DETAIL KOLEKSI

Analisis zona bencana gerak tanah dengan menggunakan metode sistem informasi geografis daerah Cipatat dan sekitarnya, Provinsi Jawa Barat


Oleh : M. Adimas Amri

Info Katalog

Nomor Panggil : 493/TG/2014

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Abdurrachman Assegaf

Subyek : Land slides;Landsliding;Landslips;Slides (landslides)

Kata Kunci : west java region, earthquakes, crustal plate, geographic information system, zone mapping


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_GL_TA_07208028_6.pdf 597.95
2. 2014_GL_TA_07208028_5.pdf 2438.08
3. 2014_GL_TA_07208028_4.pdf 2911.97
4. 2014_GL_TA_07208028_3.pdf 742.78
5. 2014_GL_TA_07208028_2.pdf 1652.89
6. 2014_GL_TA_07208028_1.pdf 1657.99
7. 2014_GL_TA_07208028_7.pdf 29850.83

W Wilayah Jawa Barat mempunyai lempeng samudera yang bergerak relatif tegak lurus terhadap bentuk Pulau Jawa dengan kecepatan 6 — 7 cm/tahun, dan menjadi faktor seri ng terjadinya gempa bumi setelah periode tertentu pada bidang batas kontak lempeng samudera dengan lempeng kerak kepulauan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindentifikasikan dan menggambarkan daerah yang rawan bencana dengan menerapkan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai metode pengelolahan data-data sekunder ke dalam penggunaan dan pengaturan informasi yang menghasilkan hasi I akhi r pembuatan peta zona kerawanan gerakantanah. Permasalahan yang akan diteliti mencoba untuk membuat peta zona wilayah kerawanan gerakantanah berdasarkan peta dasar lainnya berbasiskan penelitian Si stem I nformasi Geografis (SIG). Pada tahap anal isa data di mulai dari mendigitasi peta dasar tersebut kedalam ArcGis menjadi peta digital, lalu data yang dibutuhkan pada peta tersebut dijadikan beberapa peta tematik dan dikombinasikan dengan cara meng-overlay, sehingga mendapatkan zonasi untuk membatasi wilayah yang rawan terhadap bencana gerakantanah dalam daerah penel i t i an tersebut. Zonasi kerentanan gerakantanah dalam daerah penelitian dibagai menjadi 5 (Lima), di mulai dari zona kerentanan sangat rendah, zona kerentanan rendah, zona kerentanan sedang, zona kerentanan tinggi hingga zona kerentanan sangat tinggi. Faktor yang paling dominan dalam zonasi tersebut adalah jenis I itologi dan kelerengan.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?