DETAIL KOLEKSI

Efektivitas spironolakton terhadap laju filtrasi glomerulus pada penderita penyakit ginjal kronik


Oleh : Jessica Adrya

Info Katalog

File Jurnal : 00000000000000097326.pdf

Nomor Panggil : S 1354

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Husnun Amalia

Subyek : Kidney diseases

Kata Kunci : chronic kidney disease grade 4, spironolactone, glomerular filtration rate


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_KD_0302014103_Halaman-judul.pdf 1598.45
2. 2018_TA_KD_0302014103_Bab-1-Pendahuluan.pdf 913.6
3. 2018_TA_KD_0302014103_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 1536.47
4. 2018_TA_KD_0302014103_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 815.87
5. 2018_TA_KD_0302014103_Bab-4-Metode.pdf 954.94
6. 2018_TA_KD_0302014103_Bab-5-Hasil.pdf 709.64
7. 2018_TA_KD_0302014103_Bab-6-Pembahasan.pdf 709.11
8. 2018_TA_KD_0302014103_Bab-7-Kesimpulan.pdf 691.94
9. 2018_TA_KD_0302014103_Daftar-pustaka.pdf 823.24
10. 2018_TA_KD_0302014103_Lampiran.pdf 2256.68

L LATAR BELAKANG Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan suatu kelainan struktur dan atau fungsidari ginjal yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) yangterjadi selama 3 bulan atau lebih, yang dapat mengakibatkan timbulnya masalahpada kesehatan secara sistemik, kronik progresif disertai penurunan kualitas hiduppenderitanya. Prevalensi penyakit ginjal kronik di Indonesia mencapai 0,2% dan diJakarta 0,1%. Jumlah penderita meningkat seiring dengan peningkatan jumlahpenduduk lanjut usia, diabetes melitus dan hipertensi.METODEPenelitian ini merupakan penelitian dengan mengambil data dari rekam medis 120pasien PGK derajat 4 yang pertama kali mendapatkan spironolakton. LFG pasienPGK dihitung dengan menggunakan rumus CKD-EPI dan dengan menggunakanuji-t berpasangan (paired t-test) menilai nilai p dari sebelum dan sesudahmendapatkan spironolakton dari bulan 0 ke bulan 3.HASILPada penelitian ini didapatkan usia 60-74 tahun, merupakan usia terbanyak padapasien penyakit ginjal kronik. Penyakit penyebab PGK terbanyak adalah diabetesmelitus, yaitu 37,5% dari 120 sampel. Hasil perhitungan uji-t berpasangan (pairedt-test) didapatkan bahwa ada perubahan LFG bulan 0 dan bulan 3, yang bermaknadengan nilai p = 0.009. Hasil ini menandakan adanya kenaikan nilai LFG setelahkonsumsi spironolakton pada pasien PGK derajat 4, tetapi tidak memperbaikiderajat dari PGK. Hasil dari penelitian sebelumnya menunjukkan denganmengkonsumsi spironolakton LFG tetap mengalami penurunan, walaupun dengankecepatan lebih lambat dibandingkan tanpa interverensi spironolakton.KESIMPULANPenelitian ini menunjukkan adanya kenaikan nilai LFG setelah konsumsispironolakton pada pasien dengna penyakit ginjal kronik derajat 4.

B BACKGROUND Chronic kidney disease (CKD) is a structural abnormality and or function of thekidney characterized by decreased glomerular filtration rate (GFR) occurring for 3months or more, which may lead to a systemic, progressive, chronic health problemand a deterioration in the quality of life of the patients. The prevalence of chronickidney disease in Indonesia reaches 0.2% and in Jakarta 0.1%. The number ofpatients increases with the increasing number of elderly population, diabetesmellitus and hypertension.METHODThis research took the data from medical record of 120 patients CKD grade 4 whoget spironolactone for the first time. The GFR of patients with CKD is calculatedusing the CKD-EPI formula and analyzed using paired t-test, comparing theaverage of GFR value from before and after obtaining spironolactone from month0 and month 3.RESULTThis study shows that age 60-74 years, are most likely suffer from chronic kidneydisease. The most common cause of CKD is diabetes mellitus, which is 37.5% of120 samples. The result of paired t-test found that there is change of GFR frommonth 0 and month 3, which is significant with p value = 0.009. These resultsindicate an increase in LFG values after spironolactone consumption in patientswith PGK grade 4, but that does not mean the grade of CKD will improve.Following the previous research, the grade will eventually decrease over time evenwith spironolactone intervention. Although the decrease happen slower compare tothe group without spironolactone.CONCLUSIONThis study showed an increase in LFG value after spironolactone consumption inpatients with chronic kidney disease grade 4.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?