DETAIL KOLEKSI

Hubungan morning sickness dengan status gizi pada ibu hamil trimester I

0.0


Oleh : Andika Setio Nugroho

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1199

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Denny Dhanardono

Subyek : Pregnancy;Nutrition status

Kata Kunci : morning sickness, nutritional status, first trimester of pregnancy


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_KD_03014012_Halaman-judul.pdf 1102.67
2. 2018_TA_KD_03014012_Bab-1-Pendahuluan.pdf 729.61
3. 2018_TA_KD_03014012_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 793.17
4. 2018_TA_KD_03014012_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 711.77
5. 2018_TA_KD_03014012_Bab-4-Metode.pdf 852.76
6. 2018_TA_KD_03014012_Bab-5-Hasil.pdf 719.52
7. 2018_TA_KD_03014012_Bab-6-Pembahasan.pdf 642.02
8. 2018_TA_KD_03014012_Bab-7-Kesimpulan.pdf 631.85
9. 2018_TA_KD_03014012_Daftar-pustaka.pdf 718.09
10. 2018_TA_KD_03014012_Lampiran.pdf 1886.33

M Morning sickness ditandai dengan mual dan muntah pada masa kehamilan dan merupakan gangguan yang paling umum pada kehamilan, sekitar 70%-85% wanita hamil mengalami mual. Mual dan muntah ini terjadi karena pengaruh peningkatan beberapa hormon seperti Human Chorionic Gonadotrophine (HCG), estrogen dan progesteron. Rasa mual tersebut membuat seorang wanita hamil lebih sulit makan sehingga menyebabkan kurangnya asupan makanan dan gizi kedalam tubuh. Studi ini menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectional. Studi ini dilakukan pada bulan September 2017. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester I di Puskesmas Kedondong dan Puskesmas Sukabangun dengan total sampel 48 responden. Cara pengambilan sempel berupa simple random sampling. Pengambilan data primer didapatkan dari wawancara dan pengukuran lingkar lengan atas (LILA) selanjutnya data di analisis dengan menggunakan tes korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukan 43,8% responden memiliki kategori morning sickness ringan dan 68,8% memiliki status gizi normal. Hasil tes analisis menunjukan bahwa hubungan antara morning sickness dengan status gizi tidak bermakna (nilai p = 0,122). Penelitian ini menunjukan tidak ditemukanya hubungan antara morning sickness dengan status gizi pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Kedondong dan Puskesmas Sukabangun.

M Morning sickness is characterized by nausea and vomiting during pregnancy and is the most common disorder in pregnancy, around 70% -85% of pregnant women experience nausea. Nausea and vomiting occur due to the increase in several hormones such as Human Chorionic Gonadotrophine (HCG), estrogen and progesterone. This nausea makes a pregnant woman more difficult to eat, causing a lack of food and nutritional intake into the body. This study used observational analytic with cross sectional design. The study was conducted in September 2017. The study population was first trimester pregnant women at Kedondong Health Center and Sukabangun Health Center with a total sample of 48 respondents. The method for taking samples is simple random sampling. Primary data collection was obtained from interviews and upper arm circumference measurements (LILA) then the data was analyzed using the Spearman correlation test. The results showed that 43.8% of respondents had mild morning sickness categories and 68.8% had normal nutritional status. The results of the analysis test showed that the relationship between morning sickness and nutritional status was not significant (p value = 0.122). This study shows no association between morning sickness and nutritional status in first trimester pregnant women in Kedondong Health Center and Sukabangun Health Center.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?