DETAIL KOLEKSI

Hubungan konsumsi buah dan sayur dengan obesitas abdominal pada remaja usia 15-18 tahun


Oleh : Brent

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1116

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Adi Hidayat

Kata Kunci : consumption of fruits and vegetables, abdominal obesity, waist circumference


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_KD_03013041_halaman-judul.pdf 1001.07
2. 2017_TA_KD_03013041_bab-1-pendahuluan.pdf 696.6
3. 2017_TA_KD_03013041_bab-2-tinjauan-literatur.pdf 775.69
4. 2017_TA_KD_03013041_bab-3-kerangka-konsep.pdf 701.55
5. 2017_TA_KD_03013041_bab-4-metode.pdf 829.09
6. 2017_TA_KD_03013041_bab-5-hasil.pdf 715.89
7. 2017_TA_KD_03013041_bab-6-pembahasan.pdf 691.52
8. 2017_TA_KD_03013041_bab-7-kesimpulan.pdf 610.62
9. 2017_TA_KD_03013041_daftar-pustaka.pdf 700.64
10. 2017_TA_KD_03013041_lampiran.pdf 1676.71

D Dalam beberapa tahun terakhir, obesitas abdominal di Indonesia terus meningkat. Obesitas abdominal sering dikaitkan dengan gaya hidup dan pola makan, terutama konsumsi buah dan sayur. Telah dilakukan berbagai penelitian mengenai hubungan konsumsi buah dan sayur dengan obesitas abdominal, tetapi hasil mengenai hubungan tersebut bervariasi. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan hubungan antara konsumsi buah dan sayur dengan obesitas abdominal. Desain penelitian cross-sectional dilakukan pada 206 remaja berusia 15-18 tahun. Responden dikategorikan menjadi konsumsi buah dan sayur dengan jumlah yang buruk atau baik dengan menggunakan food frequency questionnaire. Obesitas abdominal ditentukan dengan cara pengukuran Waist Circumference berdasarkan ketentuan WHO.Data dianalisis menggunakan Pearson Chi-Square, dengan tingkat kemaknaan pada 0,05. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi buah dengan obesitas abdominal (p=0.033). Remaja dengan jumlah konsumsi buah yang buruk memiliki risiko lebih besar mengalami obesitas abdominal. Ditemukan juga hubungan jenis kelamin dengan obesitas abdominal (p=0,014). Remaja laki laki memiliki risiko lebih besar mengalami obesitas abdominal. Pada sisi lain, tidak terdapat hubungan konsumsi sayur dengan obesitas abdominal (p=0.568). Remaja dengan jumlah konsumsi buah yang buruk dan obesitas lebih rentan terhadap obesitas abdominal dibandingkan remaja dengan jumlah konsumsi buah yang baik. Remaja dengan jenis kelamin laki-laki lebih rentan terhadap obesitas abdominal dibandingkan remaja dengan jenis kelamin perempuan. Tidak terdapat hubungan antara jumlah konsumsi sayur dengan obesitas abdominal

I In recent years, abdominal obesity in Indonesia continues to increase. Abdominal obesity is often associated with lifestyle and diet, especially consumption of fruits and vegetables. Various studies have been conducted on the relationship of fruit and vegetable consumption with abdominal obesity, but the results regarding these relationships vary. This study was conducted to determine the relationship between fruit and vegetable consumption and abdominal obesity. A cross-sectional study design was conducted on 206 adolescents aged 15-18 years. Respondents are categorized into consumption of fruit or vegetables with a bad or good amount using a food frequency questionnaire. Abdominal obesity was determined by measuring Waist Circumference according to WHO.Data provisions were analyzed using Pearson Chi-Square, with a significance level of 0.05. The results showed that there was a relationship between fruit consumption and abdominal obesity (p = 0.033). Teenagers with a poor amount of fruit consumption have a greater risk of developing abdominal obesity. Also found the relationship of sex with abdominal obesity (p = 0.014). Young men have a greater risk of developing abdominal obesity. On the other hand, there is no relationship between vegetable consumption and abdominal obesity (p = 0.568). Teenagers with poor fruit consumption and obesity are more susceptible to abdominal obesity than adolescents with good fruit consumption. Adolescents with male sex are more susceptible to abdominal obesity than adolescents with female gender. There is no relationship between the amount of vegetable consumption and abdominal obesity

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?