DETAIL KOLEKSI

Korelasi intensitas aktifitas fisik dengan kebugaran dan kadar glukosa darah sewaktu remaja


Oleh : Syamsul Arifin

Info Katalog

File Jurnal : 00000000000000097445.pdf

Nomor Panggil : S 1371

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Laksmi Maharani

Subyek : Health - Physical activity;Health - Blood sugar

Kata Kunci : physical fitness, blood sugar level, physical activity intensity, adolescent


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_KD_03014185_Halaman-judul.pdf 1224.82
2. 2018_TA_KD_03014185_Bab-1-Pendahuluan.pdf 612.15
3. 2018_TA_KD_03014185_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 825.64
4. 2018_TA_KD_03014185_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 629.94
5. 2018_TA_KD_03014185_Bab-4-Metode.pdf 821.04
6. 2018_TA_KD_03014185_Bab-5-Hasil.pdf 683.92
7. 2018_TA_KD_03014185_Bab-6-Pembahasan.pdf 608.23
8. 2018_TA_KD_03014185_Bab-7-Kesimpulan.pdf 525.63
9. 2018_TA_KD_03014185_Daftar-pustaka.pdf 689.13
10. 2018_TA_KD_03014185_Lampiran.pdf 1520.76

L LATAR BELAKANG : Kelompok remaja di Indonesia tahun 2010 sekitar 18% dari jumlah penduduk.(1) Permasalahan yang sering timbul adalah pola diet yang salah dan berujung pada gangguan metabolisme tubuh(2) dimana kadar glukosa darah merupakan salah satu parameter untuk menilai metabolisme.(3) Gangguan ini dapat ditanggulangi dengan aktivitas fisik(4) yang merupakan salah satu faktor penentu kebugaran. Maka, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan melihat perbandingan kebugaran dan kadar gula darah remaja dengan intensitas aktivitas fisik berbeda.METODEPenelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan metode studi potong-silang. Data dikumpulkan dengan cara mengisi kuesioner yang meliputi identitas responden dan aktivitas fisik, pemeriksaan kebugaran dengan harvard step test, dan pemeriksaan gula darah sewaktu menggunakan glukometer. Analisis data menggunakan program statistik dengan tingkat kemaknaan 0,05.HASILDari 49 responden, terdapat 61,2% beraktivitas fisik baik, 75,5% memiliki kebugaran sedang, dan 98% memiliki kadar glukosa darah baik. Korelasi intensitas aktivitas fisik dengan kebugaran dan kadar glukosa darah pada remaja memiliki nilai p > 0,05.KESIMPULANPenelitian ini menujukkan tidak ada korelasi antara intensitas aktivitas fisik dengan kebugaran dan kadar glukosa darah pada remaja.

B BACKGROUND : In Indonesia, there were 18% of adolescents in 2010.(1) One of the most common problems in adolescent is a wrong diet that leads to metabolism disruption(2) whereas blood sugar level is an indicator to assess metabolism.(3) This disruption could be overcame by practicing physical activity,(4) which is a determinant of physical fitness. Therefore, a study to evaluate the comparison between physical fitness and blood sugar level in adolescent with different intensity of physical activity was held.METHODA cross-sectional experimental study was conducted. Data collection was done by filling in questionnaire consisting of personal data and physical activity, doing harvard step test to measure physical fitness, and assessing blood sugar level using glucometer. Data analysis was performed using statistical program with level of significance at 0,05.RESULTAmong 49 samples, 61,2% had good physical activity, 75,5% had moderate physical fitness, and 98% had good blood sugar level. The correlation between physical activity intensity with physical fitness and blood sugar level in adolescents showed p > 0,05.CONCLUSIONThis study revealed that there was no significant correlation between physical activity intensity with physical fitness and blood sugar level in adolescents.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?