DETAIL KOLEKSI

Hubungan kadar hemoglobin ibu hamil dengan asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir


Oleh : Ferdy Fitra Cipta

Info Katalog

File Jurnal : 00000000000000099380.pdf

Nomor Panggil : S 773

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Erlani Kartadinata

Subyek : Asphyxia neonatorum;Hemoglobins

Kata Kunci : neonatal asphyxia, anemia in pregnancy.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_KD_03012107_Halaman-judul.pdf 1548.14
2. 2016_TA_KD_03012107_Bab-1-Pendahuluan.pdf 746.01
3. 2016_TA_KD_03012107_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 1067.26
4. 2016_TA_KD_03012107_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 850.37
5. 2016_TA_KD_03012107_Bab-4-Metode.pdf 881.7
6. 2016_TA_KD_03012107_Bab-5-Hasil.pdf 867
7. 2016_TA_KD_03012107_Bab-6-Pembahasan.pdf 857.73
8. 2016_TA_KD_03012107_Bab-7-Kesimpulan.pdf 735.29
9. 2016_TA_KD_03012107_Daftar-pustaka.pdf 860.57
10. 2016_TA_KD_03012107_Lampiran.pdf 2209.24

H Hasil riset kesehatan dasar 2007 dan survey demografi kesehatan Indonesia menyatakan bahwa penyebab kematian neonatus di Indonesia paling banyak disebabkan karena gangguan pernapasan salah satunya asfiksia. Untuk mencegah terjadinya asfiksia maka perlu diketahui faktor risiko yang berperan, salah satunya anemia dalam kehamilan. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional yaitu potong silang (cross-sectional). Data didapat dari rekam medis sebanyak 220 bayi baru lahir di RSPAD Gatot Soebroto tahun 2014 dan 2015. Data yang diambil meliputi usia ibu, usia kehamilan, diagnosis anemia dan nilai apgar pada bayi yang dilahirkan. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan bantuan software SPSS for Windows versi 22.0 . Asfiksia terjadi pada 70 dari total 220 bayi baru lahir (31,8%) sedangkan 150 dari 220 bayi baru lahir (68,2%) tidak mengalami asfiksia. Kemudian 59 dari 220 ibu responden mengalami anemia (26,8%) sedangkan 161 ibu responden (73,2%) tidak mengalami anemia. Dari 220 ibu hamil sebanyak 59 yang menderita anemia mendapat bayi yang mengalami asfiksia sebanyak 25 bayi (11,4%) dan sebanyak 34 bayi tidak mengalami asfiksia (15,5%), Penelitian menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai p = 0,042 yang bernilai lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara anemia dalam kehamilan dengan asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara ibu yang menderita anemia dengan asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir.

T The results of 2007 basic health research and Indonesia's health demographic survey stated that the most common cause of neonatal death in Indonesia is due to respiratory disorders, one of which is asphyxia. To prevent asphyxia, it is necessary to know the risk factors that play a role, one of which is anemia in pregnancy. This study uses an observational analytic design that is cross-sectional. Data were obtained from medical records of 220 newborns at the Gatot Soebroto Army Hospital in 2014 and 2015. Data taken included maternal age, gestational age, anemia diagnosis and apgar values ​​in babies born. Data analysis using Chi Square test with the help of SPSS software for Windows version 22.0. Asphyxia occurs in 70 out of a total of 220 newborns (31.8%) while 150 out of 220 newborns (68.2%) do not experience asphyxia. Then 59 out of 220 respondent mothers had anemia (26.8%) while 161 respondent mothers (73.2%) did not have anemia. Of the 220 pregnant women as many as 59 who suffer from anemia, they have 25 asphyxia infants (11.4%) and 34 babies do not experience asphyxia (15.5%). Research using the Chi Square test shows that p = 0.042 has a higher value. smaller than 0.05. So it can be concluded that there is a significant relationship between anemia in pregnancy with neonatal asphyxia in newborns. Based on the results of the study it can be concluded that there is a significant relationship between mothers suffering from anemia with neonatal asphyxia in newborns.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?