DETAIL KOLEKSI

Hubungan tingkat stres dengan sleep paralysis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2017


Oleh : Gabriella Yolanda Meinar Manalu

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1343

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Lie T. Merijanti

Subyek : Sleep;Psychophysiology;Stress

Kata Kunci : stress level, sleep paralysis, students, freshman


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_KD_03014074_Halman-judul.pdf 1199.6
2. 2018_TA_KD_03014074_Bab-1-Pendahuluan.pdf 613.11
3. 2018_TA_KD_03014074_Bab-2-Tinjuan-literatur.pdf 938.04
4. 2018_TA_KD_03014074_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 776.85
5. 2018_TA_KD_03014074_Bab-4-Metode.pdf 801.85
6. 2018_TA_KD_03014074_Bab-5-Hasil.pdf 615.84
7. 2018_TA_KD_03014074_Bab-6-Pembahasan.pdf 613.14
8. 2018_TA_KD_03014074_Bab-7-Kesimpulan.pdf 528.29
9. 2018_TA_KD_03014074_Daftar-pustaka.pdf 731.02
10. 2018_TA_KD_03014074_Lampiran.pdf 2119.87

S Sleep paralysis merupakan suatu keadaan saat individu tidur nyenyak, kemudian tersentak dan terbangun secara tiba-tiba. Prevalensi sleep paralysis sekitar 36% terjadi pertama kali di usia 14-17 tahun. Stres merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan sleep paralysis. Ketika seseorang mengalami stres, pikiran akan terpusat pada masalah yang sedang dihadapi. Hal inilah yang menyebabkan seseorang menjadi tidak rileks. Mahasiswa baru merupakan status yang disandang oleh mahasiswa di tahun pertama kuliahnya. Kondisi perubahan ini memiliki berpotensi timbulnya stres yang dapat berujung pada sleep paralysis. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan tingkat stres dengan sleep paralysis pada mahasiswa fakultas kedokteran angkatan 2017. Penelitian menggunakan studi observasional dengan desain potong lintang di Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan cara mengisi kuesioner PSS-10 untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner sleep paralysis yang telah divalidasi. Analisis data menggunakan program statistik dengan tingkat kemaknaan 0,05. Dari 201 responden, terdapat 62,7% perempuan, 50,3% stres berat, dan 57,2% mengalami sleep paralysis. Hubungan antara tingkat stres dengan sleep paralysis memiliki nilai p < 0,05. Hubungan antara jenis kelamin dengan sleep paralysis memiliki nilai p > 0,05. Penelitian ini menujukkan adanya hubungan antara tingkat stres dengan sleep paralysis dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan sleep paralysis.

S Sleep paralysis is a condition when someone sleeps, then suddenly awake. The prevalence of sleep paralysis is approximately 36% and occurs in age 14-17 years for the first time. Stress is one of risk factors of sleep paralysis. When someone undergoes stressful condition, his mind will be focusing on his problem. This causes a person could not be relaxed. A freshman is a formal status for students in their first year in the university. This transition could evoke stress that leads to sleep paralysis. This study was conducted to determine the relationship between stress levels and sleep paralysis in batch 2017 medical students. A cross-sectional observational study was conducted in Yogyakarta. Data collection was done by filling in PSS-10 questionnaire to assess stress level and a validated sleep paralysis questionnaire. Data analysis was performed using statistical program with level of significance at 0,05. Among 201 samples, 62,7% were women, 50,3% had high level of stress, and 57,2% experienced sleep paralysis. The relationship between stress level and sleep paralysis showed p < 0,05. The relationship between gender and sleep paralysis showed p > 0,05. This study revealed that there is a significant relationship between stress level and sleep paralysis and no significant relationship between gender and sleep paralysis in medical students batch 2017.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?