini State Examination (MMSE). Data analysis using statistical programs with a significance level of 0.05. The results showed that there was a significant relationship between caffeine consumption and cognitive function at the age of age (p = 0.04), more normal cognitive function in those who consumed caffeine with high doses (> 200mg / day). There was a relationship between age and cognitive function in the elderly (p = 0.047), normal cognitive function was found more in the age group 60-75 years. The conclusion of this study shows that there is a significant relationship between caffeine consumption and cognitive function in the elderly.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?