DETAIL KOLEKSI

Hubungan stres dengan kejadian abortus iminens


Oleh : Paluvi Safitri

Info Katalog

File Jurnal : 00000000000000097437.pdf

Nomor Panggil : S 1365

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Raditya Wratsangka

Subyek : Stress;Abortion

Kata Kunci : stress, iminent abortion


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_KD_03014154_Halaman-judul.pdf 1206.01
2. 2018_TA_KD_03014154_Bab-1-Pendahuluan.pdf 618.72
3. 2018_TA_KD_03014154_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 905.17
4. 2018_TA_KD_03014154_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 615.37
5. 2018_TA_KD_03014154_Bab-4-Metode.pdf 672.29
6. 2018_TA_KD_03014154_Bab-5-Hasil.pdf 629.37
7. 2018_TA_KD_03014154_Bab-6-Pembahsan.pdf 627.01
8. 2018_TA_KD_03014154_Bab-7-Kesimpulan.pdf 610.43
9. 2018_TA_KD_03014154_Daftar-pustaka.pdf 613.07
10. 2018_TA_KD_03014154_Lampiran.pdf 1655.15

L LATAR BELAKANG Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan, sebagai batasan ialah kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram.Abortus iminens adalah perdarahan pervaginam atau pada kehamilan sebelum 20 minggu tanpa disertai keluarnya hasil konsepsi dan dilatasi uterus. Prevalensi abortus iminens di Indonesia yaitu 18,75%. Penyebab abortus iminens berhubungan dengan beberapa faktor diantaranya adalah adanya stres pada saat kehamilan menyebabkan perubahan respons fisiologis, respons kognitif dan respons emosi yang dapat mengganggu kehamilan, faktor usia dan faktor jumlah paritas. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan stres dengan kejadian abortus iminens.METODEPenelitian ini dilakukan dibeberapa Bidan diKecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi pada bulan maret sampai mei 2018 dengan menggunakan desain cross sectional. Metode pengambilan sampel adalah denganconsecutive random samplingdengan jumlah sampel sebanyak 90 responden yang telah memenuhi kriteria. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner DASS 42 (Depression Anxiety Stress Scale).HASILAnalisis uji Chi-Squaremenunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara stres dengan abortus iminens, didapatkan hasil p=0,032. Terdapat abortus iminens dengan tingkat stres normal didapatkan 4 responden (16,7%), dengan stres 27 responden (40,9%). Tidak mengalami abortus iminens dengan tingkat stres normal didapatkan hasil 20 responden (83,3%) dengan stres 39 responden (59,1%). Sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara stres dengan kejadian abortus iminens.KESIMPULANDari penelitian ini di simpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara stres dengan kejadian abortus iminens.

B BACKGROUND Abortion is threat or expenditure of conception before the fetus can live outside the womb, pregnancy less than 20 weeks or fetal weight less than 500 grams r in pregnancy before 20 weeks without the release of conception results and dilatation of the uterus. Prevalence of iminent abortion in Indonesia is 18,75%. Causes of iminent abortion are associated with several factors including the presence of stress during pregnancy causing changes in physiological responses, cognitive responses and emotional responses that can interfere with pregnancy, age and parity factors.This study to determine the relationship of stress with the incidence of iminent abortion.METHODThis research was conducted atPuskesmas in Kecamatan SukawangiBekasi Regency in January to May 2018 using cross sectional design. The sampling method is byconsecutive random sampling with the number of samples of 90 respondents who have met the criteria. Data were collected using a DASS 42 questionnaire (Depression Anxiety Stress Scale) 42.RESULTSAnalysis of the Chi-Square test shows that there is a significant relationship between stress and imminent abortion, p = 0.032. There are imminent abortions with normal stress levels, 4 respondents (16.7%), with 27 respondents (40.9%) stress. Did not experience imminent abortion with normal stress levels obtained 20 respondents (83.3%) with stress 39 respondents (59.1%). So it can be concluded that there is a significant relationship between stress with the incidence of imminent abortion.CONCLUSIONFrom this study it was concluded that there is a significant assosiation between stress and the incidence of iminent abortion.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?