DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia


Oleh : Chairina Azkya Noor

Info Katalog

File Jurnal : 00000000000000098701.pdf

Nomor Panggil : S 740

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Lie T. Merijanti S.

Subyek : Motor activity;Geriatrics

Kata Kunci : physical activity, cognitive function, elderly, female


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_KD_03012053_Halaman-judul.pdf 3565.8
2. 2016_TA_KD_03012053_Bab-1-Pendahuluan.pdf 882.98
3. 2016_TA_KD_03012053_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 1119.84
4. 2016_TA_KD_03012053_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 782.03
5. 2016_TA_KD_03012053_Bab-4-Metode.pdf 926.74
6. 2016_TA_KD_03012053_Bab-5-Hasil.pdf 790.53
7. 2016_TA_KD_03012053_bab-6-Pembahasan.pdf 881.35
8. 2016_TA_KD_-03012053_Bab-7-Kesimpulan.pdf 777.99
9. 2016_TA_KD_03012053_Daftar-pustaka.pdf 789.27
10. 2016_TA_KD_03012053_Lampiran.pdf 4517.99

L LATAR BELAKANG Seiring dengan meningkatnya jumlah lansia khususnya di Indonesia, semakin meningkat pula permasalahan penyakit akibat proses degeneratif. Tiga puluh dua koma empat persen lansia di Indonesia mengalami gangguan pada fungsi kognitifnya. Fungsi kognitif merupakan salah satu bagian terbesar yang diatur oleh otak. Penuaan menyebabkan terjadinya banyak perubahan pada otak yang dapat mengarah pada kemunduran fungsi neurokognitif. Terdapat beberapa faktor yang diduga dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif, salah satunya adalah aktivitas fisik. Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia. METODE Jenis penelitian ini merupakan observational analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan November 2015. Sampel diambil secara simple random sampling pada 60 lansia di Posyandu Lansia Samara, Jakarta. Seluruh lansia yang memenuhi kriteria inklusi dinilai aktivitas fisiknya dari pengisian kuesioner Rapid Assessment of Physical Activity (RAPA), sedangkan nilai fungsi kognitif diperoleh dengan wawancara berdasarkan Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis data menggunakan SPSS for Macintosh versi 21.0. Uji statistic digunakan chi-square. HASIL Terdapat hubungan bermakna secara statistik antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia dengan p value=0,000. KESIMPULAN Aktivitas fisik dapat mempengaruhi fungsi kognitif pada lansia. Lansia dengan aktivitas fisik golongan regular sampai dengan active memiliki nilai fungsi kognitif yang normal dibandingkan lansia tanpa aktivitas fisik atau termasuk ke dalam golongan under-active.

B BACKGROUND Along with the increasing number of elderly people in Indonesia, the degenerative disease is also increasing. Thirty two point four percent of elderly people in Indonesia have cognitive function impairment. Cognitive function is one of the biggest parts regulated by brain. Aging causes many changes in the brain that can lead to cognitive function impairment. There are several factors that can postpone the decline of cognitive function; one of them is physical activity. This study aims to determine whether there is correlation between physical activity and cognitive function in elderly. METHODS This research is observational analytic with cross sectional design. Data were collected in November 2015 with simple random sampling method for 60 elderly people at Posyandu Lansia Samara, Jakarta. Physical Activity was assessed based on Rapid Assessment of Physical Activity (RAPA), and cognitive function was assessed by interview based on Mini Mental State Examination (MMSE). Collected data were processed by SPSS version 21.0 for Macintosh and analyzed statistically by chi-square test. RESULTS Based on statistic, there is a relationship between physical activity and cognitive function in the elderly with p value=0,000. CONCLUSION Physical activity could affect cognitive function in elderly age. Elderly people with the regular-active physical activity had better cognitive function than the inactive (under-active) ones.