DETAIL KOLEKSI

Hubungan lingkar pinggang dengan kejadian hiperurisemia pada laki-laki usia 30-50 tahun


Oleh : Nurlia Desyanti

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1274

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Suweino

Subyek : Waist circumference;Hiperurisemia - Man

Kata Kunci : waist circumference, hyperuricemia, central obesity, males


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_KD_03014151_Halaman-judul.pdf 1282.06
2. 2018_TA_KD_03014151_Bab-1-Pendahuluan.pdf 636.4
3. 2018_TA_KD_03014151_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 859.23
4. 2018_TA_KD_03014151_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 607.1
5. 2018_TA_KD_03014151_Bab-4-Metode.pdf 907.82
6. 2018_TA_KD_03014151_Bab-5-Hasil.pdf 878.22
7. 2018_TA_KD_03014151_Bab-6-Pembahasan.pdf 539.78
8. 2018_TA_KD_03014151_Bab-7-Kesimpulan.pdf 530.24
9. 2018_TA_KD_03014151_Daftar-pustaka.pdf 618.03
10. 2018_TA_KD_03014151_Lampiran.pdf 2102.9
11. 2018_TA_KD_03014151_Manuskrip.pdf 932.88

L Latar Belakang: Hyperurysemia adalah keadaan asam urat dalam darah yang naik di atas normal. Survei epidemiologis di Bandungan, Jawa Tengah pada 2007 dalam prevalensi hiperurisemia 24,3% pada pria. Salah satu faktor risiko adalah obesitas sentral dengan indikator lingkar pinggang. Prevalensi obesitas meningkat pada usia ≥ 35 tahun. Prevalensi obesitas juga lebih tinggi pada pekerja sebagai pegawai negeri / karyawan / pengusaha. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian ini memiliki 64 laki-laki untuk sampel berusia 30-50 tahun yang diperoleh dengan pengambilan sampel non-acak berturut-turut. Penelitian ini dilakukan pada Agustus 2017. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran kadar asam urat dan pengukuran lingkar pinggang. Analisis data dilakukan dengan tes. Hasil: Dalam penelitian ini menunjukkan proporsi pria berusia 30-50 tahun yang memiliki lingkar pinggang lebih (obesitas sentral) adalah 43 subjek (43,2%), dan yang memiliki kadar asam urat tinggi pada subjek yang obesitas sentral adalah 13 subjek (30,23). %). Analisis korelasi Pearson menunjukkan ada korelasi positif yang lemah antara lingkar pinggang dengan hiperurisemia. Kekuatan korelasi kedua variabel (r = 0,23) dengan p = 0,068 yang berarti lemah atau tidak ada karena p> 0,05. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa lingkar pinggang tidak memiliki korelasi yang signifikan dengan kadar asam urat pada pria berusia 30-50 tahun.

B Background: Hyperurysemia is a state of uric acid in the blood that rises above normal. Epidemiologic surveys in Bandungan, Central Java in 2007 in the prevalence of hyperuricemia of 24.3% in males. One risk factor is central obesity with an indicator of waist circumference. The prevalence of obesity increases at aged ≥ 35 years. The prevalence of obesity is also higher in workers as civil servants / employees / entrepreneurs. Method: The research design used was cross sectional. This study has 64 males for sample aged 30-50 years obtained by consecutive non-random sampling. This study was conducted in August 2017. Data collection was done through measurement of uric acid levels and waist circumference measurements. Data analysis was done by test. Results: In the study showed the proportion of men aged 30-50 years who had more waist circumference (obese central) were 43 subjets (43.2%), and who had high uric acid level in subjects who were central obesity were 13 subjects ( 30.23%). Pearson correlation analysis showed there was a weak positive correlation between waist circumference with hyperuricemia. The correlation strength of both variables (r = 0.23) with p = 0.068 which means weak or absent because p> 0,05. Conclusions: This study showed that waist circumference did not have a significant correlation with uric acid levels in males aged 30-50 years.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?