DETAIL KOLEKSI

Pengembangan model efek eonomic dan social spending terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Barat periode 2008-2014 : tahun ke 1 dari rencana 2 tahun


Oleh : Sumiyarti, Budi Santosa

Info Katalog

Penerbit : Lemlit - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Halaman : 103 p.

Subyek : West Java - Appropriations and expenditures;West Java - Economic conditions

Kata Kunci : economic growth, poverty, cluster analysis, economic spending, social spending


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_LP_AK_Pengembangan-Model-Efek_1.pdf 3048.14
2. 2016_LP_AK_Pengembangan-Model-Efek_2.pdf 2017.16
3. 2016_LP_AK_Pengembangan-Model-Efek_3.pdf 6847.8
4. 2016_LP_AK_Pengembangan-Model-Efek_4.pdf 894.72
5. 2016_LP_AK_Pengembangan-Model-Efek_5.pdf 3004.67
6. 2016_LP_AK_Pengembangan-Model-Efek_6.pdf 9974.89
7. 2016_LP_AK_Pengembangan-Model-Efek_7.pdf 881.2
8. 2016_LP_AK_Pengembangan-Model-Efek_8.pdf 2669.62
9. 2016_LP_AK_Pengembangan-Model-Efek_9.pdf 19290.79

P Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu model yang menjelaskan efek belanja ekonomi dan belanja sosial terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan di Propinsi Jawa Barat. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini menggunakan data-data sekunder serta melakukan telaah dokumen. Cakupan penelitian adalah wilayah kabupaten dan kota di propinsi Jawa Barat. Untuk mendapatkan model yang diharapkan, maka pada tahun pertama penelitian dilakukan analisis klaster dan korelasi terhadap seluruh indikator. Adapun indikator-indikator penelitian meliputi belanja sosial, belanja ekonomi, pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan. Kedua analisis ini perlu dilakukan guna memperoleh potret atau gambar tentang pola persegeran dan hubungan antar indikator penelitian. Hasil olahan data dengan analisis klaster memberi kesimpulan bahwa dari 26 wilayah kabupaten/kota yang diteliti terdapat beberapa pergeseran pola di beberapa wilayah. Ada daerah daerah yang mengalami konsistensi dalam satu klaster, namun mengalami perubahan pada klaster yang Iain. Demikian pula, tidak sedikit daerah yang mengalami perubahan posisi klaster yang konsisten pada ssemua sebagian indikator. Sementara dari analisis korelasi, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat basil yang berkebalikan dari pemaharnan teori umum. Korelasi yang terjadi antara belanja sosial terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan, korelasi antara belanja ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan, serta korelasi antara pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan memiliki basil yang bervariasi antar daerah. Namun untuk korelasi belanja sosial memiliki hasil yang \"unik\". Di semua daerah, penurunan indikator belanja sosial diikuti dengan penurunan kemiskinan. Sementara indikator belanja ekonomi lebih menunjukkan hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi, di beberapa daerah juga memperlihatkan keterkaitannya dengan penurunan kemiskinan. Indikator pertumbuhan ekonomi terlihat memiliki hubungan yang nyata terhadap kemiskinan. Peningkatan pertumbuhan ekonomi diikuti dengan penurunan kemiskinan di beberapa daerah. Secara sementara dapat disimpulkan bahwa beberapa daerah kabupaten dan kota di Jawa Barat lebih memfokuskan pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui belanja ekonomi. Belanja sosial kurang begitu diprioritaskan sebagai upaya mengatasi kemiskinan secara langsung, Temuan-temuan pada penelitian awal ini akan menjadi acuan dan dasar untuk merumuskan model yang akan dibangun (dikonstruk) pada tahun kedua dengan memperhatikan perbedaan klaster dan korelasi yang ada tiap-tiap daerah

T This study aims to develop a model that describes the effects of economic expenditure and social spending to economic growth and poverty reduction in West Java. To achieve these objectives of this research uses secondary data and undertakes a review of the document. The study area is the districts and cities in West Java province. To get a model that is expected, then in the first year of research conducted cluster analysis and correlation of all the indicators. As for the indicators of research include social shopping, shopping, economy, economic growth and poverty. Both the analysis needs to be done in order to obtain a portrait or picture of the patterns and relationships between indicators persegeran research. The processed data by cluster analysis gives the conclusion that of the 26 districts / cities surveyed contained some shifting patterns in some regions. There are local areas that experienced consistency in a cluster, but the change in cluster Iain. Similarly, there was little change in areas experiencing consistent position on all relevant clusters partial indicators. While the correlation analysis, we concluded that there pemaharnan basil opposite of the general theory. The correlation between social spending to economic growth and poverty, the correlation between economic expenditure to economic growth and poverty, as well as the correlation between economic growth and poverty has varied between regions basil. But for the correlation of social spending has the result that \"unique\". In all regions, the decline in social spending indicators followed by the reduction of poverty. While economic indicators show spending relation to economic growth, in some areas also showed association with poverty reduction. Indicators of economic growth appeared to have a real relationship to poverty. Increased economic growth followed by a decline in poverty in some areas. Provisionally concluded that several districts and cities in West Java is more focused on efforts to boost economic growth through economic expenditure. Less prioritized social spending in an effort to address poverty directly, findings in this initial study will become a reference and a basis for formulating the model to be built (is constructed) in the second year by observing the different clusters and correlations that exist for each region

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?